Menanti Calon Milenial Pilkada Serentak NTB, Adakah?

Pemilihan Umum 2019 telah usai, dan telah melahirkan para pemenang pada tingkatannya masing-masing. Para wajah-wajah baru yang akan duduk menjadi legislator tentu sudah dapat di pastikan setelah rapat pleno di masing-masing kabupaten/ kota di seluruh Indonesia, bahkan disejumlah wilayah sudah melaksanakan pelantikan untuk calon legislatif terpilihnya.

 

Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu provinsi di Indonesia juga telah menyelesaikan seluruh tingkatan pemilu 2019 dengan sangat jujur, adil, transparan. Seluruh wilayah kabupaten/ kota sukses menyelesaikan pesta tahunan ini dengan sangat aman tanpa ada konflik yang berlebihan. Perbedaan pilihan itu sudah wajar adanya, namun tetap saling rangkul dan tetap saling jaga keamanan, kondusifitas antar sesama anak bangsa, tak heran provinsi NTB sangat dewasa dalam menerima apapun hasil pileg 2019 ataupun pilpres.

 

Setelah usainya pemilu 2019, pada tahun 2020 nanti provinsi NTB masih memiliki gawe besar dalam perhelatan politik, ini karena sejumlah 7 kabupaten/ kota akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) di masing-masing kabupaten/ kota. Tujuh (7) dari kabupaten/ kota tersebut diantaranya Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Seluruh kabupaten/ kota di atas akan menggelar pilkada serentak bersama seluruh kabupaten/ kota se Indonesia pada bulan september 2020 mendatang.

 

Pemilihan kepala daerah sangat seru untuk kita ikuti, mengingat mereka inilah calon raja-raja kecil yang nantinya akan memimpin daerah 5 tahun kedepan. Pilkada memiliki daya tarik berbeda dari pilpres maupun pileg. Karena calon kepala daerah inilah yang nantinya langsung dirasakan kebijakannya oleh kita sebagai masyarakat bawah. Seorang kepala daerah mampu langsung mengerti dan merasakan apa yang dibutuhkan rakyatnya. Ini menjadikan setiap perhelatan pilkada menarik untuk di perbincangkan di semua kalangan.

 

Sebagai masyarakat Nusa Tenggara Barat, tentu juga ingin menimbang-nimbang potensi setiap calon kada yang akan bertarung di 2020 nanti. Secara umum, penulis ingin memberikan sedikit masukan kepada masyarakat NTB agar mampu menentukan pilihannya nanti. Tentu tulisan ini hanya sebagai bahan pertimbangan semata, tidak mengandung unsur apapun. Sesuai dengan tema artikel saya di atas, menantikan calon-calon milenial yang ingin bertarung di pilkada 2020 nanti di provinsi NTB.

 

Sebagai pemuda, tentu kata-kata Bung Karno dengan semangat berapi-api ketika membakar semangat pemuda kala itu “…berikan aku sepuluh pemuda, maka akan ku goncangkan dunia…”. Makna dari kata ini tentu bukan hanya makna majas semata, namun ada pesan keras yang ingin di sampaikan, bahwa kemajuan bangsa ini kedepan tergantung bagaimana kondisi pemudanya. Jika benar pesan yang ingin di sampaikan ini, maka pemuda juga harus ambil peran penting dalam membangun bangsa terlebih-lebih daerahnya masing-masing. Pemuda juga harus diberikan kesempatan untuk membuktikan diri, mengaplikasikan ide, gagasan, pikirannya membangun negeri. Pertanyaanya sampai mana kesempatan itu? Pertanyaan inilah yang mengundang tlisik dalam hati, kapan kesempatan itu akan diberikan, khusus teruntuk para pemuda milenial di provinsi NTB.

 

Namun ada yang mengganjal dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa seringkali usia muda di pandang sebagai usia yang belum layak menjadi pemimpin apa lagi sekelas kepala daerah. Usia muda sering di identikkan dengan usia yang belum matang, dalam istilah sasak sering di katakan “Masak Odak” . Masak odak ini di istilahkan bagi buah yang masih muda namun sudah berwarna kuning, sehingga rasanya tidak manis namun kecut. Masyarakat kita sangat menghormati yang di tuakan, sehingga di percayai bahwa, pemimpin layaknya dari orang yang lebih tua. Padahal jika kita cek undang-undang kiya, tidak ada aturan sedikitpun yang menyebutkan pemimpin itu harus dari yang tua atau menyebutkan pemimpin tidak boleh dari yang muda.

 

Saya masih terbayang-bayang dengan kata-kata Bung Karno di atas, bahwa perkataan itu merupakan sebuah ramalan, ramalan dalam menjawab tantangan di era digital saat ini. Kita tentu sadari bagaimana pesatnya perkembangan zaman yang kemudian di motori oleh para kaum milenial dengan kreativitas, mengubah cara lama dengan mengembangkan inovasi baru agar tumbuhnya prekonomian, agar mampu bersaing dengan negara-negara maju di dunia. Dan ini tentunya tidak dimiliki oleh para orang tua, yang masih menggunakan cara tradisional.

 

Pada pilkada serentak tahun 2020 mendatang, tentu keterlibatan calon-calon muda dari milenial sangat di tunggu. Menawarkan gagasan dan ide untuk di tawarkan kepada sang pemegang suara. Harus diingat bahwa peran pemilih milenial merupakan pemilih cerdas yang dapat di jadikan modal besar meraih dukungan. Yang mengerti kita tentu adalah yang sebaya dengan kita, begitu kira-kira penjelasannya. Namun, tidak menutup kemungkinan juga para pemilih dari semua golongan juga akan ikut bergabung jika memang menawarkan solusi membangun daerah menjadi lebih baik.

 

Jika, menimbang-nimbang calon yang mulai bermunculan di beberapa daerah di provinsi NTB belakangan ini, calon-calon kada masih di dominasi oleh figur-figur lama. Belum ada terlihat sosok calon milenial yang ingin mengutarakan niatnya maju bertarung. Namun, peluang munculnya calon milenial terbuka lebar. Lemparan-lemparan isu terbang bak angin ke suluruh telinga masyarakat, bahwa si ini, si anu akan maju, namun rupanya masih saling jajaki, karena memang pelaksanaan tahapan pilkada masih panjang. Di kota Mataram misalnya, kabar yang terdengar putra sang walikota hari ini, juga tersirat kabar akan maju bertarung di pilkada mendatang. Selain Mataram, kabar juga datang dari kabupaten Lombok Tengah, terdengar kabar putra sang Bupati aktif juga sudah ambil ancang-ancang maju pilkada Lombok Tengah. Selain putra bupati, terdengar kabar juga untuk pilkada Lombok Tengah akan bertaburan calon seperti 2015 lalu, tentu kita juga menunggu salah satu dari pasangan calon adalah diisi oleh kaum milenial.

 

Dari daerah lain, sepertinya masih mengungguli figur lama, yang mungkin tidak bisa di geser, ataupun para kaum milenialnya masih malu-malu muncul di permukaan. Tapi peluang masih terbuka lebar untuk semua daerah mengusung kaum milenial. Sebagai pertimbangan, NTB telah berhasil mencetak pemimpin kada yang muda dan visioner yang sekarang sudah berkecimpung di Nasional. Ya betul, Dr.TGH. M. Zainul Majdi, MA alias Tuan Guru Bajang. TGB telah membuktikan kepada masyarakat NTB bahwa ketika muda diberi kesempatan maka akan melahirkan prestasi dan kemajuan. Sejumlah penghargaan telah di sabet oleh politisi eks ketua DPW Partai Demokrat ini.

 

Jika TGB bisa, tentu milenial lainnya pun bisa, tinggal hanya diberikan kesempatan saja. Yang sulit hari ini adalah memberikan kesempatan yang sama ketika TGB maju kada pertama 2008, kemudian membuktikan diri sehingga terpilih kembali pada periode berikutnya, kenapa bisa terpilih lagi, tentu karena masyarakat NTB puas akan kinerja dan prestasinya. Jika demikian apakah sebagai masyarakat kita tidak akan memberikan kesempatan yang sama pada TGB bagi kaum muda-kaum muda lainnya, yang ingin membuktikan diri dan ikut jejak TGB sukses menjadi kepala daerah.

 

Membandingkan mana lebih baik yang muda atau yang tua tentu bukan itu maksud dari artikel ini. namun, penulis ingin membuka cakrawala berfikir kita bahwa kita hidup pada zaman era digital, maka kita juga butuh sosok kada yang mampu menjawab dan mengerti era itu. Inovasi dalam setiap solusi masyarakat harus di sellesaikan dengan cara-cara cepat dan sesuai zaman, bukan lagi dengan cara-cara tradisional. Kecepatan dalam mengambil sebuah solusi harus di barengi dan kreatifitas yang mumpuni. Muncul bukan lagi sebagai penikmat masalah namun hadir sebagai penyelesaian masalah. Pemuda saat ini adalah pemuda dengan jiwa-jiwa petarung dengan zamannya, bukan lagi sebagai anak yang hanya di nina bobokkan. Sebagai kaum milenial, kami siap bertarung membangun bangsa dan negeri.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru