Datu Seran Ekpress Satukan Sejarah Lama


KM. Sukamulia – Lombok dan Sumbawa memiliki ikatan sejarah yang cukup erat sebab pada zaman kerajaan, Lombok dan Sumbawa pernah dipinpin oleh satu orang pemerintah yang membawahi Kesultanan Sumbawa (Taliwang dan Seran) dan Kerajaan Selaparang. Kedatuan Munjung dan Kesultanan Seran juga memiliki ikatan sejarah yang cukup kuat, bahkan Makam Leluhur Kesultanan Seran terdapat di Munjung (Desa Anggaraksa saat ini). Ikatan sejarah itu menggugah Datulong untuk menyatukan sejarah lama itu dengan Kapal Cepat Datu Seran Ekpress yang dikelolanya.

Awalnya Presiden Direktur PT Keleang Sakti hanya melabuhkan satu armada Kapal Cepat Datu Seran Ekpress di Pelabuhan Kayangan dengan trayek Benete-Kayangan-Senggigi. Datu Seran Ekpress mulai dilabuhkan pada bulan Oktober 2016. Kapal Cepat Datu Seran Ekpress hanya membutuhkan waktu 2,5 jam untuk menempuh trayek Benete-Kayangan-Senggigi dengan biaya yang tidak begitu mahal.

Setelah mendengar informasi bahwa di Anggaraksa terdapat makam leluhurnya, Datulong merasa terpanggil untuk mengembangkan usaha transportasi laut yang dikelolanya. Beliau berkeinginan untuk menyatukan sejarah lama Kesultanan Sumbawa Seran dengan Kerajaan Selaparang dengan melabuhkan armadanya di Labuhan Haji Lombok timur, serta memper erta silaturrahmi dengan terah Selaparang. Bahkan, pada bulan Februari 2017, beliau mengunjungi makam leluhurnya di Anggaraksa dan beliau berkeinginan untuk memugar makam tersebut.

Uniknya, Datulong mendapatkan informasi mengenai keberadaan makam leluhurnya setelah membaca beberapa artikel yang dibagikan oleh Lalu Achamad Nofiyandi di halaman facebooknya, khususnya artikel yang berkaitan dengan keberadaan Makam Lendang Nangka dan ceirta-cerita mengenai Raden Mas Panji Tilar Negara yang terdapat di halaman Kampung Media.

“Awalnya Datulong mendapatkan informasi mengenai perjalanan Mas Panji Tilar Negara dan hubungannya dengan Kesultanan Sumbawa dari artikel-artikel tulisan pak Asri yang dimuat di Kampung Media, khusunya artikel-artikel mengenai Makam Purba Lendang Nangka dan perjalanan Hidup Raden Mas Panji Tilar Negara serta cerita mengenai Makam Anggaraksa yang sering saya bagikan di halaman facebook saya. Setelah mengetahui hal itu, Datulong menghubungi saya dan itulah awal dari ketertarikan beliau untuk berkunjung ke Lombok guna menyatukan sejarah lama dan itupula yang melatarbelakangi beliau hendak melabuhkan kapalnya di Labuhan Haji”, papar Nofiyandi kepada penulis.  

Keper dulian Datulong (Presiden DirekturPT. Keleang Sakti) atas sejarah lama kedua pulau ini dibuktikan dengan terus berusaha mengembangkan dan menambah armada lautnya yang menghubungkan antara Pulau Lombok dan Sumbawa dengan melabuhkan Kapal Cepat Datu Seran Ekpress yang dikelolanya di Pelabuhan Kayangan dan tidak lama lagi sosok bernama lengkap Drs. A. Hadiputra Datulong, M. Si, MBA akan melabuhkan armada lautnya di Dermaga Labuhan Haji Lombok Timur.

Secara pribadi, Datulong memiliki visi dan missi untuk membuktikan bahwa eksistensi Selaparang dan Seran pada masa lalu memang benar-benar ada serta membuktikan bahwa leluhur atau nenek moyang Selaparang dan Seran adalah pelau tsejati. Atas visi dan missi itulah sehingga saat ini Datulong akan segera melabuhkan Kapal Cepat Datu Seran Ekpress di Dermaga Labuhan Haji, paparNofiyandi.

Atas tujuan untuk menyatukan keluarga yang telah lama terpisah, Datulong berusaha untuk menambah armadanya dan menilik Dermaga Labuhan Haji sebagai tempat melabuhkan armadanya. Rencana ini kemudian di realisasikan dengan melakukan pengurusan izin dan sebagainya. Bahkan saat ini Datulong tengah sibuk mengurus penarikan armadanya yang berlabuh di Batam dan Manado untuk kemudian dilabuhkan di Labuhan Haji dan pelabuhan-pelabuhan lainnya yang ada di sekitaran perairan NTB.

LaluAchmad Nofiyandi, M. Pd (patner Datulong) juga menceritakan bahwa rencananya Datulong akan melabuhkan 6 armada lautnya (Datu Seran Ekpress) di seluruh wilayah perairan NTB yang akan menghubungkan seluruh wilayah NTB dan mempermudah masyarakat NTB melakukan perjalanan laut dengan biaya yang tidak begitu mahal dengan trayek Lawata – Calabai – LabuLalar – Kayangan– Labuhan Haji – Senggigi diperkirakan akan menghabiskan waktu tempuh sekitar 6 jam. Trayek Benete – Kayangan – Senggigi dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Trayek Tano – Kayangan dengan waktu tempuh 20 menit. Trayek Kayangan – Benete dengan waktu tempuh 45 menit dan Trayek Labuhan Haji – Labu  Lalar dengan waktu tempuh 45 menit.


Keseriusan Datulong untuk mengembangkan armada lautnya di Dermaga Labuhan Haji dibuktikan dengan berusaha menambah jumlah armadanya dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur beserta pihak Dinas Perhubungan Lotim dan dinas-dinas terkait. Pada tahun 2017 ini, beliau telah melaksanakan 4 kali kunjungan ke Lotim, kunjungan pertama dilakukan bulan Februari, pada kunjungan pertama ini beliau menemui Bupati Lombok  Timur guna membicarakan masalah rencana melabuhkan Datu Seran Ekpress di Dermaga Labuhan Haji. Pada bulan yang  sama beliau melakukan kunjungan kedua dan pada kunjungan ini beliau bertemu dengan Kepala Dinas Pehubungan dan kunjungan ketiga dilakukan pada awal Maret dengan tujuan untuk survey lokasi (DermagaLabuhan Haji).

Keinganan Datulong untuk melabuhkan Kapal Cepat Datu Seran Ekpress di Dermaga Labuhan Haji disambut hangat oleh Pemda dan Dinas Perhubungan Lotim sehingga Datu Seran Ekpress akan mulai dilabuhkan setelah proses pengerukan Dermaga Labuhan Haji  terselesaikan sebab jikatidak dilakukan pengerukan maka armada tersebut tidak akan dapat berlabuh dengan sempurna akibat dari dangkalnya areal pelabuhan.


Selain mengembangkan armada lautnya untuk melayani masyarakat umum, laki-laki yang akrab disapa Datulong juga akan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat Lombok yang mau bekerja sebagai staff pada lembaga yang dikelolanya. Bukan hanyaitu, Datulong juga serius untuk menyatukan sejarah lama Lombok dan Sumbawa dengan menjalin hubungan dengan Terah Kerjaan Selaparang sebab beliau adalah Terah dari Kesultanan Sumbawa  Taliwang dan Seran. Beliau membuktikan keseriusannya untuk mempersatukan sejarah lama dengan menjalin hubungan kekeluargaan dengan Keturunan Raden Mas PanjiTilar Negara dan bahkan beliau ikut berjuang untuk melakukan pembebasan lahan kompleks Makamdan Goa Anggaraksa yang merupakan peninggalan dan bukti sejarah eratnya hubungan antara Kerajaan Sumbawa dan Kesultanan Sumbawa yang ada di Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya, urai Achmad Nofiyandi (03/04/2017).

_By. Asri The Gila_ () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru