Pondok Pesantren, Solusi Tepat Untuk Generasi Muda Islam

Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks Islam inheren dengan konotasi istilah “tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib” yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah ini mengandung makna yang mendalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam: informal, formal dan non formal.

Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.

Fakta sejarah mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan islam merupakan faktor yang cukup berpengaruh dalam dinamika perkembangan islam di Nusantara. Salah satu lembaga pendidikan islam tradisional yang sampai saat ini masih memberikan kontribusi positif bagi dinamika islam di Nusantara adalah pondok pesantren. Pondok pesantren sendiri merupakan lembaga pendidikan islam yang didirikan pertama kali di Indonesia. Sampai dengan periode modern sekarang ini, pondok pesantren tetap mampu menunjukkan vitalitasnya sebagai kekuatan sosial, kultural dan keagamaan yang turut membentuk bangunan dari kebudayaan Indonesia modern.

Lahirnya pondok pesantren sebenarnya tidak terlepas dari sejarah masuknya islam ke Nusantara. Islam hadir ke Nusantara, melalui interaksi yang terbangun dalam aktivitas perdagangan internasional antara Nusantara dengan orang-orang/ suku bangsa yang berasal dari timur tengah. Islam mampu bertahan di Nusantara, bukan hanya dikarenakan oleh masuknya kaum sufisme timur tengah ke Nusantara, akan tetapi karena adanya feedback dari penduduk Nusantara, yang pergi dan belajar mengenai islam di Arab (timur tengah). Para pelajar Nusantara ini, sekembalinya dari Arab, memberikan pemahaman mengenai islam kepada masyarakat. Pada awalnya, pendidikan islam dilaksanakan di langgar, masjid atau pelataran rumah sang guru, namun seiring berjalannya waktu, aktivitas pembelajaran dilakukan dengan sistem asrama atau mondok.

Melihat Indonesia yang memiliki berbagai macam agama,keyakinan, dan kebuduayaan hingga tingkat modern pun sangat jauh canggih dari yang sebelum membuat karakter-karakter keyakinan,agama, dan kebudayaan saemakin mengikuti gaya-gaya asing yang dibawa oleh orang luar. Oleh sebab itu mondok adalah salah satu cara untuk tidak merubah kyakinan yang ada di negara Indonesia ini.

Kita ketahui bahwa Indonesia bukan merupakan negara islam, seperti negara-negara yang berada di wilayah timur tengah. Namun, sebagaimana yang telah diketahui, mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama islam. Fakta tersebut telah berlangsung cukup lama dan masih melekat pada Indonesia sampai saat ini. Berbicara mengenai islam di Indonesia memang merupakan suatu hal yang menarik, karena kegiatan-kegiatan bernafaskan islam sangat jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat yang memeluk agama islam. Kegiatan keagamaan tidak hanya yang bersifat wajib, melainkan banyak kegiatan semarak yang digaungkan oleh muslim di tanah air. Hal tersebut merupakan fakta yang cukup menakjubkan, walaupun sebenarnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan islam di Indonesia.

Inilah kenapa saya ingin untuk menyelesaikan tulisan ini, agar orang tahu termasuk generasi-generasi muda, mondok adalah solusi terbaik dalam mempelajari ilmu keagamaan yaitu agama islam, karena Allah SWT pun telah menjelaskan didalam pedoman hidup manusia yaitu Al Qur'an bahwa "sesungguhnya Agama yang dirido'i Allah SWT adalah agama islam".

Negara Indonesia yang memiliki puluhan juta penduduk namun berbeda keyakinan. Pengaruh-pengaruh luar yang masuk kedalam sehingga diikuti oleh orang termasuk orang muslim, dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang agama yaitu mana yang boleh dikerjakan dan mana yang tidak boleh dikerjakan.

Termasuk juga Akhlak yang harus diperbaiki dalam kehipan, karena kita tahu Indonesia memiliki beberapa agama yang harus saling menghormati antar sesama. tapi malah sebalik nya jika tidak memperbaiki akhlak apa yang akan terjadi didalam indonesia. Contohnya adalah kasus Basuki Djahya Purnama atau sering Dipanggil Ahok ini menhina ayat ayat Al-qur'an, Orang muslim dibodohi dengan surat Al-Maidah ayat 51",ungkapnya.

bisa kita simpulkan dari pernyataan Ahok bahwa kurangnya paham Agama yang menjadi sumbernya. paham-paham agama merupakan sumber dalam kehidupan, sebuah cara untuk pemersatu kembali negara dengan ajaran masing-masing. kitapun mengetahui dalam Indonesia yang memiliki banyak politik kekuasan yang menjadi acuan, sehingga paham agama terbelakangi dengan politik kekuasaan. Sehingga ada sebuah tulisan tentang kekuasaan politik "Politik kekuasaan, meramal Kehancuran Agama". poinnya adalah bagaimana kita bisa sehingga agama harus berada seimbang dengan politik.

Generasi muda yang akan menjadi peran dalam tahapan tahun-tahun kedepan. salah satu cara adalah perdalam ilmu agama sehingga bagaimana merelasi politik melalui agama. Jika agama dan politik seimbang kembali akan terjadi yaitu NKRI yang harga mati menjadi lebih tegak kembali. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, yang tidak hanya memicu pada sebuah Politik saja, namun bagaimana merelasi dan meremajinasi sebuah paham politik dan paham agama ini. artinya adalah kita bisa melihat suatu ketegakan yang terdappat dalam Negara ini.

Bayangan jika suatu negara islam dipimpin oleh orang yang mengikuti paham politik namun tanpa agama, maka bisa kita bayangkan dan meramalkan kehancuran Negara ini. terbukti pada saat Basuki Djahya Purnama yang ingin kembali memimpin DKI jakarta, Namun kesalahan-kesalahannya yang selalu mengandalkan politik dan tidak mengerti akan agama, sehingga 4 November 2016 hampir kembali dengan kasus 98 dulu.

Dalam urusan politik, Islam telah mensyari’atkan aturan yang paling sempurna dan adil. Islam mengajari umatnya segala yang seharusnya dilakuan dalam berintraksi (muamalah) dengan sesama Muslim atau dengan yang lainnya. Dalam peraturannya, Islam menggabungkan antara rahmah (kasih sayang) dengan kekuatan, menggabungkan antara sikap lemah lembut dengan kasih sayang terhadap semua makhluk sesuai kemampuan.

Islam sebagai agama samawi yang komponen dasarnya 'aqidah dan syari'ah, punya korelasi erat dengan politik dalam arti yang luas. Sebagai sumber motivasi masyarakat, Islam berperan penting menumbuhkan sikap dan perilaku sosial politik. Implementasinya kemudian diatur dalam syari'at, sebagai katalog-lengkap dari perintah dan larangan Allah, pembimbing manusia dan pengatur lalu lintas aspek-aspek kehidupan manusia yang kompleks. Islam dan politik mempunyai titik singgung erat, bila keduanya dipahami sebagai sarana menata kebutuhan hidup rnanusia secara menyeluruh. Islam tidak hanya dijadikan kedok untuk mencapai kepercayaan dan pengaruh dari masyarakat semata. Politik juga tidak hanya dipahami sekadar sebagai sarana menduduki posisi dan otoritas formal dalam struktur kekuasaan.

Politik yang hanya dipahami sebagai perjuangan mencapai kekuasaan atau pemerintahan, hanya akan mengaburkan maknanya secara luas dan menutup kontribusi Islam terhadap politik secara umum. Sering dilupakan bahwa Islam dapat menjadi sumber inspirasi kultural dan politik. Pemahaman terhadap term politik secara luas, akan memperjelas korelasinya dengan Islam.

Dalam konteks Indonesia, korelasi Islam dan politik juga menjadi jelas dalam penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas. Ini bukan berarti menghapus cita-cita Islam dan melenyapkan unsur Islam dalam percaturan politik di Tanah Air. Sejauh mana unsur Islam mampu memberikan inspirasi dalam percaturan politik, bergantung pada sejauh mana kalangan muslimin mampu tampil dengan gaya baru yang dapat mengembangkan kekayaan pengetahuan sosial dan politik untuk memetakan dan menganalisis transformasi sosial.

Memang dari sudut pandangan ajaran formalnya, Islam sering -tidak selalu- mendapati dirinya dalam keadaan ambivalen di negeri. Di satu pihak ajaran formal Islam tidak menjadi sumber tunggal dalam penetapan kebijakan kehidupan negara, karena memang negara ini bukan negara Islam. Tetapi negara ini juga bukan negara sekuler, yang memisahkan antara urusan pemerintahan dan keagamaan.

Dalam keadaan demikian, ajaran formal Islam berfungsi dalam kehidupan ini melalui jalur kultural (pendidikan, komunikasi massa, kesenian dan seterusnya). Dapat juga melalui jalur yang tidak langsung, melalui politik struktural. Jalur ini memungkinkan, karena kekayaan Islam yang hendak ditampilkan dalam kehidupan bernegara tidak semata-mata ditawarkan sebagai sesuatu yang Islami saja, melainkan sesuatu yang berwatak nasional.

oleh karena itu agama memang sangat penting untuk kehidupan terlebihnya agama yang benar-benar mendapatkan rido dari yang mahakuasa. Solusinya adalah dengan mondok menjadi seoeang santri, karakter keislaman dan akhlak bisa kita dapatkan dari sana hingga kita tentram dalam ajaran ahlussunah waljama'ah.() -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru