Kota Yang Terkubur


KM. Sajang Bawak Nao _  Ada kota yang terkubur dibawah reruntuhan vulkanik, sebuah kerajaan yang pernah jaya di pilau Lombok, 762 tahun yang lalu. Pamatan adalah nama kota yang terkubur itu, Pamatan digambarkan pada babat Lombok, Pamatan merupakan adalah sebuah negeri yang sangat kaya raya dengan dikelilinginya oleh taman-taman bebuktan yang sangat indah dan menyejukkan.

Negeri Pamatan yang subur ini memiliki penduduk yang cukup banyak yaitu sekitar 10.000 jiwa/warga, Pamatan memiliki pasilitas jalan yang memadai yang bisa dijadikan akses perekonomian ke berbagai penjuru pulau lombok. Dan untuk masalah keamanan Pamatan memiliki benteng yang kokoh dengan tembok yang tebal dan tinggi.

Kota yang subur dan kaya-raya itu mendadak hilang begitu saja pada pertengahan tahun1257, kota yang sentosa ini tenggelam dan terkubur akibat letusan samalas yang dimana samalas dikenal pada saat ini dengan sebutan gunung baru jari yang berada di kompelk Guning Rinjani di kawasan danau Segara Anak, samalas memuntahkan kurang lebih 40 triliun kubik magma yang sangat padat dan di selimuti oleh kerudung debu yang menghalangi kemunculan sangsurya.

Letusan samalas yang begitu dahsyat, dengan tenaga dan gaya lempar mencapai 43 kilo meter dimana letusan ini juga mengubah zona atmosper dan merusak beberapa bagian lapisan ozon, sehingga letusan samalas ini tak hanya mengubur Pamatan yang makmur tapi beberapa kota lainnya juga ikut tenggelam.

Masa letusan Samalas adalah masa pertengahan abad eropa, sejak tahun 1991 sampai tahun 2007 museum arkeologi london melakukan penelitian, sebuah proyek arkeologi terbesar dikota ini. Penggalian yang dipimpin oleh osteologi Don Walker ini belasan ribu kerangka manusia pertengahan abad.

Di Indonesia ini memiliki banyak gunung yang berapi dan masih aktif sampai saat ini diantaranya adalah gunung Krakatau, Gunung Tambora dan Gunung Samalas ( Rinjani ). Gunung krakatau meletus  pada tahun 1883 dan Gunung Tambora pada tahun 1815, letusan Gunung Tambora memiliki kadahsyatan 7 kali lipat dibandingkan Gunung Krakatau Sedangkan Gunung Samalas Memiliki 2 kali lipat letusan dibandingkan gunung Tambora.

Brian Walsh, seorang edotor senior majalah TIME, menulis catatan orang indonesia kuno ( Babad Lombok ) yang menceritakan ledakan vulkanisir di Lombok yang menghancurkan Kota Pamatan, dimana ibu kota kerajaan kuno memberikan sebuah petunjuk bahwa kemungkinan kota itu masih ada, tinggal menunggu untuk ditemukan lagi entah oleh siapa dan kapan waktunya, kita semua tak tau dan kemungkinan juga itu akan menjadi bahan penelitian para geografis yang dimana nanti mengidentifikas bahwa gunung berapi membawa dampak bagi eropa tanpa musim.[]

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru