Negeriku Bima Tercinta

KM TNC. ALLAH YG MAHA BERKUASA BERFIRMAN: "Dan sekiranya penduduk negeri beriman & bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami). maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. Maka apakah penduduk negeri itu mrasa aman dri siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?. Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?. Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yg tdk terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan (azab) Allah selain orang-orang yg rugi". (Al Qura'an Surah al- A'raf ayat 96-99).

Berdasarkan firman Allah tersebut, bencana dan siksaan itu datang karena dosa penduduk disuatu negeri itu yang mendustakan ayat-ayat Allah. Kita saksikan di zaman sekarang bukan lagi orang kafir saja yang mendustakan ayat-ayat Allah bahkan kita yang mengaku berimanpun ikut mendustakan ayat-ayat Allah. Pendustaan ayat-ayat Allah bukan saja lewat lisan tapi melalui perbuatan itu lebih berdosa lagi.

BEBERAPA AYAT-AYAT ALLAH YG SERING DIDUSATAKAN SEBAGAI BERIKUT:
1. Surah Ali Imran ayat 31 yang artinya: Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31). Kita lihat betapa banyak orang-orang yg mengaku beriman dengan kerasulan Muhammad salallahu alaihi wasallam tapi tdk mengikuti sunnah-sunnah beliau, bahkan mereka membenci sunnah-sunnah beliau, dan yang parahnya mereka melawan orang-orang yang menegakkan sunnah-sunnah beliau. Malah mereka melakukan yang bukan dari sunnah beliau.
2. Surah Al Baqarah ayat 275 yang artinya: Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, (QS. 2:275). Dengan terang-terangan orang-orang Islam sekarang melakukan praktek riba, mengambil jalan riba, dan menjadikan riba itu sebagai suatu kebiasaan, padahal mereka tau bahwa riba itu haram. Padahal Allah tidak akan menghukum orang-orang yang belum mengerti, tapi Allah menyegerakkan hukumannya untuk orang-orang yang mengerti tapi mereka melanggarnya, seperti orang-orang yang mengerti kalau riba itu haram tapi mereka melanggarnya.
3. Surah Al Maidah ayat 44 yang artinya: “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” [QS. 5 : 44]. Negeri mayoritas Islam tapi pemerintahannya tidak mampu berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah, sedangkan hukum selain Allah mereka mampu melakukannya. Terlalu banyak alasan untuk mereka tidak berhukum dengan hukum Allah. Ironisnya masyarakat Islam tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah karena jauhnya mereka dari ilmu agama. Sebagai contoh mereka membunuh secara massal seorang pencuri. Padahal yg seharusnya pencuri yang telah ditangkap itu harus diserahkan pada ulil amri untuk diputuskan sesuai putusan Allah yaitu di potong tangannya sesuai kadar yg dia curi. Bukan kita yg memotong tangannya apalagi membunuhnya, tpi yg berkewajiban menjalankan hukum yang Allah turunkan dalam kitab sucinya sperti memotong tangan si pencuri adalah ulil amri yang sah. Tapi kewajiban kita sebagai masyarakat hanya menyerahkannya pada ulil amri.
4. Surah Al Isra’ ayat 23 yang artinya: “Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]
5. Surah Al Isra’ ayat 32 yang artinya: “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. 17’: 32). Begitu banyak umat terdahulu yg dibinasakan sebab perbuatan keji ini. Hal itu terjadi pula di zaman sekarang, bahkan mereka menghalalkannya dengan menamakannya dgn pacaran. Para orang tua membiarkan anak-anaknya untuk pergaulan bebas. Bahkan banyak diantara para orang tua itu sendiri yang melakukan perselingkuhan.

Itulah beberapa ayat-ayat Allah dari sekian banyak ayat-ayat yg sering didustakan oleh penduduk yang mengaku beriman pd Al Qur’an. Kita membaca al Quran tetapi tidak mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya malah kita melanggarnya. Kita hanya menjadikan al Quran tersebut hanya bacaan saja, hanya nyanyian saja, hanya namanya saja.

Semoga dengan adanya peringatan Allah ini melalui banjir bandang yang melanda Kota Bima kita sadar dan kita berinstropeksi diri untuk betul-betul merealisasikan firman-firman Allah yang terkandung dalam kitab suci Al Quran. Marilah kita mengajak sanak saudara dan kerabat kita untuk sholat dan bermohon kepada Allah agar mengampuni dosa kita. Amin

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru