Bagaimana Aku Menulis Kata "kemana”?

(Merespon pertanyaan anak gadisku dari Pekanbaru).

Ayah, ananda mau tanya,”Kata kemana itu harus ditulis , di pisah atau menyatu ayah ?”Soalnya, ada yang menulisnya seperti ini ‘kemana’, dan ada juga yang menulisnya seperti : ke mana. Haruskah ditulis seperti kata depan : ke sana, ke situ, ke rumah sebagai kata depan? Terkait soal ini, ananda sudah bertanya kepada akhlinya. “Harus ditulis menyatu!’, jawabnya. Bagaimana ini, ayah? Terimaksih sebelumnya, ayah.

Terimaksih anandaku, kamu orang cerdas. Pasalnya, kata orang bijak, “Kalau malu bertanya tentu bakal sesat di jalan”. Iya, cara penulisannya, sudah jelas, ketika berada dalam konteksnya. Jika ‘di- dan ke-‘' sebagai pembentuk kata kerja pasif cara penulisannya digandengkan atau serangkai dengan kata kerjanya. Contoh, (1) Tempe masakan adik, dimakan Atik. (2) Amir dipermalukan oleh temannya. (3) Dia sudah keluar dari kantor tempatnya bekerja selama ini. (4) Pak Nurdin, baru saja keluar kelas ini.

Sebaliknya, jika ‘di' untuk kata depan yang menunjukkan pergerakan ‘ke'(menunjukkan arah tujuan) harus ditulis secara terpisah. Contoh: di bawah, di atas, di mana, di sini, di situ, di sungai, di kuburan, di dalam, di luar, di Jakarta (Semuanya menunjukkan arah tempat). Sama halnya dengan ‘di' untuk kata depan yang menunjukkan pergerakan ‘ke' pun harus ditulis secara terpisah. Misalnya ke mana, ke sana, ke sini, ke situ, ke bawah, ke atas, ke luar (bedakan dengan kata kerja keluar), ke dalam, ke dasar, dan seterusnya.

Nah, ke mana? Jelas penulisannya harus terpisah, karena ‘ke’ di situ menunjukkan arah.
Contoh: Ke mana aku harus mencari,,ketika dia menghilang sejak kemarin?. Di mana dia sekarang, aku tidak tahu. Iya, ke mana lagi aku mencarinya. ***)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru