Tujuan Pembelajaran Untuk Suatu Capaian

Tujuan Pembelajaran untuk Suatu Capaian Oleh: Kurniawan Guru MAN 1 Sumbawa

Sering kita kehilangan arah dalam hidup karena tidak memiliki panduan. Hal ini semakin terasa pada saat ini, ketika banyak orang tidak memiliki target terhadap sesuatu yang harus digapai.

Proses kehidupan terus dijalani tanpa tahu memilih jalan serta memperhatikan rambu-rambu. Tanpa kita sadari bahwa keadaan itu mencerminkan prinsip gasing yang hanya berputar-putar dan pada saatnya akan berhenti penuh keputusasaan. Kehidupan demikian perlu dihindari karena tidak memberi manfaat untuk pribadi, apalagi bagi orang lain. Secara esensi, kita menjalani kehidupan ini harus berlandaskan tujuan. Tujuan dapat menjadi panduan seseorang mencapai setiap tahapan hingga sampai pada titik yang ditargetkan.

Oleh karena demikian, tujuan adalah arah seseorang untuk mencapai hal yang diidamkan. Semua orang perlu tujuan dalam kehidupan ini. Jangan sampai kesalahan terbesar ketika kita tidak menyadari tidak mempunyai tujuan. Jika demikian, seorang guru yang tergolong profesi yang mulia harus memiliki tujuan sebagai pengajar dan pendidik. Seorang guru dalam pembelajaran dapat menentukan tujuan yang harus dilakukan. Tujuan pembelajaran menentukan cara guru dalam berupaya mencapai hasil yang maksimal bagi peserta didik.

Tujuan tersebut merupakan komponen terpenting tentang proses pembelajaran dalam durasi waktu tertentu. Perihal tersebut, tujuan pembelajaran sebagai pengikat aktivitas yang dilakukan seorang dan para siswa di kelas. Dalam sejarah muncul pandangan tentang perlu tujuan pembelajaran, pertama kali digagas oleh B.F. Skinner pada tahun 1950. Ide tersebut berkembang melalui Robert Mager pada tahun 1962 berdasarkan buku yang berjudul ‘Preparing Instruction Objective’.

Sejak saat itu, gagasan tersebut mendunia dengan diterima pada lingkungan pendidikan dan diterapkan secara baik untuk menentukan kesuksesan dalam pembelajaran. Begitu juga pemerintah dan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia telah menerapkan pula. Seperti tertuang pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang menjelaskan komponen RPP, termasuk cara menetapkan tujuan pembelajaran. Secara umum tujuan pembelajaran dipahami berupa pernyataan spesifik yang dibuat guru untuk dicapai siswa sebagai hasil belajar.

Seorang guru dalam menyusun pembelajaran harus secara cermat menetukan tujuan yang harus dicapai. Perlu dipahami bahwa rumusan tujuan yang jelas berguna untuk mengevaluasi efektivitas keberhasilan proses pembelajaran. Dampaknya, proses pembelajaran dikategorikan berhasil apabila siswa dapat memenuhi tujuan yang ditentukan. Keberhasilan ini bukan hanya dititikberatkan kepada siswa, tetapi peran guru juga. Guru bertanggung jawab menfasilitasi kesuksesan tujuan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru dan siswa di kelas berdasarkan tujuan. Oleh sebab itu, guru merencanakan dan mempersiapkan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk membantu siswa belajar. Tujuan yang ditetapkan sebagai upaya seorang guru menyadari pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi (SI), Standar Proses (SP), dan Standar Penilaian (SP). Sederhananya, tujuan pembelajaran merupakan pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa di kelas. Adanya tujuan pembelajaran, guru dapat mendesain sistem kegiatan belajar mengajar (KBM).

Seorang guru dapat menentukan materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, alat, media dan sumber belajar, serta menentukan dan merancang alat evaluasi. Perlunya tujuan karena menjadi kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan siswa berdasarkan tujuan yang ada pada setiap pertemuan. Penetapan tujuan untuk memudahkan guru mengontrol siswa terhadap penguasaan tujuan sesuai target kurikulum.

Sisi lain, apabila tujuan pembelajaran belum tercapai, maka seorang guru dapat mengevaluasi diri. Ada kendala pembelajaran yang perlu diatasi secara cermat pada diri siswa maupun guru. Oleh karena tujuan pembelajaran harus dapat dicapai pada setiap tatap muka (kelas, laboratorium atau lapangan). Inilah yang dimaksud dengan suatu capaian sebagai wujud tolok ukur keberhasilan proses pendidikan.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru