Hati-hati dalam Berbahasa

(Artikel "Ketika Dunia Maya Tawarkan Kebeasan", pernah dimuat dalam koran lokal). Diakui banyak pihak, dunia maya memang menjadi pedang bermata dua, di satu sisi menguntungkan bagi kita untuk berkreasi, bahkan boleh jadi berusaha menghadirkan ‘intuisi kreatif. Namun di sisi lainnya bisa menjerumuskan kita ke dalam badai konflik yang berkepanjangan. Iya, di sana ada ‘kebebasan bersuara’ yang ditawarkan dunia maya itu. Tetapi pertanyaannya, , ‘”Bebas’ yang seperti apa?” tanya teman saya.

Nah, kalau belum bisa menjawabnya, tentulah, kita harus berhati-hati. Sebab kalau kita salah menanggapinya, boleh jadi, kekebabasan yang ada itu menjadi sebuah masalah besar, dan ujungnya, siap masuk hotel prodeo, kapan saja dan di mana saja, bisa teralami oleh mereka yang sering bebas bersuara tapi tidak mengerti batas kebebsasan. Pesan yang disampaikan kawan saya di atas tadi, sangat bermanfaat bagi kita, karena fakta riil kini, kita suka sekali bersuara di dunia maya tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaan pihak lain. Caci maki serta saling mencemoohi, dan sejenisnya, sepertinya dianggap biasa saja. Ada yang menganggapnya biasa saja, namun ada pula yang tidak senang, dan akhirnya percacian serta pencemoohan itu, diangkat menjadi sebuah perkara.

Sekali lagi, apa yang disuarakan teman saya di atas, sangat tepat untuk diangkat di sini. Bagaimana tidak? Sejumlah masalah selalu mampir di tengah kita, meski tanpa diundang. Iya apalagi kalau diundang, barangkali jumlah masalah berlimpat ganda, jadinya. Pasalnya, terkadang memang kita tidak menyadarinya, bahwa kita telah memancing di air keruh, hingga terpancing oleh pancingan kita sendiri. Atau sebaliknya, terpancing untuk dipancing. Alhasil, terjadilah masalah berlipat ganda. Haem! Enaknya, kalau tak mau terpancing, jangan mau memancing. Atau kalau mau memancing pancinglah di laut lepas. Tetapi kalau kail hanya sejengkal, janganlah memancing di laut lepas! Begitu kata peribahasa yang sering didengar di tengah masyarakat. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru