Belajar Berkarya Dari Alam Semesta

Belajar Berkarya dari Alam Semesta

KM. MASBAGIK. Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big Bang.

Adapun ayat-ayat yang menjelaskan bahwa Allah SWT-lah yang telah menciptakan alam semesta adalah  yang artinya: “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”(Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ).

Dari ayat diatas sudah sangat jelas kita sebagai hamba manusia seharusnya lebih banyak memperhatikan segala jenis penciptaan Tuhan baik yang dilangit maupun dibumi. Karena sungguh sangat besar pembelajaran yang ada di dalamnya. Kita ambil contoh alam semesta yang terdiri dari langit, planet, bintang, bulan, gunung, samudera semua tertata begitu rapi dan sangat sempurna. Langit diibaratkan sebagai atapnya dunia yang menaungi dan memberi warna bagi kehidupan mahluk hidup. Planet-planet khususnya di Bumi dijadikan sebagai markas tinggalnya semua organisme yang hidup baik berupa manusia, hewan, tumbuhan dan lainnya. Bintang dijadikan sebagai penghias dari gelapnya malam hari. Bulan sebagai pelengkap indahnya malam yang penuh kedinginan. Gunung sebagai pasak dunia dan menunjukkan kebesaran kekuasaan Tuhan. Samudera sebagai perumpamaan luasnya lautan ilmu Tuhan yang tak akan habis-habisnya.

Semua itu sebenarnya bisa dijadikan sebagai ibrah buat kita semua. Jadilah pribadi yang selalu taat kepada-Nya, selalu tegar dalam menghadapi cobaan, selalu berdzikir pada setiap saat di kala sedih ataupun senang. Karena hanya dengan seperti itulah kita akan menemukan indahnya kehidupan yang sesungguhnya. Jadilah pribadi yang selalu menggali pedoman Qur’ani agar menjadi manusia yang seutuhnya. Salam toes dari kampung. Kami cinta TAI.

By_Andre D’Jails

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru