Seputar Kejanggalan Kasus BPR di Mata Aktivis

Opini - Setelah di tetapkannya bapak ihwan (ketua) dan bapak mutawali (wakil)  kasus korupsi oleh KEJAKSAAN TINGGI NTB terkait dengan penyelewengan anggaran hasil konsolidasi untuk perubahan status Perusahaan Daerah ke Perseroan Terbatas Bank Pengkreditan Rakyat NTB sekitar 1.7 M. dan sampai sekarang hanya kedua pengurus tim konsolidasi tersebut yang di proses dan sedang ditahan di LAPAS Mataram.

Saya berpendapat terindikasi adanya permainan antara pihak penegak hukum dengan pemprov, jelas saja bahwa konsolidasi perusahaan tersebut merupakan program kerjanya pihak pemerintah daerah, lalu tanggung jawab dari pihak pemerintah daerah tidak pernah dimunculkan dalam kasus ini selama proses hukum, di media cetakpun sering bermunculan celoteh tersangka yang membeberkan nama-nama yang terlibat namu pihak penegak hukum tetap saja tidak peduli, saya menganggap bahwa kedua tersangka tersebut hanya dijadikan tumbal.

Saya berbicara secara normatif saja dan tidak mengungkapkan bahasa  hukum, karena saya tau pihak penegak hukum lebih paham hukum secara materil dan formil, atau mungkin mereka tidak pernah membaca PERMENDAGRI NO.94 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN BANK PENGKREDITAN RAKYAT MILIK PEMERINTAH DAERAH khususnya pasal 9 bahwa disana jelas tertera apabila ada kerugian PEMDA lah yang bertanggung jawab, bukan malah berbalik muka terhadap kasus ini.

Satu hal yang harus kita ketahui bahwa setiap perusahaan yang bertindak melawan hukum maka semua pihak yang terkait dalam perusahaan tersebut harua diproses untuk menemukan titik terang dalam penegakan hukum, dalam kasus ini pemerintah daerah yaitu Manggaukang pemegang saham dan pihak terkait lainnya seharusnya ikut di proses.

Belum lagi pihak KEJATI yang menanggapi laporan masyarakat NTB di pusat (Kejaksaan Agung) terkait kasus tersebut dengan wacana sopannya yaitu "LAPORAN NDI KAMI ANGGAP SIA-SIA", wow, merupakan wacana yang sangat bijaksana dari pihak penegak hukum. Saya yakin ini adalah awal kemunduran sistem penegakan hukum di NTB. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru