Menulis : Menyehatkan Hati

Setiap manusia, seyogyanya mengharapkan hidup dalam keadaan bahagia dan tenang.  Bahagia dan tenang merupakan dua hal yang dimaknai selaras dan berkaitan. Namun apabila dicermati ada perbedaan situasi dan kondisi kemunculannya dalam perasaan di hati setiap manusia. Sebaliknya juga kita tidak bisa pungkiri bahwa perasaan resah, susah dan sedih sering berkecamuk di dalam hati disebabkan berbagai permasalahan hidup yang tidak sesuai harapan. Dua sudut hati ini dapat memberikan efek yang berbeda dan bertolak belakang bagi kehidupan manusia. Satu sisi, memberikan pengaruh positif sedang satu sisi lagi dapat menyebabkan hal-hal negatif bagi manusia itu sendiri seperti depresi (tekanan bathin). Itulah mengapa manusia yang mencintai dirinya selalu berusaha berada pada sudut yang positif yaitu hidup tenang dan bahagia. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Allah tidak memandang kepada bentuk tubuh dan penampilan manusia melainkan lebih memandang kepada kondisi hati atau bathin. Hal ini mensinyalir bahwa apa yang tampak dalam penampilan luar merupakan pengejawantahan isi hati setiap insan.

Banyak tips yang bisa kita baca dan dengar dari para ahli kesehatan jiwa maupun ahli spiritual tentang cara-cara yang bisa diterapkan supaya kondisi kejiwaan tetap stabil pada posisi yang tenang untuk melahirkan keceriaan. berbagai perasaan yang ingin diungkapkan. Bisa berupa kebahagiaan, kesedihan bahkan bisa berupa permasalahan dan keinginan. Sering kita dengar berita orang bunuh diri atau ada yang tega mencelakai orang-orang di sekitarnya akibat depresi yang tinggi. Perlu diketahui bahwa depresi memiliki level sesuai dengan kriteria yang sudah disepakati oleh para ahli kejiwaan seperti istilah major depression atau bipolar disorder dan seasonal affective disorder, secara garis besar depresi ada dua tingkatan, sedang dan tinggi. Untuk menanggulangi gangguan kejiwaan akibat tekanan bathin ini, para ahli dan pemerhati juga memformulasikan berbagai teori dan treatment (penanganan) yaitu bahwa depresi bisa dikurangi atau dihilangkan dengan mendekatkan diri kepada sang Pencipta, berkumpul dengan keluarga dan kawan dekat, refreshing ke tempat-tempat wisata, menyibukkan diri, mencurahkan perasaan secara lisan maupun tulisan dan masih banyak lagi treatment yang bisa diterapkan. Dalam tulisan ini khusus di bahas bahwa dengan menulis dapatkan mengurangi dan menghilangkan stress (tekanan bathin).

Seperti dibahas diawal bahwa sisi negatif perasaan yang bisa menimbulkan stress, depresi, tekanan bathin atau apapun istilahnya pada hakekatnya adalah tersumbatnya atau terhambatnya proses mengungkapkan isi hati akibat dari guncangan permasalahan kehidupan yang dihadapi. Proses mengungkapkan isi hati itu merupakan cara untuk membagi tekanan kepada orang lain sehingga secara abstrak tekanan bathin pada diri orang yang bersangkutan menjadi berkurang karena secara intrinsik sudah mencakup menceritakan, meminta dukungan, konfirmasi dan solusi kepada orang lain. Menurut Tarigan, menulis berarti mengekspresikan gagasan, ide, pendapat dan fikiran dan perasaaan secara tertulis..

Tetapi yang menjadi permasalahan adalah kegiatan menulis masih jarang dilakukan oleh sebagian besar orang. Menulis memang menurut sebagian orang masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, di mana ada yang merasa sulit menuangkan fikiran-fikirannya, ada yang merasa takut menyampaikan ide-idenya dalam bentuk tulisan karena takut salah merasa tidak punya cukup ilmu tentang aturan menulis. Namun, dewasa ini banyak media sosial yang menyediakan tempat untuk curhat (mencurahkan isi hati) seperti facebook, twitter, instagram dan lain-lain. Sehingga facebookers bisa bebas membuat status dan tautan-tautan bahkan sampai overdosis alias melanggar norma yang tertuang dalam undang-undang ITE. Terkadang sampai masalah yang paling pribadi ditulis dalam statusnya, kemarahan kepada seseorang, rasa benci, rasa kangen dan sebagainya yang terkadang membingungkan karena apa yang disampaikan dengan bahasa hatinya tidak diungkapkan dalam usaha untuk difahami oleh pembaca secara umum, namun hanya tempat melampiaskan ego perasaannya saja yang ingin dimengerti. Tapi itu cukup membantu bagi penulisnnya untuk mengurangi beban bathin yang dirasakan menyesakkan dada. Tinggal perlu diberikan pemahaman bahwa media sosial yang merupakan area publik dan mana yang bersifat pribadi, kemudian diberikan arahan untuk memilah apa saja yang bisa dipublish di area publik karena kalau salah salah bisa berakibat fatal, bisa berakibat hukum dan hal-hal yang negatif lainnya.

Menurut Horiston dalam Darmadi (1996: 3-4), bahwa kegiatan menulis adalah sarana untuk menemukan sesuatu, dalam artian dapat mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita. Kegiatan menulis dapat memunculkan ide baru.Kegiatan menulis dapat melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide yang kita milki. Kegiatan menulis dapat melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang. Kegiatan menulis dapat membantu diri kita untuk berlatih memecahkan beberapa masalah sekaligus. Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi.

Satu hal yang kita salut adalah apa yang dilakukan oleh portal Kampung media yang menyediakan ruang untuk mengungkapkan ide, fikiran dan perasaan melalui tulisan dan video-vidio kegiatan merupakan langkah maju yang memiliki banyak manfaat.

(Izzy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru