Kadispar Lotim Sentil Kepala BPPD


KM. Sukamulia - "Kalau anda mau terkenal maka banyak-banyaklah berkegiatan, minimal menulis", pungkas Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur DR H Mugni kepada Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim Ahmad Rozi yang sempat lupa diberikan ucapan penghormatan di awal pidato pembukaan kegiatan Gerakan Sadar Wisata di Destinasi Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (26 Juni 2019).

Pada kesempatan itu, di depan segenap peserta Gerakan Sadar Wisata yang diselenggaraka oleh Kemenpar RI, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur menyatakan segelumit sentilan kepada Kepala BPPD Lotim yang dinilainya masih sangat minim dalam melaksanakan tugasnya dalam memperomosikan wisata Lombok Timur.

Sentilan ini kiranya dapat dijadikan sebagai motivasi bagi BPPD Lotim supaya semakin giat memperomosik segenap aset pariwisata daerah Lotim, utamanya yang masih jarang diketahui atau belum begitu dikenal publik.

Pada dasarnya BPPD memang harus aktif dalam kegiatan promosi pariwisata daerah sebab hal itu adalah tugas dan fungsi utamanya. Lebih-lebih saat ini media promosi sangatlah banyak dan gampang diakses, misalnya saja melalui media sosial.

Di sisi lain, untuk melaksanakan kegiatan promosi, BPPD juga membutuhkan dana (anggaran) yang memadai sebab promosi tidak cukup lewat media sosial saja. Jika BPPD Lotim memiliki anggaran yang memadai maka ia bisa saja melaksanakan banyak program promosi, baik di daerah, dalam negeri hingga luar negeri.

Masih hangat dalam ingatan kami, saat menyampaikan materi Promosi Wisata Daerah pada kegiatan Diklat Pramuwisata Lotim beberapa bulan lalu, Kepala BPPD Lotim menyampaikan bahwa di tahun 2019 BPPD Lotim hanya mendapat anggaran sebesar 200 juta.

Terkait dengan hal itu, Kepala BPPD Lotim menganggap anggaran tersebut masih terlalu minim untuk melaksanakan kegiatan promosi yang profesional dan luas.

Dengan demikian jelaslah bahwa BPPD Lotim kurang berkegiatan sebab anggaran yang dimilikinya terlalu minim. 

Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah pihak BPPD harus mampu menjalin kemitraan dengan Dinas Pariwisata dan dinas-dinas terkait  serta lembaga-lembaga dan investor yang bergerak dalam bidang pariwisata sebab kalau hanya mengandalkan kucuran anggaran secara kelembagaan maka promosi patiwisata Lotim tidak akan pernah bisa terlaksana sesuai dengan tufoksi BPPD.

Semoga ke depannya, Dispar dan BPPD Lotim dapat menjalin sinergi yang kuat dan tidak mengembangkan etos persaingan dan justifikasi satu sama lain sebab pada dasarnya kedua instansi ini memiliki tujuan yang sama, yakni Memajukan Pariwisata Lombok Timur pada khususnya dan Pariwisata NTB pada umumnya.
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru