Peduli Siaran Sehat di Inspiratif Expo

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat, mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap siaran media yang sehat. Siaran yang sehat dapat membentuk karakter anak-anak bangsa demi kemajuan Bangsa Indonesia. 

Wakil Ketua KPID NTB, Andayani, SE,. MM yang di dampingi Ketua Nusron Wahid dan Komisiner lainnya pada gelaran Inspiratif Expo pekan ke 16, Minggu (15/7) menyampaikan bahwa tugas dan kewajiban lembaga ini menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia, Ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran.

Didepan ratusan pengunjung Carfreeday Udayana,  Andayani memberikan pemahaman bahwa sebagai lembaga indipenden fungsi KPID sebagai lembaga perwujudan dan partisipasi masyarakat dalam penyiaran adalah mewadahi aspirasi dan mewakili kepentingan masyarakat akan penyiaran di Indonesia. “Fungsi ini sejalan dengan asas pokok KPI sebagai lembaga negara yang bersifat independen, yang harus melindungi masyarakat dari ketidakberdayaan menghadapi berbagai kepentingan dan kekuatan,” jelas Andayani

KPID juga menjadi semacam wadah yang menjembatani kepentingan masyarakat dengan institusi pemerintah dan lembaga penyiaran (yaitu radio dan televisi, baik publik, swasta, komunitas dan berlangganan). Hal tersebut tercermin dalam tiga macam tugas, fungsi dan wewenang KPI secara umum dalam bidang pengaturan, pengawasan, dan pengembangan sebagaimana tersebut di atas.

Komisioner bidang Pengawasan  KPID NTB, Sahdan yang mendampingi Ketua dan Wakil KPID NTB juga menjelaskan bahwa sesuai dengan UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran tugas, kewajiban, fungsi dan wewenang KPID ada 3 hal utama, yaitu Regulasi dan Pengaturan, Pengawasan dan Pengembangan.

“Dalam menjalankan fungsinya, KPI harus mengusahakan agar tercipta suatu sistem penyiaran nasional yang memberikan kepastian hukum, tatanan, serta keteraturan berdasarkan asas persamaan dan keadilan, mengedepankan    peluang     kepada warga negara untuk memelihara  hak-hak    asasi    akan komunikasi dan informasi ini,” ungkap Sahdan.

Komisioner yang tampil didepan pengunjung Inspiratif Expo ini juga menjelaskan bahwa masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi ikut memberikan laporan bila terdapat siaran atau konten yang dipublikasikan oleh media mengandung Hoax, sara, pornografi, LGBT, Terorisme, Narkoba, Miras, Kekerasan, pelecehan dan Bully ke Kantor KPID NTB Dinas Kominfotik di Jalan Udayana Nomor 14 Mataram NTB.

Masyarakat bisa datang langsung atau lewat Website http://diskominfotik.ntbprov.go.id/, atau sosial media baik itu, Facebook, twitter, istagram @kpidntb, dengan cara mengetik nama lembaga penyiaran (Radio atau TV), nama program acara, waktu penayangan, deskripsi dugaan pelanggaran, saran terhadap program penyiaran, nama pelapor dan alamat pelapor.

KPID NTB berharap peran serta masyarakat dalam mengawasi siaran sangat penting. Lebih utama kesadaran masyarakat untuk memilih dan memilah siaran sehat dan berkualitas yang akan di tonton atau didengarkan. (Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru