Jadilah Demonstran Bukan Demonstransaksi.

Oleh: Imam syafi'i 

Salah satu catatan sejarah yang kemudian saya tawarkan dalam artikel ini adalah insiden 21 Mei 1998 yakni dikenal dengan tumbangnya Rezim Orde Baru oleh masyarakat Indonesia dimana yang memotori Gerakan itu adalah Mahasisiwa karena melihat realitas sosial, Ekonomi dan Politik di Nusantara. 

Bagaimana Peristiwa Malari (Malapetaka Limabelas Januari) adalah peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974.

Bagaimana kakak dari soe hoegie yang bernama soehokdjin membentuk Gerakan golongan putih (Golput) 1912, Yang semua ini karena keadaan sosial dll. 

Demonstarsi adalah langkah atau gerak yang dibangun berdasarkan kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi politik yang terjadi, kemudian mempresurnya lalu menampilkan diri sebagai petarung tanpa dikendalikan oleh pihak lain apalagi tampil sebagai barisan sakit hati. 

Demonstarsi juga adalah langkah terakhir yang dipakai oleh para berbariens atau demonstran setelah melakukan jalan musyawarah mufakat (rekonsiliasi) yang semua itu tidak keluar dari etika-etika kita sebagai kaum terdidik. 

Ada beberapa hal kemudian saya bicarakan dalam hal ini yang pertama adalah bagaimana teman teman yang sering tampil sebagai parlementer jalanan memberikan pengajawantahan akan hajat demonstrasi yang sebenarnya hajat itu digelar dalam rangka membongkar kebohongan bukan berduga dan berasumsi. yang kedua, kiblatnya para parlementer jalanan adalah Data dan Fakta kemudian mempresurnya demi mendapatkan sebuah kebanaran, sangat dangkal dan rancu kalau hajat demonstrasi kita hadirkan dugaan dan asumsi.

Title Demonstrasi itu didapat karena perasan keringat dan panasnya trik matahari, lain dengan Demonstransaksi yang didapat lewat ATM. Oleh sebab itu saya Berharap kepada semua teman teman yang melakukan Demonstrasi presur sesuai keadaan sosial, ekonomi dan politik tanpa berharap akan ada transaksi, tanpa harus terjerumus dalam politik praktis apalagi di Stir oleh pemegang kepentingan Rabu 17 April 2019. 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru