Ubahlah Cara Berpikir, Maka Dunia Ananda Berubah

Kota Bima. (Menghilangkan memori Indah yang senantiasa membekas) Anandaku, alhamdulillah, ketemu lagi malam ini. Pasti ananda menunggu jawaban Pua karena tadi malam Pua minta maaf waktu terlalu singkat, dan akan dilanjutkan .sekaligus akan berusaha tuntas dalam merespon curhatmu.

Sebagaimana Pua ungkapkan tadi malam, untuk menjawab pertanyaan ananda, kita awali dengan memahami secara jitu terkait curhatmu, yakni, ,"Ubahlah cara berpikir ananda, maka dunia ananda akan berubah!". Selain itu, "Tak akan lari gunung dikejar!"

Pertama, ubah cara berpikir. maksudnya, terkait dengan ungkapamu,"Memori Indah Senantiasa Membekas", Itu artinya ananda sulit menghilangkannya, Persoalannya adalah seperti yang syair yang dilagukan Pance Pondaag," Meangapa harus jumpa?" Iya, menangis bukan karena perpisahan, akan tetapi yang disesali, "Mengapa Jumpa?", hehehehe.

Lalu, bagaimana langkah praktisnya? Resepnya mudah ko, ubah cara berpikir, dengan hilangkan /lupakan pertemuan indah itu dengan menghadirkan sikap optimisme dan berusaha untuk meningkatkan daya tahan ananda.Bagaimanapun sikap optimisme dapat diwujudkan jika ada usaha untuk senantiasa memandang masa depan dengan cerah. Masa lalu ya masa lalu, tapi di depan itu, banyak masalah yang sedang menunggu kita.

Oleh karena itu, ananda harus berusaha untuk ubah cara berpikir. Semua orang punya masa lalu. Kenangan berupa kegagalan masa lalu, tidak perlu dipikirkan terlalu mendalam, hingga akibatnya mata ananda bangkak bukan karena gerimis tapi justru banjir mata yang tak berkesudahan. Konkretnya, ananda harus mencari pemecahannya, "Bagaimana caranya Pua?" tanya ananda tak sabar.

Lalu untuk mewujudkan daya tahan ananda, diusahakan dengan cara mengurangi beban perasaan , bercurhat seperti yang dialkukan ananda kepada Pua sekarang. Ingat, jika ananda bercurhat, usahakan bercurhat dengan orangtua bukan malah bercurhat pada pacar. Ini berbahaya ananda. Berhentilah dalam menangis. Bagaimanapun menangis bukanlah cara yang terbaik untuk meredam persoalan. Berhumorlah dengan santai bersama temanmu.

Kedua, jangan takut dengan julukan! Ananda masih muda di bawah 20 tahun. belum apa-apa, dan tak perlu takut dengan julukan "perawan ketinggalan zaman". Ananda, yakinlah, dunia ini tidak sebesar daun kelor. Artinya kemungkinan untuk mendapatkan pujaan hati masih ada waktu untuk itu. Itulah makna yang diungkapkan semalam oleh Pua yakni, "Tak akan lari gunung dikejar."

Ketiga, Gangguan kesehatan jiwa, tidak akan terjadi jika ananda senantiasa bersikap optimisme. Studi ananda pun tidak akan terganggu, bila ananda memiliki sikap optimisme. Selain itu, sekali lagi, ananda harus tingkatkan daya tahan disertai dengan konsentrasi tinggi serta yakin pada diri sendiri, sebesar apa pun masalah yang dihadapi, pastilah dipecahkan, jika saja ada usaha untuk,"Ubahlah cara berpikiran ananda, maka dunia ananda akan berubah,OK?

Nah, sekarang ananda, kembali tenang, Pua yakin, ananda selalu mencermati ide Pua, setiap kali bercurhat. Dan inilah kebanggaan Pua, bahwa anak gadisnya, senantiasa bercurhat pada Pua-nya. "Hehehe.Siapa dulu , Pua-nya?" tanyamu. Nah itu dia ananda, selamat berjuang, Pua selalu bersamamu. Ohya, jaga diri dan kesehatanmu!. Usman D Ganggang () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru