Sambung Rasa KIM

Kamis, 5 Agustus 2017 Saya mengikuti sebuah acara atas undangan Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FORKIM) Lombok Timur, Tapaul. Acara tersebut disponsori oleh Pengurus Kampung Media dengan Pembicaranya adalah Kabid dari IKP (Informasi komunikasi dan Persandian) NTB dan dari Lombok Timur di hadiri oleh jajaran dari Dinas IKP (Informasi komunikasi dan Persandian) Lombok timur. Acaranya dikemas serius tapi santai di sebuah lesehan di Masbagek. Tema yang terpampang di depan forum itu adalah Pertemuan Sambung Rasa Anggota Kelompok Informasi Masyarakat, sebuah tema ringan yang sarat pesan tersirat.

Yang menarik bagi saya bukanlah tema yang diambil pada saat itu, plus paparan yang disampaikan oleh para pembicara dari dinas terkait, karena hal itu secara normatif sudah biasa dalam forum-forum diskusi KIM. Tapi yang sangat saya rasakan istimewa dari pertemuan itu adalah bertemu dengan kawan-kawan yang sudah tergabung di dalam dua komunitas yang hadir pada saat itu, yaitu FORKIM lotim dan komunitas Kampung Media. Terutama kawan yang dari komunitas Kampung Media, Asri dan Badri.

Usai acara kami beramah tamah, bertukar sapa sampai saling memberi nomor phone cell, yang ternyata dua kawan inilah yang selama ini diceritakan kepada saya oleh salah seorang teman bahwa yang telah mengangkat potensi-potensi wisata di wilayah Madayin yang belum terekspos ke publik.

Kegembiraan saya berkaitan dengan angan-angan yang selama ini selalu mengiang di benak saya bahwa suatu saat nanti terjadinya geliat pariwisata di Desa Madayin dan Obelobel yang bisa membangun ekonomi masyarakat. Yang mana geliat tersebut selalu menjadi celetukan tetangga saya kala kami ngopi bareng dan bercerita tetang masa depan wilayah itu, dia selalu bilang bahwa dulu ada seorang Tuan Guru Toak bernama Tuan Guru Haji Muttawalli pernah berkata “Nanti daerah ini akan menjadi kota terakhir yang paling indah, akan ramai dikunjungi orang, siapa yang masih hidup dan bertahan di daerah ini pada masa itu insha Allah akan merasakan kemegahannya.” Saya pun sambil manggut manggut berdoa dalam hati semoga apa yang dimaksud tuan guru itu adalah masa-masa sekarang supaya kitalah termasuk orang-orang yang menyaksikan tuah Tuan Guru Toak tersebut.

Memang gembar gembor tentang akan adanya pembangunan daerah wisata di wilayah obel-obel dan madayain sudah lama terdengar, bahkan mapping plannya sudah dibuat oleh seorang pelaku bisnis wisata yang katanya akan membangun sebuah menara sejenis eiffel paris. Bahkan gambar-gambar bangunan yang rencananya akan dibangun beserta mapping tata ruangnya sudah dibuat dan diberikan kepada tokoh-tokoh masyarakat tertentu dan saya berkesempatan telah melihatnya. Sebagai penguatan pengusaha itupun sudah memebebaskan lahan sekitar 300 H lebih untuk tujuan itu, belum lagi pemilik-pemilik modal yang lain yang berasal dari luar daerah, bahkan ada yang berasal dari etnis china.

Namun itu sampai sekarang hanya menjadi sebuah cerita nina bobok di masyarakat, sehingga timbul di benak saya bahwa pelaku pelaku bisnis wisata dari luar daerah dan dari etnis china ini sengaja untuk belum membangunnya agar tanah-tanah di daerah itu tidak melonjak harganya sampai mereka bisa menguasai tanah lebih banyak lagi. Dan itu bisa memperlambat perkembangan masyarakat, karena tanah-tanah yang dibeli oleh pelaku usaha pariwisata itu dibiarkan begitu saja, dan ini bisa menghambat efek domino terhadap kesejahteraan masyarakat.

Tapi biarlah itu menjadi bahan diskusi kami di Madayin, mumpung kami sudah bertemu dan semoga bisa berlanjut ke arah diskusi yang intensif. Satu hal yang menjadi tujuan pribadi saya apa bila daerah Madayin ini maju adalah pemuasan psikologis yang mana selama ini banyak orang underestimate (meremehkan) terhadap pilihan saya untuk tetap bertahan menunaikan tugas sebagai pengajar di sebuah SMP Negeri di daerah itu. Syukur Alhamdulillah pertemuan kami dalam acara ini adalah merupakan nikmatNya yang paling baik pada hari ini. Terima kasih atas saran dan informasi terkait portal Kampung Media yang memberi ruang kepada penulis-penulis pemula untuk bisa menuangkan gagasan di area publik.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru