Bangga Menjadi Warga Lombok

Hallow para pembaca di manapun anda berada, bagaimana ya…! menjadi warga Lombok sebuah kebanggaan bagi saya sendiri yang berasal dari Lombok dengan daerah tinggal kabupaten Lombok Tengah  yang terdiri dari beberapa kecamatan, nah saya termasuk  kecamatan Batukliang Utara Desa Tanak Beak Dusun Dasan Agung RT 04. Menjadi tempat kelahiranku tahun 1991 yang lalu, pas deh kayaknya nieh umur menikah, tapi soal itu belum kepikiran kesana perjalanan masih mpanjang masih meniti karir mendekati kesuksesan minimal mengurangi beban orang tua ketika nanti ingin menikah.

Di lombok sering disebut seribu masjid atau pulau religi apalagi dengan masjid khubbul waton Islamic center NTB yang sudah dipake menjadi tuan rumah MTQ yang ke 26 2016 yang lalu, sehingga itu menjadi ikon NTB wisata religi.  Misalkan di  desa rata-rata satu dusun satu masjid apalagi dengan rata-rata satu desa sepuluh dusun lebih, tinggal dihitung deh masjidnya sampai ribuan. Apalagi dengan dengan berbagai macam bahasa antar satu dusun dengan dusun bahkan satu desa dengan desa lainnya. Walaupun dengan beragam bahasa yang berbeda kita tetap menjaga persatuan.

Bersyukur saja saya lahir di Lombok masih bisa menikmati udara yang segar, pemandangan yang indah dengan laut biru, gunung-gunung hijau seperti gunung rinjani  enak menjadi tempat petualangan. Jika dibandingkan dengan yang tinggal di kota sebaliknya akan bosan dengan volusi-volusi udara yang tidak sehat untuk dihirup, dengan kondisi jalan yang macet dan sumpek. Bahkan kita sering mendengar orang-orang kota metropolitan betah tinggal di Lombok ketika datang kesini menjadi surge sehingga tidak mau pulang.

Di Lombok memang kekurangan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam yang ada. Kekayaan alam yang dimiliki belum bisa dikelola dengan baik hanya orang asing yang mengelolanya sehingga menjadi contoh sederhana air saja dibeli menjadi masyarakat konsumen padahal kita punya sumber daya air dari daerah pengunungan. 

Kedepan hal ini menjadi tantangan karena sekarang ini dengan tanah yang  dimiliki masyarakat sudah tidak lagi menjadi miliknya karena sudah dijual sehingga hanya menjadi penonton hotel-hotel yang indah dibangun,, orang asinglah yang memilikinya dan menikmatinya. Pada akhirnya kita hanya menikmati pinggir pantai yang kotor, tentunya hal ini tidak kita ingingkan bersama. Maka kita kita sebagai kaum muda penerus bangsa harus mempersiapkan diri dengan kualitas kemampuan yang baik.

Namun terkadang yang tinggal di desa sedikit informasi yang didapatkan dibandingkan dengan yang tinggal di kota. Bahkan dari segi pendidikan yang kurang memadai apalagi pasilitas sarana dan prasarana, sebenarnya ini yang menjadi perhatian pemerintah bagaimana untuk memberikan pemerataan di semua daerah.

Sebenarnya pemerintah bisa melihat kondisi perekonomian, pendidikan, sosial, melalui desa, kecamatan, kabupaten kota, sampai Negara Indonesia, sehingga kelihatan kondisi ini menjadi Negara berkemajuan dan berkeadilan  itu masih jauh untuk diraih. Untuk mewujudkan semua itu maka perlu adanya kerjasama baik pemerintah pusat dari presiden sampai kepala daerah, gubernur, bupati walikota, kepala desa/lurah secara bersama-sama dalam meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran dan berkeadilan di masyarakat Indonesia secara merata.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru