Kartiniís Day

KARTINI’S DAY

Oleh Miff (Kopri Al-farabi) 

Pagi yang cerah, membangunkan semangat jiwa kartini pada diri. “Kartini’s Day” itulah sebutan untuk hari ini, hari dimana memperingati lahirnya Sang Ibu Pertiwi yaitu Ibu Kartini yang memiliki peran yang sangat berpengaruh di masanya hingga sekarang, mengangkat derajat perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dengan kaum laki-laki.
“Sudah lama kalian berjuang
Sudah lama kalian gelap
Bangkit maju menuju kesetaraan
Singkirkan para musuhmu
Musuh yang menganggap perempuan lemah
Kalian punya hak untuk merdeka
Kalian punya kewajiban untuk berjuang bersama
Jangan pernah ragu untuk bangkit
 Nasip perempuan ada ditanggan kalian
Jangan pernah diam tertindas
Bangkit melawan demi kemerdekaan perempuan”

Sepucuk puisi yang menambah semangat pagi sya. Puisi yang dikirimkan oleh senior bang Dika.
Tak lupa pula  PMII juga memberikan sepucuk puisi sederhana kepada sang Ibu Pertiwi, yaitu dengan diadakannya apresiasi memperingati hari Kartini yang diselenggarakan oleh salah satu rayon Komisariat UIN Mataram yaitu Rayon Salahuddin Al-Ayubi, yang dilaksanakan di Kampus II UIN Mataram,  dengan tema “Menumbuhkan Dan Meningkatkan Apresiasi Serta Kreativitas Dalam Ber-PMII” dengan agenda lomba memasak yang dimana satu tim terdiri dari 5 orang, 3 perempuan dan 2 laki-laki. Percampuran dalam satu tim ini dimaksudkan bahwa perempuan dengan laki-laki itu setara dan saling membutuhkan.  (Mataram, 21 April 2018)
Acara yang sangat sederhana namun begitu berkesan dan memiliki nilai yang begitu dalam. Acarapun dibuka dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan Mars PMII. Setelah itu sambutan-sambutan dari senior-senior dari komisariat, Ketua Cabang Demisioner (Mantan Ketua PC PMII Mataram)  yaitu sahabat senior Solihin dan sahabat senior  Abdul Kadir Jaelani yaitu Ketua PC PMII Mataram.
Acarapun dimulai dengan sangat meriah, apalagi kata-kata sambutan yang disampaikan oleh para senior seakan terngiyang-ngiyang bernyanyi di dalam diri menambah dan membangkitkan semangat jiwa Kartini. Sambutan yang disampaikan oleh sahabat senior Sholihin selaku mantan PC PMII Mataram yang tidak bisa saya lupakan yaitu tentang teori Matahari Dan Bintang. Matahari adalah laki-laki dan bintang adalah perempuan, yang memiliki sinarnya masing-masing, yang dimana matahari dan bintang saling membantu, ketika matahari lelah dan menyerah akan ada bintang untuk mengantikan perannya dan begitupun sebaliknya. Beliau memberikan teori matahari dan bintang mengartikan bahwa laki-laki dan perempuan itu memiliki kesetaraan. Beliau juga mengatakan bahwa “Kalian para perempuan tidak harus menjadi seorang Kartini, tetapi bagaimana carannya kalian bisa menjadi lebih dari Kartini, karna masa kalian dengan Kartini berbeda, sehiingga kalian para perempuan harus bisa lebih dari  Kartini”. Beliau juga mengatakan “Paling tidak jika  sahabat/I tidak bisa mengikuti seluruh atau secara totalitas bagaimana  perjuangan seorang Kartini paling tidak sahabat/I hari ini mampu mencerminkan semangat juang dari Kartini ini bisa disalurkan oleh sahabat/i”.  Penyampaian  yang sangat sederhana namun begitu bermakna. Adapun sambutan yang disampaikan oleh  Ketua PC PMII Mataram, yang tidak bisa saya lupakan yaitu ketika beliau berkata “Bagaimana cara untuk meracik bagaimana cara menyatukan bumbu yang satu dengan bumbu yang lain, supaya bisa bermanfaat, bagaimana meracik bahan-bahan ini menjadi hal yang baru menjadi hal yang enak. Meyakinkan keseluruh publik bahwa hari ini kader-kader PMII mempunyai semangat. Bagaimana menjaga dan menjadi agen dari seluruh kegiatan…”. Penyampaian yang begitu sederhana dan dengan teori mereka yang berbeda namun memiliki satu arti yaitu bahwa perempuan itu memiliki hak atas dirinya dan perempuan dan laki-laki itu memiliki kesetaraan dalam hal kemerdekaan.
Acarapun di resmikan dengan pemotongan tali yang dilakukan oleh senior rayon Shalahuddin Al-Ayubi sahabat Muhammad Sholihin.
Dan acarapun berlangsung sangat meriah. Semangat yang ditunjukkan oleh sahabat/I begitu terasa, rasa kekeluargaan yang begitu kental terasa, canda tawa tidak lupa pula menjadi penghias selama berlangsungnya acara.
Acara ini begitu berkesan karena tidak hanya memperingati hari Kartini tetapi juga bagaimana kita menunjukkan kesetaraan  gender dan menyatukan jiwa kekeluargaan antar sesama. (Sabtu, 21 April 2018).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru