Tebu Gula NTB Masih Terasa Pahit

Sejak diresmikannya penggilingan perdana Pabrik Gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Kabupaten Dompu NTB pada bulan juli 2016 lalu. Maka NTB secara resmi memiliki pabrik gula baru, tujuan didirikannya pabrik gula ini merupakan salah satu langkah presiden untuk mendukung nawacitanya khususnya dibidang swasembada gula nasional, Dengan beroperasinya pabrik gula PT. SMS yang berlokasi di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu ini maka diharapkan dapat mensuplai kebutuhan gula indonesia bagian timur khususnya NTB. Sekarang ini pemerintah tengah serius mengembangkan kebun-kebun tebu rakyat di wilayah kecamatan pekat dan kempo Dinas Perkebunan Kabupaten Dompu untuk memenuhi kapasitas pinggilingan 5.000 toon perhari.

Ada sekitar 5.000 ha kebun tebu dengan ijin HGU PT SMS dan 4087 ha kebun tebu rakyat yang dibantu oleh pemerintah maupun dari pihak pabrik melalui pinjaman, khusus pemerintah bantuan diberikan kepada petani yang memiliki lahan untuk menanam tebu melalui bantuan langsung masyarakat melalui kelompok-kelompok yang telah dibentuk dan memiliki sk dari pemerintah daerah. Kebun tebu rakyat ini terbentang mulai dari Desa Tambora, Kadindi, Nangamiro, Karombo, Calabai, Pekat, Beringin Jaya, Sorinomo, Nangakara, Doropeti, Soritatanga dan Tolokalo.

Namun pada tahap ini timbul berbagai macam persoalan Baik ditingkat lapangan maupun di lingkungan pabrik sendiri, dimana pihak menejemen PT SMS baru mampu menggiling giling 1000 toon perhari dari tebu rakyat dan HGU hal ini terkendala oleh kurangnya buruh tebang dan armada untuk mengangkut tebu, di tambah lagi dengan kondisi tebu rakyat yang sangat memprihatinkan dan tidak terawat karena usia tebu melebihi dari usia maksimal yaitu satu tahun atau satu kali masa panen sehingga kebun tebu menjadi hutan belantara yang tidak terawat dan kondisi rebah menyebabkan proses panen menjadi lambat, selain itu baru-baru ini terjadi demo oleh karyawan-karyawan PT SMS yang yang mematikan mesin boiler penggiling pabrik sehingga terjadi kerusakan pada mesin boiler pada akhirnya penebangan dan penerimaan tebu rakyat maupun HGU harus di hentikan sementara.

Tidak hanya itu setelah melalu proses penggilingan pabrik sudah menunjukkan hasil produksi gula tebu (rendemen) tersebut masih dibawah standar yaitu kurang dari 2% hal ini dipengaruhi oleh berbagsi hal seperti lamanya waktu penggilingan, kekursngan buruh dan armada angkutan. Tebu paling efektif harus digiling satu kali dua puluh empat jam semakin lama tebu berdiam setelah ditebang maka semakin mempengaruhi tingkat pengurangan hasil produksi gulanya, begitu juga dengan kondisi tebu, tebu yang ideal itu adalah bersih manis dan segar, saat ini yang mempengaruhi hal tersebut adalah di tingkat petani dan tenaga tebang yang harus terus di dorong sumberdaya manusianya sehingga mereka mampu budidaya tebu dan dapat memperlakukan tebu sebagaimana mestinya sehingga petani mendapatkan tebu yang ideal yakni bersih, manis dan segar sehingga hasil gulanya menjadi ideal pula. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru