Tradisi Ngge'e Nuru Labo Reana

 

Provinsi NTB selain kaya dengan kuliner Khas daerahnya, juga kaya dengan budaya dan adat istiadat. Yang dimulai dari Baratnya NTB. Lombok (Suku sasak), Sumbawa (Suku Samawa) dan Bima-Dompu (Suku Mbojo,Suku Donggo dan Suku Sambori). Kekayaan budaya ini menjadi kembanggaan tersendiri oleh masyarakat yang berdomisi di Provinsi NTB.misalnya kabupaten Bima (Suku Mbojo, Donggo dan Sambori), selain daerah itu kaya dengan periwisata, juga mereka kaya akan budaya dan tradisi, salah satunya adalah tradisi "Ngge'e Nuru Labo Reana". 

Ngge'e secara bahasa indonesia adalah tinggal, Nuru adalah mengabdi, beradaptasi, Labo adalah dengan dan Reana adalah mertua, sedangkan secara istilah adalah sebuah upaya pengabdian menantu (laki-laki) kepada calon mertua yang dilakukan satu bulan menjelang ijab kabul kedua calon pengantin itu berlangsung. juga kesepakatan yang diiakan oleh kedua belah pihak setelah lamaran itu diterima, dan atau aktifitas dalam menanti bulan baik (wura mataho) menjelang pesta pernikahan. 

Selain itu, Tradisi ini juga sebagai kesempatan atau sarana dalam memberikan bekal (osu ra sia) oleh mertua kepada calon menantu. dalam aktifitas tradisi itu diisi dengan

  1. Sambea ndiha (Sholat berjama'ah), adalah bagian dari tradisi Ngg'e nuru labo reana yang dilakukan oleh calon mertua dan calon menantu (laki-laki) dengan harapan kelak ia akan menjadi imam yang bisa membimbing keluargnya kejalan yang benar. 
  2. Doho kade'e (duduk dengar) adalah bagian dari tradisi Ngg'e nuru labo reana yang dilakukan oleh mertua dan menantu dengan duduk bersila (besilak/barsila) berhadapan sambil calon mertua memberikan nasehat baik kepada calon menantu. 
  3. Taji kapatu (balas pantun), bagian dari tradisi Ngg'e nuru labo reana yang dilaksanakan minggu ketiga dalam tradisi itu, dilakukan oleh mertua dan menantu, dalam tradisi itu mertua melontarkan kapatu dan menantu membalas pantun. ada hubungan emosional yang dibangun dalam tradisi itu, inilah awal mula pengakuan akan adanya keluarga mulai terlihat.
  4. Kanggihi sama (bertani bersama) merupakan bagian dari tradisi Ngg'e nuru labo reana yang dilakukan oleh mertua dan menantu, dimana menantu diajak untuk bersama sama pergi bercocok tanam, sambil ngobrol-ngobrol tentang hari yg tepat untuk dilangsungkan pernikahan. Ada harapan tersendiri dalam tradisi ini, semisal musim padi, oleh mertua, menantu diperkenalkan dengan padi dan disuruh berguru pada padi. (Uba Leu) 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru