Pilkades Adalah Pertengkaran Antara Nalar Dan Narasi.

Oleh: Sudirman Al Gebra Masaramba

Demokrasi berawal dari bahasa Yunani, yakni demokratia. Yang terdiri dari dua kata yaitu demos berarti rakyat dan kratos berarti kekuatan atau kekuasaan. Jadi, demokrasi sepadan artinya dengan kekuasaan rakyat.

Pengertian demokrasi secara umum adalah sistem pemerintahan dengan memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara dalam pengambilan keputusan. 

Beberapa hari lagi akan berlangsung momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di wilayah kabupaten bima. Kontestasi tersebut merupakan pesta demokrasi seluruh rakyat di berbagai desa di kab. Bima dalam memberikan hak suaranya kepada para kandidat yang siap melanjutkan dan atau meneruskan amanah dari rakyat.

Untuk di ketahui oleh masyarakat bima, pilkades bukanlah momentum membuat kekacauan atau keributan, bukan untuk memutuskan tali persaudaraan dan bukan pula mencari musuh apalagi membuat rusuh. Tetapi momentum pilkades merupakan pesta euvoria untuk masyarakat dalam menjaga persatuan dan perdamaian.

Abraham Lincoln berpendapat demokrasi merupakan sistem pemerintahan, yang dirancang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Besar harapan saya selaku mahasiswa, kepala desa yang terpilihnya nanti harus bisa memahami dengan baik dan bijaksana dalam mengemban amanah dari rakyat.

Maka besar harapan saya kepada seluruh masyarakat yang menjemput pesta demokrasi tersebut agar memberikan hak suaranya kepada kandidat yang tepat berdasarkan pilihan hati nurani bukan karena embel-embel dari kandindat

Charles Costello, demokrasi termasuk sistem sosial dan politik, yang membatasi kekuasaan pemerintah dengan hukum. Demi melindungi hak seluruh warga negara. Dengan demikian siapapun yang terpilih dalam momentum pilkades nanti wajib hukumnya mempertaruhkan jiwa dan raga untuk kemajuan dan kemaslahatan rakyat.

Simpul mnyimpul lalu berangkat dari beberapa definisi para pakar, maka politik adalah sebuah pertengkaran nalar dan narasi yang sejatinya tercipta nilai dari arti sebuah kekalahan dan kemenangan. 

Terakhir, sebagai negara yang memiliki dasar hukum yang jelas sesuai amanat UUD. tentu kepala desa yang terpilih nanti harus bisa memahami dan mendalami serta menghayati tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala desa sesuai amanah UU No. 6 tahun 2014 tentang desa.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru