“IKRAR” & “ASA” Peduli Warisan Nenek Moyang

KM. MASBAGIK. Remaja adalah salah satu tonggak perjuangan majunya suatu daerah atau wilayah. Untuk menyatukan aspirasi diantara remaja tentu diperlukan wadah untuk menampung segala keinginannya.

IKRAR dan ASA merupakan salah satu perkumpulan remaja yang berkiprah aktif dalam memajukan wilayahnya. IKRAR berdomisili di Karang Gading, Desa Kesik Kecamatan Masbagik, Sedangkan ASA berdomisi di Sukamulia Kecamatan Pringgabaya. Salah satu kesamaan tujuan yang menjadi hal menarik bagi penulis yaitu sama-sama peduli akan warisan leluhur nenek moyang.

Hal itu terwujud dengan mengadakan perjalanan bersama dan mengkaji salah satu situs peninggalan leluhur Raja-Raja Selaparang yang bertempat di Desa Selaparang. Kegiatan ini dilakukan pada hari minggu (27/9/2015). Kegiatan ini dilakukan sekaligus memberikan motivasi bagi para Remaja khususnya dan masyarakat luas pada umumnya agar tetap menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang.

Asri D’Gila sebagai ketua ASA sekaligus menjadi narasumber pengkajian kegiatan itu selain itu didukung juga oleh keturunan keluarga Kerajaan Selaparang. Di dalam kompleks makam tersebut mulailah dilakukan diskusi tentang berbagai hal mulai dari berdirinya Kerajaan Selaparang yang kini hanya menyisakan Kompleks Makam Raja Selaparang dan mimbar masjid kuno Selaparang.

Dari hasil penelusuran itu dapat ditarik kesimpulan bahwa kompleks makam tersebut adalah merupakan tempat petilasan para raja-raja Nusantara ketika terjadi pertemuan Nusantara yang dilakukan oleh Patih Gajah Mada di Desa Selaparang. Hal itu bisa dibuktikan dengan bentuk nisan yang tersebar di area kompleks makam yang bervariasi mulai yang berasal dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa bahkan luar daerah yang berbentuk nisan Tionghoa.

Menurut penuturan salah satu narasumber situs Selaparang hanya meninggalkan kompleks makam ini karena akibat letusan Gunung Samalas yang memuntahkan isi perut buminya selama 7 hari 7 malam sehingga suasana selama seminggu menjadi gelap gulita tanpa cahaya. Dapat dibayangkan dengan ditemukannya bebatuan di Kutub Utara pada tahun 2013 kemarin yang telah diidentifikasi berasal dari Gunung Samalas yang kini berganti nama menjadi Gunung Rinjani. Maka tidaklah heran peristiwa tersebut menjadi peristiwa paling dahsyat yang pernah terjadi di muka bumi dan menyebabkan situs-situs sejarah pada masa itu luluh lantah. Dan sekitar abad-13 lah kemudian dibangun situs yang ada di Selaparang ini dan bisa ditemukan hingga sekarang.

Dalam waktu dekat ini, pihak keturunan kerajaan Selaparang akan membangun kembali Masjid Kuno yang akan dibuat sesuai dengan bentuk aslinya dahulu dengan ciri khas Masjid Kuno lain yang bersusun tiga. Dari observasi lapangan yang ditemukan pembangunan sudah mencapai tahap pengerjaan awal lantai Masjid Kuno.

Semoga sekilas uraian ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh warga untuk lebih mencintai tradisi dan budaya leluhur nenek moyang. Bergerak teruslah para remaja-remaja Indonesia. Salam IKRAR dan ASA.

By_Andre D’Jails [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru