Promosi Pariwisata Secara Kontinyu


Objek wisata merupakan salah satu komponen penting dalam pariwisata, tak akan dikenal orang kalau tanpa promosi. Tanpa promosi, maka seindah, selengkap dan semarak apapun objek wisata tersebut, akan menjadi sia-sia. Dengan melakukan kegiatan promosi, selain dikenal, kemungkinan objek wisata dikunjungi oleh wisatawan. Lalu, promosi yang bagaimana agar objek wisata tersebut bisa sukses? Kemana larinya anggaran promosi pariwisata selama ini? Pertanyaan inilah yang mestinya dipahami oleh pengelola objek wisata, baik swasta maupun pemerintah.

Banyak hal yang harus diketahui sebelum mempromosikan objek wisata. Pertama, mengetahui jenis promosi dan jangkauannya. Kedua, tujuan wisatawan yang akan dijaring. Apakah wisatawan nusantara (wisnu), wisatawan mancanegara (wisman) atau wisatawan lokal?. Dan yang tak kalah pentingnya, apakah pasilitas, SDM dan pendukung objek wisata yang akan dipromosikan sudah siap, dengan kata lain sudah layak jual?


Jangan sekali-kali berbohong! Terlebih menjual objek wisata ke wisman kalau tidak sesuai dengan promosi. Justru akan menjadi bomerang. Biasanya, mereka akan menceritakan apa yang mereka rasakan, lihat dan alami kepada teman, keluarga dan wisatawan lain, termasuk soal kesantunan dan keramahan masyarakat setempat.

Kalau yang mereka katakan berisi hal-hal positif, itu justru akan menguntungkan. Tapi alangkah ruginya kalau sebaliknya. Jangan harap objek tersebut kelak didatangi oleh wisatawan lain, karena sudah terlanjur mendapat rekomendasi buruk dari wisatawan yang pernah datang dan ternyata kecewa berat.

Semakin gencar berpromosi, tentu kemungkinan dikenal dan dikunjungi wisatawan semakin besar. Pilih bentuk promosi yang paling sesuai dan bermanfaat. Dan itu pun harus dilakukan secara kontinyu.

Perlu dipahami, promosi objek wisata itu tidak bisa langsung dinikmati dalam waktu dekat. Dengan kata lain, promosi objek wisata merupakan investasi masa depan. Salah satu bentuk promosi objek wisata yang tepat adalah melalui media massa cetak maupun elektronik. Dampak dari promosi ini cukup positif. Dengan adanya promosi dan komitmen semua pihak, jumlah kunjungan wisata bisa dipastikan terjadi peningkatan.

Jumlah kunjungan wisatawan ini merupakan indikator capaian kerja Dinas Pariwisata  dalam upaya mewujudkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Ditempuh kebijakan peningkatan promosi dan pemasaran melalui program pengembangan pemasaran pariwisata. Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah wisatawan dengan mengoptimalkan kegiatan promosi pariwisata, peningkatan sadar wisata, memotivasi dan memberikan kemudahan bagi perjalanan wisatawan dan pengembangan sistim informasi yang efisien dan efektif.

Di kabupaten Lombok barat, secara nyata, promosi dalam daeah yang dilakukan adalah, Festival Senggigi (FS), Perang Topat, Lebaran Topat, Pagelaran Kesenian Daerah, Pameran Industri Pariwisata dan banyak lagi festival dan even-even daerah berskala nasional dan internasional. Semuanya tercatat sebagai calender of event. Sedangkan promosi secara nasional meliputi Gebyar Wisata Nusantara, Wisata Budaya Indonesia, Pasar Wisata Indonesia, serta Dewan Kesenian Daerah (Dekranasda) yang seluruhnya diselenggarakan di Jakarta. Motivasinya adalah, agar pariwisata terus bergema sehingga nantinya, mampu menggaet ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Lobar yang ada.     

Promosi keluar negeri yang telah dilakukan adalah, Korean Travel Mart (KOFTA), International Tourism Borse (ITB) di Berlin-Jerman, Road Show Malaysia serta Arabian Travel Market (ATM) di Dubai dan banyak lagi promosi tingkat dunia  yang melibatkan pihak ketiga.

Bahkan yang paling menggema sekarang adalah, promosi melalui Pesona Lombok Sumbawa. Alangkah bahagianya daerah kita, karena telah dinobatkan sebgai pemenang World Halal Travel Summit di Abu Dhabi, UEA. Perkembangan Lombok-NTB sebagai Destinasi Halal sungguh luar biasa. Apalagi pemerintah telah menargetkan 3 juta wisatawan mancanegara.

Kita boleh bangga, karena promosi yang dilakukan tidaklah sia-sia. Anggaran yang disediakan untuk melakukan kegiatan promosi pariwisata sudah sesuai dengan harapan. Pengenaan untuk itu, sudah tepat sasaran dan mencapai hasil yang cukup sempurna. Ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, terutama wisatawan dari Mancanegara

Dalam melakukan promosi, tak lepas juga dari  strategi pemasarannya. Strategi pemasaran ini hendaknya memperhatikan dua aspek sekaligus yakni, sisi pangsa pasar dan sisi pasok. Masing-masing sisi ini, terdapat segmentasi yang menentukan keberhasilan promosi dan pemasaran pariwisata.

Kendati kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan serta memiliki keyakinan bahwa, pariwisata adalah peraih devisa (PAD) andal. Namun perlu diwaspadai, semua unsur secara emergency sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Soal keamanan misalnya. Jika keamanan pada suatu lokasi wisata tidak mencerminkan situasi yang aman. Aman berkendaraan, aman di jalan, aman di tempat penginapan dan aman dalam mendapatkan kemudahan-kemudahan. Jika semua hak-hak wisatawan telah direalisasi, 10 atau 20 tahun mendatang, tidak akan menutup kemungkinan, pariwisata kita is always number one. Semoga! (L.Pangkat Ali) - 01

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru