catatan buat bupatiku

Aku bukan seorang insinyur yang tahu banyak hal. Aku hanyalah seorang masyarakat kecil yang cuma tahu kerja untuk mencukupi kebutuhan. Aku tidak tahu masalah pemerintahan. Tapi aku hanya tahu semua masalah itu tidak berarti ketika masyarakat mendapatkan kesempatan untuk bekerja sehingga mendapatkan penghasilan yang layak. Aku tidak butuh pemimpin yang hanya bisa bersuara dan bersandiwara tapi kami butuh pemimpin yang bisa bekerja dan menciptakan lapangan kerja. Kami tidak butuh aturan administrasi yang menjadi kendala tapi kami butuh sesuap nasi yang mampu memberikan kami secuil tenaga untuk bersua. Mungkin bapak tidak pernah mendengar istri bapak mengatakan bapak tidak berguna karena penghasilan bapak jauh dari rata rata. Tapi tidak dengan kami wahai bupatiku setiap waktu kami selalu merasa menjadi lelaki tidak berguna bahkan kata kata itu keluar dari mulut para wanita kami sendiri. Mereka bosan melihat kami hanya bisa duduk dan berharap dan tentunya bosan melihat kami tiap hari berkeliaran mencari sesuatu yang belum tentu kami dapatkan. Ketika kami memberikan sebuah impian tentang kebijakan bapak kami selalu dibilang bermimpi wlupun kami sadar kalau itu bukan mimpi karena kami tidak tidur. Kami sadar itu hanyalah sebuah ocehan orang yang terlalu berharap. Untuk itu wahai bapak bupati berikan akal sehatmu untuk menjalankan langkahmu. Ingat masyarakatmu yang butuh pekerjaan bukan ocehan dari para wanita mereka. Dan semoga diingat yang kami tahu hanya satu masalah yaitu perut dan satu solusi pekerjaan yang layak. Kami tidak butuh yang lain. Hiburan ceremonial yang hanya menambah masalah keluarga kami. Anak anak kami selalu menangis ketika mereka ingin pergi tapi uang kami yang tidak memberi. Jangan tambah masalah kami wahai bupatiku. Maaf!!!! () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru