Alam Marah, Manusia Musnah

KM Gempar. Alam tidak lagi dilihat sebagai saudara, tetapi sebaliknya, sebagai objek yang harus diperas, dikeruk habis habisan dan didestruksi demi urusan perut, profesi, popularitas, dan sebagainya, tanpa mempertimbangan secara kritis dampak ekologis yang lebih luas seperti yang terjadi di Daerah Hulu Sumbawa ini.

penebangan pohon secara serampangan (illegal logging) dan perambahan hutan secara kolosal merupakan sederet bukti faktual masifnya aksi eksploitataif terhadap alam di wilayah ini. Namun menariknya, di tengah belitan fenomena krisis seperti ini, alam tidak mau tinggal diam. Alam ofensif dan melancarkan resistensi balik. Alam yang semula adalah sahabat (partner) lantas berubah menakutkan dan mengancam eksistensi manusia serta menghancurkan ekosistem kehidupan.

Banjir bandang disebagian besar wilayah Sumbawa beberapa tahun terakhir, Tanah longsor, ketidakpastian iklim, hancurnya lapisan ozon, meningkatnya suhu global (global warming) dan sebagainya merupakan bentuk resistensi alam yang nyata. Aneka bentuk resistensi ini menjadi simbolisme tuduhan sekaligus teguran pedas terhadap Manusia.

Jika sudah seperti ini, Siapa yang patut di salahkan. Alam ataukah manusia serakah yang hanya mementingkan kepentingan pribadi ?.

Salah satu contoh di Wilayah Kecamatan Lantung. Terlihat jelas pada gambar. Dulunya sepanjang tahun selalu dikenal dengan nama "Lampas" atau Air Terjun. Namun, sekarang terlihat seperti "Ai Ereng" atau air yang mengalir sangat kecil. Hal ini terjadi karena Hutan yang ada disekitar telah habis. pohon pohon besar ditebang secara serampangan hingga mengakibatkan kantung air daerah ini semakin menipis.

Daerah dataran tinggi Sumbawa ini menjadi jantung pemasok air terbesar bagi irigasi di Wilayah Hilir. Beberapa tahun terakhir, Wilayah Hilir selalu di landa banjir, lahan lahan pertanian terendam hingga banyak petani yang mengalami gagal panen. Sudah pasti hal ini merugikan perekonomian dan pendapatan dari sektor pertanian.

Amat jelas bahwa aksi perusakan alam membawa pengaruh yang besar dalam berbagai dimensi dan tata kehidupan. Alam tidak lagi menjanjikan suatu masadepan kehidupan yang baik dan mencerahkan. Malah sebaliknya, alam menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Untuk itu, marilah bersama sama kita awasi dan jaga alam kita secara bersama sama. Stop Ilegal logging dan jadikanlah Alam sebagai partnership untuk menekankan keberadaan alam sebagai Sahabat Dan Rekan manusia. ***Ryan Muammar () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru