UNRAM Dalam Kondisi

  • Oleh: Sukirman 

Universitas Mataram atau lebih terkenal dengan sebutan UNRAM, merupakan salah satu Universitas yang terbesar dan ternama di NTB,  sangat terkenal dikalangan pelajar khususnya di NTB, sehingga Unram dijadikan salah satu pilihan untuk dijadikan tempat melanjutkan jenjang studi selanjutnya. 

Menyandang gelar Universitas ternama di NTB, membuat Unram dengan mudah menarik minat calon mahasiswa/siswi untuk mendaftarkan diri ke kampus Unram, selain itu juga, tampilan luar dari Universitas Mataram membuat mata siapa saja menjadi terkagum-kagum ingin masuk dan berkuliah di tempat ini, gedung yang bertingkat-tingakt, halaman yang bagus, fasilitas yang memadai seperti yang tercantum di brosurnya menambah keinginan ingin berkuliah di Unram. 

Seperti saya dulu, terasa terhipnotis ingin masuk dan berkuliah di Unram, sehingga saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di UNRAM. Setelah mengikuti serangkain tes, saya dinyatakan lulus di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro, sekarang saya sudah  smseter 3 dan sudah mengetahui seluk beluk yang terjadi di kampus unram, awal perkuliahan ditempat ini rasanya senang sekali, ketika perkuliahan di mulai, semester demi semester yang saya tempuh khususnya di TEKNIK sendiri. Selama mengekuti perkuliah banyak sekali keluhan-keluhan dari mahasiswa terhadap fasilitas yang di sedikan Universitas terhadap fakultas khususnya di TEKNIK sendiri, bayangkan setiap tahun bayar SPP/semester semakin mahal khususnya DI FAKULTAS TEKNIK L, memang dulu Unram merupakan Universitas termurah se-Indonesia, akan tetapi sekarang sudah menjadi Universitas mahal, selayaknya Universitas lainnya. 

Akan tetapi kemahalan biaya kuliah di unram khususnya difakuktas TEKNIK , tidak diikuti dengan fasilitas-fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai seperti,Alat2 pratikum, LCD, kursi yang rusak, AC, bahkan ruangan yang tidak memadai, sehingga perkuliahan tidak menjadi efisien, disini saya sebagai salah satu mahasiswa unram Fakultas Teknik Elektro merasakan hal tersebut, bahkan yang paling parahnya mahasiswa non regular sering kali tidak mendapatkan ruangan untuk berkuliah sehingga mereka menempati lorong-lorong yang ada untuk melakukan perkuliahan.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru