Selamat Tinggal 2016, Selamat Datang 2017

Oleh: Lalu Pangkat Ali

                Tahun 2016 sudah berlalu, sudah kita lewati. Tentu saja seperti pada waktu-waktu sebelumnya, setiap momen pergantian tahun, selalu saja dihiasi dengan berbagai macam acara. Ada yang menggelar renungan di dalam rumah. Ada yang menggelar acara hiburan, bahkan ada yang melekan hingga menjelang pagi. Namun terlepas dari bagaimana cara mengisi detik-detik pergantian tahun itu, sebenarnya ada hal lain yang tak kurang pentingnya untuk menjadi bahan renungan.

            Sesungguhnya, pergantian setiap waktu, baik detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, merupakan sebuah momentun untuk evaluasi. Evaluasi apa saja, termasuk perilaku maupun prestasi dari masing-masing orang. Kata orang bijak; hari ini lebih baik dari hari kemarin. Kalau hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin, sebenarnya betapa manusia itu sudah merugi. Idealnya, hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin.

            Waktu, sesungguhnya selain sekedar alat untuk menghitung perjalanan usia, lebih dari itu merupakan indikator untuk mengevaluasi dan momentum penting dalam intropeksi. Waktu juga adalah, pembatas dan pengatur agar dalam kehidupan ini berjalan teratur. Ada pagi ada siang, juga ada malam. Ada waktu kerja, istirahat dan tidur. Semua itu dalam kehidupan ini, sudah merupakan suatu irama yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Semuanya sudah ditentukan, karyawan harus masuk dan pulang kerja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Begitu pula, setiap orang yang merencanakan sesuatu. Akan terasa sulit untuk dilaksanakan bila tidak ditetapkan waktunya. Maka, semuanya punya deadline, punya batas waktu.

            Terlepas dari semua itu, yang penting adalah, bagaimana mengisi waktu dalam kehidupan ini dengan kehgiatan yang bermakna. Tidak penting berapa panjang sebuah pidato. Tapi, lagi-lagi kata orang, apa isi pidatonya. Demikian pula dengan kehidupan ini. Tidak penting berapa panjang usia seseorang. Tapi yang lebih penting adalah, mereka telah berbuat apa saja dalam mengisi hidupnya. Hal serupa juga berlaku bagi masa jabatan, usia sebuah daerah atau sebuah negara.

            Melalui momentum pergantian tahun ini, diharapkan ada perbaikan-perbaikan bagi perjalanan daerah dan desa kita dalam membangun masyarakatnya. Jika selama tahun 2016 lalu, masih terjadi penyimpangan, saling sikut dan saling sikat, kita berharap di tahun 2017 kali ini, tidak akan terjadi lagi. Mari sama-sama bertekad untuk memperbaiki diri. Yang jadi pemimpin, memimpinlah yang baik. Yang jadi pejabat, jadi karyawan, jadilah pejabat dan karyawan yang baik. Begitu pula dengan ulama, rakyat, pengusaha, anggoita DPR/DPRD, harapannya tentu akann dicapai cita-cita masyarakat maju, sejahtera dan adil.

            Selamat tinggal 2016, selamat datang 2017. Semoga di tahun 2017 ini, masyarakat NTB bisa lebih sejahtera. Sehingga akan lebih menambah kecintaan kita pada daerah tercinta, daerah Sejuta sapi. Semoha! () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru