BELAJAR DENGAN ALAM SEKITAR

KM. MASBAGIK, Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Proses belajar dan mengajar secara umum selalu identik dengan belajar di kelas saja. Namun sebenarnya ada beberapa hal juga bisa dijadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran. Salah satu diantaranya adalah proses belajar mengajar dengan lingkungan sekitar langsung sebagai medianya. Selain untuk memberikan suasana refresh kepada peserta didik juga sebagai bentuk pengurangan tingkat kejenuhan peserta didik dengan pola yang monoton di dalam kelas saja.

SDN 1 Kesik sabtu (19/9/2015) salah satu sekolah di Desa Kesik mengadakan terobosan baru dengan proses belajar mengajar dengan lingkungan sekitarnya di mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 10.00 WITA. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengenalan siswa terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu hal ini bisa menjadi ajang promosi sekolah dengan sekolah lain yang jarang bahkan tidak pernah melakukan hal seperti ini. Yang menjadi lokasi belajar siswa-siswi yaitu Bendungan Sereong, Dusun Selimur, Desa Kesik dan mata air Tibu Pantung Desa Sikur.

Dipilihnya lokasi tersebut karena kedua tempat tersebut menjadi pemenuh kebutuhan air warga sekitarnya. Bendungan Sereong Dusun Selimur menjadi pemasok air untuk irigasi warga Selimur dan sekitarnya yang dipakai sejak era pemerintahan Raja Anak Agung Bali hingga saat ini, sedangkan mata air Tibu Pantung menjadi pemasok air untuk irigasi warga Tibu Pantung dan bahkan menjadi pemasok air yang di alirkan ke Masjid Desa Sikur yang mulai digunakan sejak tahun 1991 hingga sekarang.

Bendungan Sereong merupakan bendungan yang telah dibuat sejak zaman Raja Anak Agung ketika memerintah di Pulau Lombok. Dan salah satu peninggalannya adalah bendungan yang berada di Dusun Selimur Desa Kesik. Bendungan ini berbentuk persegi dengan luas   hektar dengan kedalaman 3 meter. Bendungan ini digunakan warga sebagai sarana irigasi sawah, budidaya ikan dan menjadi sarana wisata warga sekitar. Selain itu tempat ini dilengkapi dengan 2 buah kolam pemandian (laki-laki dan wanita) dan sebuah bangunan kecil untuk ibadah.

Mata air Tibu Pantung merupakan daerah sumber mata air yang digunakan oleh warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya khususnya untuk mandi, cuci dan minum. Lokasi yang masih asri membuat sumber mata air ini dimanfaatkan oleh pemerintah Desa Sikur sebagai alternatif pemasok air untuk Masjid Desa Sikur. Yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada tanggal 16 Juni 1991 dan selesai tanggal 11 Nopember 1991. Jadi dibutuhkan 5 bulan untuk pembangunan tempat ini. Sekarang bisa ditemukan terdapat 3 buah bangunan yaitu bak penampungan air, telaga pancuran dan sebuah mushalla mini.

Hal yang ingin diperoleh dari kegiatan ini yaitu siswa diharapakan agar tetap menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap asri agar cadangan air kita tetap ada seperti yang ada di Bendungan Sereong dan Tibu Pantung. Karena pada saat ini banyak sumber mata air yang ada di Lombok khususnya di Desa Kesik sudah semakin sedikit akibat pembangunan rumah yang tidak memerhatikan aspek lingkungan hingga penebangan pohon-pohon secara brutal sehingga tidak ada yang menyimpan air lagi.

By_Andre D’Jails [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru