Dulu Tanah Buangan, Sekarang Surga Dunia


KM. Sukamulia – Siapa yang tidak kenal Gili Trawangan yang kini disebut-sebut sebagai Potongan Syurga di Dunia. Namun tidak semua orang yang mengetahui bahwa sebelum menjadi Potongan Syurga di Dunia, Terawangan adalah Tanah Pengasingan yang dijadikan sebagai tempat pembuangan atau pengasingan para pelaku kriminal yang berasal dari wilayah Lombok.

Sebelum menjadi objek wisata favorit masyarakat dunia, gili ini (Trawangan) merupakan daerah pengasingan, ya tidak jauhlah beda dengan Nusa Kambangan. Gili ini dijadikan sebagai tempat pengasingan orang-orang yang dikenai pidana akibat pencurian, perampokan dan sejenisnya. Bahkan orang tua kami mengisahkan bahwa pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang, gili ini digunakan  sebagai tempat pengintaian dan bahkan sebagai tempat menawan orang-orang Lombok yang dianggap membahayakan mereka, jelas laki-laki berusia 32 tahun yang akrap dipanggil Ato’.

Warga Terawangan ini juga menceritakan bahwa menurut cerita yang didapatkan dari orang tua mereka, dulunya Terawangan adalah tempat berkumpulnya orang-orang terbuang dan bahkan Terawangan dijadikan sebagai tempat menyembunyikan (males: bahasa Sasak) hewan-hewan hasil curian, tapi itu dulu, heeeee.

Siapa sangka, tanah yang dulunya disebut-sebut sebagai tanah orang-orang terbuang kini menjadi objek wisata favorit masyarakat dunia. Keindahan alam dan keramahan masyarakatnya membuat daratan berpasir putih ini menjadi objek wisata yang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, bahkan sekarang Terawangan disebut-sebut sebagai objek wisata yang memberikan sumbangan APBD besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.


Keindahan Gili Trawangan memang tidak diragukan lagi, sehingga nama Terawangan dikenal oleh masyarakat dunia. Yach demikianlah Keadilan Allah, Tuhan Semesta Alam, Gili Trawangan yang dulunya sepi dan dihuni oleh orang-orang terbuang kini berubah menjadi syurga dunia. Pesatnya perkembangan wisata Gili Trawangan ini tidak lepas dari kesadaran masyarakatnya yang peduli untuk menjaga dan mempertahankan image tanah mereka di mata dunia.


Ternyata, orang-orang terbuang yang menjadi cikal bakal penghuni Terawangan tidak seseram dan sejahat yang dibayangkan oleh orang-orang terdahulu. Masyarakat Terawangan adalah masyarakat yang keras dalam bekerja, ramah dalam bergaul dan menghormati siapa saja. Hal itu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan daratan berpasir putih ini tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Kemanan dan kenyamanan pengunjung sangat diutamakan dan perlu diketahui bahwa saat ini, masyarakat Terawangan adalah masyarakat yang religius dan penghuninya adalah masyarakat islam yang toleran terhadap masyarakat yang beragama lain.

Mengacu dari hal itu maka dapatlah diambil suatu pemahaman bahwa sesungguhnya Allah memang Maha Adil bagi setiap ciptaan-NYA. Atas keadilan-NYA, Terawangan yang dulu dianggap sebagai tanah bungangan, kini berkembang menjadi objek wisata yang menarik perhatian masyarakat dunia. Yach, semoga saja gili yang indah permain ini tetap terjaga dan terus berkembang menjadi objek wisata favorit masyarakat dunia.

_By. Asri The Gila_ () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru