Kelas Yang Efektif Seperti Apa?

Secara garis besar kelas dapat dikatakan efektif apabila materi yang disampaikan oleh guru dapat diterima dengan baik oleh siswa, menyenangkan, interaktif, dan potensisi siswa mampu teroptimalkan . Hal ini dapat terwujud apabila terjadi interaksi yang baik anatara guru dan siswa sebagai komponen kelas. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, guru perlu mengusai menejemen kelas yang baik agar kelas yang berlangsung dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan sistematis.

Proses belajar mengajar pada intinya adalah sebuah proses menyampaikan dan menerima sesuatu. Banyak guru pada awal-awal karirnya mengabaikan hal ini. Mereka cenderung mengutamakan bagaimana agar kelas menyenangkan saja atau bagaimana jam pelajaran yang tengah dipegangnya dapat selesai tanpa memperhatikan apakah materi yang seharusnya dikuasai siswa pada saat itu sudah terserap dengan baik atau belum. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru dituntut untuk memiliki perencanaan penyampaian materi yang matang atau apa yang akrab disebut lesson plan.  Oleh karena itu, penting bagi guru untuk merancang lesson plan mereka demi dapat tersampaikannya materi yang akan diajarkan dengan baik.

Setelah memastikan siswa dapat menyerap materi saat proses belajar dan pembelajaran di dalam kelas. Kelas sebaiknya dikondisikan agar tidak membosankan. Jika siswa dalam kondisi bosan, maka materi yang sedianya sudah direncanakan dengan baik penyerapannya tidak akan efektif. Oleh karena itu dalam mengajar, guru sebaiknya mampu mengkondisikan kelas agar menyenangkan sedemikian rupa dan penyampaian materi berlangsung secara interaktif, tidak monoton dengan melakukan komunikasi satu arah. Intinya, siswa harus ikut aktif dan komukatif selama kelas berlangsung.

Mengatur iklim kelas saat mengajar agar menyenangkan sangatlah penting.  Iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan. Iklim belajar yang kondusif dapat ditunjangoleh berbagai fasilitasbelajar yang menyenangkan. Hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan guru dan di antara peserta didik itu sendiri.

Lingkungan kondusif menurut E. Mulyasa (2004:4) dapat di kembangkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut:

  1. Memberikan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalammelakukan tugas pembelajaran.
  2. Memberikan pembelajaran remedial bagi para peserta didik yang kurang berprestasi atau berprestasi rendah.
  3. Mengembangkan organisasi kelas yangefektif, menarik, nyaman, dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal.
  4. Menciptakan suas kerjasamasaling menghargai , baik antar peserta didik maupun antara guru dengan peserta didik.
  5. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar pembelajaran.
  6. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara siswa dan guru.

Isla Miyah dalam blognya islamiyah2931.blogspot.com mengatakatan betapa pentingnya menejmen kelas yang harus dikuasai oleh guru. Adapun pengertian menejmen kelas adalah usaha sadar untuk merencanakan, menorganisasikan,  mengaktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan atau supervise terhadap program dan kegiatan yang ada di kelas,  sehingga proses belajar apat berlangsung secara sisematis, efektif, dan efisien sehingga seala potensi peserta didik mampu dioptimalkan.

Keberhasilan memenej kelas dapat terlihat dari tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh guru sebelumnya. Masih merujuk pada  islamiyah2931.blogspot.com, tercapainya tujuan menejmen kelas dapat terdeteksi atau dilihat dari:

  1. Anak-anak memberikanrespon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa. Atinya, bahwa prilaku yang diperlihatkan peserta didik seberapa tinggi,sebaerapabaik, dan seberapa besar terhadap pola prilaku yang diperlihatkan guru kepadalnya di dalam kelas.
  2. Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya. Perilaku yang diperlihatkan guru berupa kinerja dan pola perilaku orang dewasa dalam nilai dan norma balikannya akan berupa peniruan dan pencontohan oleh peserta didik baikatau buruknya amat bergantung kepada bagaimana prilaku itu diperankan.

Prinsip-prinsip menejmen kelas yang dikembangkan oleh Djamarah (2006), terdiri dari:

  1. Hangat dan antusias,guru yang hangat dan akrab pada peserta didik selalu menunjukan antusias pada tugasnya atau pada aktifitasnya akan berhasildalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
  2. Tantangan. Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah peserta didik untuk belaja sehingga mengurangi potensi munculnya tingkah laku yang menyimpang.
  3. Bervariasi. Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru,polainteraksi antara guru dan peserta didik akan mengurangi munculnya gangguan peserta didik serta menciptakaniklim belajar mengajar yang efektif.
  4. Penekanan hal yang positif. Guru harus mampu menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative.
  5. Penanaman kedisiplinan. Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah peserta didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab.

Setelah mengetahui tujuan dan prinsip-prinsip dalam menejmen kelas, hal yang tak kalah peningnya untuk diperhatikan adalah hubungan guru dengan siswa di dalam proses belajar mengajar. Tak peduli seberapa terencanakannya materi atau bahan ajar, tak peduli seberapa bagusnya metode yang digunakan, namun jika hubungan guru dan sisa merupakan hubungan yang tidak harmonis, maka dapat menciptakan output yang tidak diinginkan. Dalam hubungan ini, salah satu cara adalah dengan adanya contact hours atau kegiatan interaksi guru dengan siswa diluar jam-jam persentasi di dalam kelas.

Sebagai kesimpulan, kelas yang efektif tidak hanya berdasarkan penyampaian materi saja meskipun hal tersebut sangatlah penting. Kelas yang efektif juga harus memilikimenejmen yang baik, berupa hubungan interaktif antara guru dan peserta didik, iklim kelas yang harus menyenangkan, tujuan guru dan murid tercapai, dengan mengikuti prinsip-prinsip dalam memenejmen kelas.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru