Sastrawan NTB Menggaung Di Kancah Nasional

"Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar keserjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra kalian hanya tinggal hewan yang pandai," Pramoedya Ananta Toer

Kutipan dari sastrawan kebanggaan Indonesia tersebut dapat menjadi pengantar kegenapan prestasi yang telah diraih NTB. NTB diusianya yang telah menginjak 59 tahun ini, putra-putrinya telah banyak mengukir prestasi baik di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan tidak ketinggalan kesusastraannya yang telah melanglang buanan hingga ke kancah Nasional.

Dimulai dari prestasi teranyar, penyair NTB, Kiki Sulistio yang memenangkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa mengalahkan penyair yang ada seantero Nusantara. NTB patut berbangga, karena kini tidak hanya bidang pariwisatanya yang dapat dibanggakan, tetapi sastrawannya juga.

Tidak sampai di situ, Bayu Pratama cerpenis NTB beberapa waktu yang lalu terpilih mengikuti Ubud Writer Festival sebuah ajang tahunan berkumpulnya penulis berbakat Indonesia.
Selama dua tahun berturut-turut, penyair dan cerpenis, Irma A. Sekartaji disusul Bayu Pratama juga terpilih mengikuti Makassar Writer Festival yang merupakan ajang bergengsi berkumpulnya para sastrawan dari Indonesia Timur.

Tidak sampai disitu, banyak karya-karya sastrawan dan penyair NTB yang beberapa tahun terakhir meramaikan surat kabar ternama Nasional, seperti Harian Kompas, Koran Tempo, Suara Merdeka, Republika, dan koran-koran ternama lainnya. Arianto Adipurwanto, salah seorang cerpenis asli NTB yang namanya belakangan marak hadir di koran-koran tersebut.

Ini merupakan kemajuan yang patut untuk diapresiasi dan dibanggakan. Mengingat, apalah gunanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan pariwisata tanpa adanya kemajuan di bidang sastra. (nov)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru