Kaum Muda Memimpin NTB

Tidak terasa sudah berjalan satu tahun lebih kepemimpinan Bajang­ Badrul (BARU) menakhodai Bumi Gora. Banyak hal yang telah dilakukan oleh kedua putra terbaik NTB ini, guna mewujudkan masyarakat NTB yang beriman dan berdaya saing. Dan itulah visi yang hendak dibangun oleh Gubernur NTB. Jika menilik progress reaport program dan kegiatan yang telah dan sedang dicanangkan oleh Gubernur NTB selama satu tahun ini, tentu sebagian kita warga masyarakat Nusa Tenggara Barat dari ujung Barat dan Timur, bisa memberikan penilaian. Usaha besar dan berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh Gubernur NTB dalam rangka mewujudkan NTB yang berdaya saing ditengah keterpurukan dan peningkan IPM NTB, secara umum dimuat dalam RPJMD NTB 2009-2013. Sebut raja, beberapa program unggulan pemerintah daerah, seperti PENKES gratis, Bumi Sejuta Sapi, Visit Lombok-Sumbawa 2012, UPTU TKI/TKW dan masih banyak lagi program yang mewujudkan NTB yang sejahtera sesuai dengan ikhtiar dan misi besar yang diemban oleh janji yang
pernah diucap sebelum terpilih menjadi Gubernur  dan Wakil Gubernur  NTB. Terlepas dari kerja dan semangat ba' yang dibangun oleh Gubernur  NTB hari ini, merupakan salah satu indikator menuju masyarakat NTB yang berdaya saing yakni " bagai mana masyarakat mampu menginisiasi perubahan hidup untuk lebih baik. Namun, hal itu bisa tercipta ketika semangat perubahan dapat menggerakan etos kerja dari ketidak berdayaan menjadi sebuah geliat pemberdayaan (empowering)".

Masyarakat Nusa Tenggara Barat lebih khusus dan Indonesia pada umumnya, memiliki tantangan yang berat dalam menghadapi arus globalisasi yang sarat dengan persaingan yang tinggi dan kualitas hidup yang mapan. Sebab bagaimanapun arus globalisasi tetap akan menjadi gurita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesungguhnya, hal ini menjadi tantangan, sejauh mana pemerintah daerah menyiapkan generasi muda untuk tetap survive dalam arus glo­bal dan menciptakan kematangan pemuda untuk berperan dalam membangun daerah yang kuat, mandiri dan sejahtera.

Merefleksikan peran kaum muda dalam tahapan sejarah, termasuk dalam konteks ke-NTB-an yang telah melahirkan generasi baru yakni kaum muda yang telah memimpin NTB dalam usia yang cukup muda. Dan ini adalah sejarah bagi masyarakat NTB. Tentu ini adalah tonggak bagi.kemajuan daerah yang menjadi simbol generasi muda dalam upaya penguatan masyarakat. Menyoal kembali potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh kaum muda sebagai kelompok produktif yang mampu menentukan sejauhmana produktivitas suatu bangsa sebagai salah satu indikator kemajuan bangsa. Di Indonesia nasib jutaan angkatan kerja yang notabene pemuda didalamnya memang masih dilanda krisis kemiskinan yang ditandai dengan tingginya angka pengangguran. Data pada taluin 2008 angka pengangguran di Indonesia melalui Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 9,24 juta (8,48) orang yang merupakan penganggur terbuka yang berdomisili di pedesaan 4.186.703 orang (44,4%) dan di perkotaan 5.240.887 or­ang (55,6%). Hal ini menjadi keprihatinan nasional seiring dengan jumlah angka kemiskinan yang mencapai 34,96 juta orang.

 

Berkontribusi

Berdasarkan data tahun 2007 di Nusa Tenggara Barat terdapat 135.264 penduduk NTB yang termasuk dalam katagori pengangguran baik sukarela maupun terpaksa. Dari total jumlah pengangguran di atas, sedangkan yang masih mencari pekerjaan (pengangguran terbuka) sebanyak 34.684 ribu dan rata-rata adalah kelompok pemuda. Dan harus diakui bahwa pengangguran dan kemiskinan ibarat dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan, sangat bergantung menjadi proses kausalitas yang terus menerus. Pada esensi tersebut posisi petriuda yang merupakan golongan angkatan kerja produktif sangat rawan dan sensitif bersinggungan dengan sosio politik daerah ini yang masih dalam upaya membangun dan mengerakkan berbagai sektor kehidupan yang masih trepuruk. Untuk itu kiprah pemuda semestinya mengambil inisiatif dan alternatif memutus mata rantai kemiskinan dan pengangguran dengan berbagai upaya.

Oleh sebab itu, kedepan pemerintah daerah dipundak Bajang dan Badrul (BARU) harus mengupayakan pendidikan untuk lingkungan pemuda yang berorientasi dan fokus pada penguatan pendidikan non formal dan informal. Dan hal ini, sangat relevan bagi peningkatan keterampilan pemuda dalam mengurangi tingkat pengangguran yang akan berimplikasi pada pengentasan kemiskinan.

Dalam konteks membangun. kemandirian kaum muda, berwirausaha dan berdaya saing, tentu harus ada dukungan dan dorongan .dari pemerintah daerah. Dan bisa dibayangkan, jika pemerintah daerah menyediakan secara khsusus dalam APBD NTB anggaran untuk modal usaha bergulir bagi pemuda dalam satu tahun anggaran. Semoga harapan untuk lebih baik dari hari kemarin dan masa lalu yang masih suram serta belajar dari kegagalan, menjadikan modal yang terbaik guna membangun semangat baru bagi generasi baru untuk berdaya saing. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru