Perkembangan Objek Wisata Senaru

KM. Sukamulia - Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara adalah salah satu objek wisata yang cukup terkenal sebab beberapa air terjuan yang ia miliki. Pada dasarnya Desa Senaru mempunyai potensi untuk menjadi daerah tujuan wisata, sebab di Desa Senaru tredapat tiga air terjun yang ketinggiannya mencapai 85 meter. Selain keindahan alam, udara yang sejuk, air terjun yang cukup tinggi, di Desa Senaru juga terdapat Rumah Tradisonal dengan masyarakat tradisional yang hidup dengan tradisi-tradisi adat mereka yang unik. Hal ini menjadi suatu keistimewaan bagi Desa Senaru, sehingga tidak salah lagi jika di sana bisnis kepariwisataan berkembang pesat.

Objek wisata Desa Senaru mulai dikembangkan pada tahun 1986 dengan memperkenalkan Air Terjun Singang Gila dan pariwisata budaya. Hingga saat ini, potensi wisata yang terdapat di Desa Senaru, menyebabkan wisatawan tidak pernah sepi mengunjunginya, baik itu wisatawan asing, lebih-lebih wisatawan lokal. Di daerah Objek Wisata Senaru terdapat sarana dan prasarana yang juga menunjang bagi keberlangsungan kepariwistaan di sana. Selain akomodasi yang baik, di Senaru juga terdapat penginapan, hotel, pila, dan berbagai sarana pendukung lainnya, seperti atraksi budaya masyarakat Desa Senaru dan sambutan yang baik dari masyarakat asli terhadap wisatawan yang datang.

Pada awalnya Objek Wisata Senaru belum dikenal oleh masyarakat luar, memang sejak zaman dahulu di Desa Senaru terdapat air terjun yang disebut dengan Air Terjung Singang Gila. Daerah Desa Senaru yang dekat dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) juga memberi andil terhadap keberadaan Objek Wisata Senaru yang kini menjadi objek wisata yang sangat ramai pengunjungnya.

Ika kita berbicara mengenai potensi yang dimiliki oleh Objek Wisata Senaru, maka tidak mengherankan jika objek wisata tersebut cepat mengalami perkembangan yang pesat dalam dunia kepariwisataan. Objek Wisata Senaru memiliki tiga potensi yang merupakan tonggak atau dasar berkembangnya daerah tersebut menjadi daerah wisata. Potensi dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Senaru memiliki objek wisata alam berupa air terjun, yaitu Air Terjun Singang Gila, Air Terjun Tiu Kelep, dan Air Terjun Batara Guru. Selain air terjun tersebut, Objek Wisata Senaru juga didukung oleh potensi alam yang sejuk, indah, dan nyaman, lebih-lebih Senaru adalah jalan yang paling dekat untuk menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
  2. Senaru memiliki asset budaya lokal, selain alam yang indah dan suasana yang mengesankan dengan udara sejuk dan penuh dengan suasana kerindangan, di Senaru juga terdapat kampung tradisional mayarakat Dusun Senaru yang hidup dengan rumah tradisional dengan tatanan budaya yang sangat unik. Ini merupakan suatu potensi yang dapat mendukung berkembangnya Desa Senaru menjai daerah tujuan wisata. Selain menikmati alam yang indah, para pendatang juga dapat menyaksikan keunikan budaya masyarakat asli Dusun Senaru.
  3. Masyarakat yang ramah, masyarakat Desa Senaru adalah masyarakat yang baik hati, ramah, dan murah senyum, sehingga siapa saja yang datang pasti merasa nyaman sebab masyarakat setempat sangat ramah dalam menyambut siapapun.

Cikal bakal pembangunan Objek Wisata Senaru, berawal dari banyaknya masyaarakat asli yang berkunjung ke Air Terjun Singang Gila yang konon menurut masyarakat setempat Air Terjun Singang Gila dapat menjadi obat sakit rematik, gatal-gatal, encok, dan sakit badan lainnya. Pada tahun 1972 datanglah seorang warga negara Kanada yang pada saat itu sengaja mendatangi Desa Senaru untuk melihat potensi wisata yang terdapat di Desa Senaru. Orang Kanada tersebut bernama Mr. Jemi, pada awal kedatangannya di tahun 1972, ia hanya seorang diri dan pada saat itu ia menginap di Kampung Tradisional Dusun Senaru tepatnya di rumah Amaq Sutianom. Mr. Jemi adalah orang asing yang pertama datang ke Dusun Senaru.

Terkait dengan hal itu, Amaq Sakarti menyatakan bahwa Mr. Jemi adalah orang Kanada yang bekerja pada bagian pariwisata di negaranya. Ia sengaja berkunjung ke Dusun Senaru dengan tujuan untuk berekreasi menikmati keindahan alam dan panorama Gunung Rinjani. Beliau belum mengetahui kalau di Desa Senaru ini terdapat aset wisata seperti air tejun dan kampung tradisional. Pada saat itu Mr. Jemi berkenalan dengan ayah saya (A. Sutianom), ia tinggal di rumah kami selama kurang lebih enam bulan. Setelah itu, Mr. Jemi pulang ke negaranya. Beberapa bulan kemudian Mr. Jemi kembali lagi ke sini bersama rombongannya. Kedatangannya ke dua kali ini adalah untuk dengan tujuan berekreasi bersama rekannya dari kanada. Pada saat itu, mereka hanya tinggal selama kurang dari satu bulan, sebagai pemandunya adalah ayah saya (A. Sutianom) dan saya sendiri (Sakrati). Sebelum Mr. Jemi pulang ke negaranya, ia memberikan kami hadiah satu unit Berugak yang didirikan di depan perkampungan adat ini. Ternyata, Mr. Jemi dan kawan-kawannya menceritakan tentang keindahan Desa Senaru kepada kawan-kawannya yang lain sehingga teman-teman dan kerabatnya  datang kesini dan ahirnya orang-orang asing mulai berdatangan untuk berekreasi ke Senaru sekaligus melanjutkan perjalanan ke Danau Sagara Anak. Itulah awal dari perkembangan pariwisata di Desa Senaru ini, jelas Sesepu Desa Senaru itu.

Dari keterangan di atas, maka dapat diketahui bahwa awal mula perkembangan Objek Wisata Senaru adalah pada tahun 1979 yakni sejak saat itu Senaru mulai dikenal oleh wisatawan mancanegara, khususnya dari negara Kanada. Orang Kanada yang pertama kali datang ke Dusun Senaru adalah Mr. Jemi, selanjutnya Mr. Jemi inilah yang mempromosikan objek wisata alam dan budaya yang ada di Dusun Senaru Pulau Lombok, sehingga sejak Mr. Jemi pulang ke negaranya, banyak sekali orang-orang Kanada yang berkunjung ke Dusun Senaru dengan tujuan berwisata, pada tahap selanjutnya bukan hanya orang Kanada saja yang datang ke Dusun Senaru, tetapi banyak pula orang asing yang berasal dari Francis, Belanda, Inggris, dan lain sebagainya.

Melihat banyaknya wisatawan asing yang mendatangi Objek Wisata Senaru, denikian juga orang-orang lokal yang berasal dari berbagai daerah ataupun lombok sendiri, maka masyarakat setempat mulai memiliki inisiatif untuk mengembangkan Dusun Senaru sebagai objek wisata yang besar, sehingga pada tahun 1982 seoramg warga Dusun Senaru mendirikan Home Stay sebab selama ini para wisatawan asing kebingungan untuk menginap di mana. Home Stay itu didirikan oleh Mamiq Subayan, dimana Home Stay tersebut dinamakan Pondok Guru Bakti. Penginapan itu dibuat di perumahan SDN 3 Bayan yang sekarang menjadi SDN 1 Senaru. Pada tahun 1992, Pondok Guru Bakti ini pindah lokasi ke Dusun Senaru yang letaknya berdekatan dengan lokasi Air Terjun Singang Gila.

Pada tahun 1987 seorang pengusaha dari Bali mendirikan penginapan yang bernama Rinjani Home Stey oleh Made Sutame, tahun 1991 di Dusun Senaru didirikan Home Stey Bale Bayan oleh Raden Gedarif, dan pada tahun 1992 mulai banyak pengusaha yang menanamkan modalnya dengan mendirikan Café dan rumah-rumah penginapan, dan rumah makan di berbagai tempat yang dekat dengan areal Objek Wisata Senaru.

Pembenahan untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan bagi wisatawan yang datang di Objek Wisata Senaru, dimulai pada tahun 1986. Melihat banyaknya orang yang berkunjung ke Air Terjun Sendang Gila sebagai salah satu aset wisata alam Senaru, maka pemerintah bersama masyarakat Dusun Senaru mulai mebenahi sarana dan prasarana pendukung keberadaan Objek Wisata Senaru. Pada tahun 1985 masyarakat Pemerintah Desa Senaru melalui program padat karya mengajak masyarakat Dusun Senaru untuk merabat jalaan menuju Air Terjun Sendang Gila yang letaknya lumayan jauh ke bawah dari perkampungan. Pada saat itu masyarakat membuka jalan dan membuatkan tangga, namun belum menggunakan semen. Hal ini mereka lakukan sebab pada saat itu sudh banyak wisatawan baik lokal maupun asing yang berdatangan untuk mengunjungi Air Terjun Senaru, dengan dirabatnya jalan serta dibuatkannya tangga-tangga kecil meskipun belum menggunakan semen, maka setiap pengunjung akan lebih mudah untuk menjangkau Air Terjun Sendang Gila.

Pada tahun 1986 pemerintah mengaspal jalan raya dari Dusun Ancak hingga Dusun Senaru, pada saat itu yang digunakan masih aspal kasar, pengaspalan jalan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan supaya mereka tidak kesulitan untuk mendatangi atau berkunjung ke Objek Wisata Senaru. Tahun 1988 tangga yang menuju Air Terjun Sendang Gila direhab oleh Pemerintah Desa Senaru dengan menggunaikan dana yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Lombok Barat. Pada tahun 1988 ini tangga-tangga menuju Air Terjun Sendang Gila disemen sehingga kelihatannya lebih indah dan lenbih menjamin keselamatan para pengunjung ketika turun untuk mandi ke Sendang Gila. Tangga ini kemudian direhab kembali pada tahun 1992, dimana pada perehaban tahun 1992 ini tangga-tangga itu dibuat lebih besar dan dibuat lebih halus lagi, perlu diketahui bahwa tangga yang menuju Air Terjun Sendang Gila berjumlah 379 tangga, sedangkan panjang tangga tersebut adalah kurang lebih 800 meter.

Tahun 1994 pemerintah melalui Dinas Pariwisata melakukan pembenahan lagi terhadap sarana dan prasarana pendukung Objek Wisata Senaru, dimana pada tahun 1994 ini dibuat terminal dan parkiran permanen pada areal seluas kurang lebih 5 are. Dengan dibuatnya terminal dan parkiran tersebut, maka para pengunjung lebih merasa nyaman dan aman untuk berwisata di Senaru sebab mereka tidak perlu menghawatirkan kendaraan mereka ketika mereka ingin pergi menikmati susasana Objek Wisata Senaru.

Pada tahun 1996 dibuat tempat bersalin, kamar kecil dan mushalla sebagai sarana penunjang yang dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Tahun 1997 dibuat tempat bersalin di dekat Air Terjun Sendang Gila, dimanan tempat bersalin itu terdiri dari empat lokal. Pada saat yang bersamaan juga dibuat tempat peristirahatan (Berugak) sebanyak dua unit di dekat Air Terjun Singang Gila. Tahun-tahun berikutnya banyak berdiri sarana dan prasarana pendukung yang dapat menunjang perkembangan Objek Wisata Senaru, seperti lesehan, cafe, rumah mkan, penginapan, dan sebagainya. Pada tahun 2007 jalan raya menuju Objek Wisata Senaru diperbaikin dengan memasang aspal hotmik, dengan demikian maka pengunjung tidak akan  merasa enggan lagi untuk berkunjung ke Objek Wisata Senaru sebab jalan raya sudah dihotmik sehingga para pengunjung nyaman untuk melakukan perjalanan berekreasi ke Senaru.

Tahun 2008 dan 2009 BUMDES melakukan pembenahan terhadap pasilitas yang ada, dimana pada pertengahan tahun 2008 dibuat kamar mandi umum, pembenahan tangga, dan penalutan jalan, sedangkan pada tahun 2009 dilakukan pembenahan terhadap tempat peristirahatan dan tempat ibadah, dimana yang dibuat adalah Mushalla permanen dan beberapa unit Berugak. Selain itu, untuk menjaga kebersihan lingkungan daerah wisata, Bumdes juga membuat tong sampah yang dipencar di berbagai titik di daerah wisata Senaru.

Hingga saat ini pasilitas yang tersedia di daerah sekitar Objek Wisata Senaru, memang masih belum begitu sempurna sebagaimana yang dapat kita temukan di daerah-daerah wisata yang ada di Bali atau daerah-daerah lainnya, namun demikian masyarakat dan pemerintah selalu melakukan pembenahan terhadap sarana dan prasarana pendukung berkembangnya Objek Wisata tersebut. Hingga sekarang di wilayah Objek Wisata Senaru terdapat 19 café, 10 buah kios kecil, dan 20-an unit penginpan. Selain itu terdapat pula sarana-sarana pendukung lainnya seperti WC umum, Kamar Mandi Umum, Mushalla, Tempat peristirahatan, dan tempat bersalin.

Dilihat dari apek pengelolaan, sejak dibenahinya sarana dan prasarana pendukung keberadaan Objek Wisata Senaru, terjadi perkembangan yang pesat dalam aspek-aspek lainnya, termasuk dalam sistem pengelolaan atau managmen Objek Wisata Senaru. Sejak tahun 1991 hingga ahir tahun 2008 Objek Wisata Senaru dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dibawah pengawasan Dinas Pariwisata Lombok Barat. Pada awalnya berkembangnya Objek Wisata Senaru, sistem tata kelolanya masih sangat rancau, namun pada tahun 1991 tata kelola Objek Wisata Senaru mulai dibenahi, dimana mulai saat itu objek wisata Senaru dikelola dengan sistem yang terkoordinir yang dipantau oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat.

Omset yang didapatkan dari kunjungan wisatawan di Objek Wisata Senaru kelola oleh Pemerintah Daerah Lombok Barat tanpa mengesampingkan Pemerintah Desa Senaru yang merupakan tuan rumah bagi para wisatawan yang berekreasi di Objek Wisata Senaru. Aturan pembagian hasil yang digunakan oleh Pemerintah Daerah Lombok Barat adalah 50% dari omset yang masuk setiap tahunnya diambil oleh Pemerintah Daerah, sedangkan sisanya 40% untuk Desa Senaru dan 10% untuk Desa Bayan.

Pendapatan yang didaptkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Barat dan Desa Senaru, serta Desa Bayan di dapatkan dari tiket yang dijul bagi siapa saja yang ingin masuk ke daerah wisata Air Terjun Singang Gila dan tiket menuju Taman Nasional Gunung Rinjani. Penarikan tiket mulai dilakukan sejak tahun 1991 diman pada awalnya harga tiket masuk ke Air Terjun Singang Gila, untuk pengunjung lokal adalah Rp. 100,00 sedangkan untuk pengunjung asing (manca negara) ditarik dengan harga tiket Rp. 250,00. harga tiket seperti disebutkan tadi berlaku hingga tahun 1995. Pada pertengahn tahun 1995 harga tiket ditingkatkan menjadi Rp. 250,00 bagi pengunjung lokal dan Rp. 500,00 bagi pengunjung manca negara (asing), harga tiket ini berlaku hingga pertengahan tahun 1997. Melihat banyaknya wisatawan yang mendatangi objek wisata Senaru maka pada pertengahan tahun 1997 harga tiket dinaikkan lagi menjadi Rp. 2000,00 untuk pengunjung lokal maupun asing, jadi haraga tiket pada tahun 1997 disamakan antara pengunjung sing dengan pengunjung lokal. Pada tanggal 18 Juni 2008 hingga sekarang harga tiket masuk ke air terjun Singag Gila adalah Rp. 2000,00 bagi pengunjung lokal dan Rp. 5.000 bagi pengunjung asing. Sejak didirikannya terminal, maka parkiran juga dikelola dengan cara yang sistematis. Di mana sejak tahun 1995 mulai dibuat koordinator yang mengurus masalah parkiran, demi keamanan kendaraan yang dibawa oleh para pengunjung.

Selain itu, untuk memberi pelayanan bagi para pengunjung maka sistim pelayanan juga dibenahi dengan sedmikian rupa, sehingga semuanya terkoordinir dengan baik dan rapi. Di Objek Wisata Senaru terdapat 6 organisasi yang dapat memberikan pelayanan dan kemudahan bagi wisatawan, terutama wisatawan asing. Pengorganisasian semacam ini mulai dikembangkan sejak tahun 2005, sebelum itu semuanya amburadur, misalnya saja pemandu wisata memperebutkan touris untuk mereka pandu, sehingga touris-touris asing merasa ketakutan dengan sistem tersebut. Adapun 6 organisasi dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Trecking Organizing Asosiation, yaitu organisasi yang mengurus dan mempromosikan mengenai Treacking ke Gunung Rinjani. Orgamisasi ini resmi berdiri pada tahun 2005, dengan anggota sebanyak 16 orang yang diketuai oleh Moris.
  2. Organisasi Pondok Wisata, yaitu organisasi yang mengurus masalah penginapan, dimana anggotanya adalah para pemilik penginapan yang ada di sekitar Objek Wisata Senaru, dengan adanya organisasi ini, maka para pemilik penginapan tidak saling berebutan lagi untuk mencari wisatawan yang ingin menginap sebab untuk itu sidah ada sistem yang mengaturnya. Organisasi ini didirikan pada tahun 2005 deengan jumlah anggota 11 orang yang diketuai oleh Anagita.
  3. Treacking Guide, yaitu organisasi yang anggota-anggotanya terdiri dari para pemandu wisata yang nantinya akan membawa dan memandu para wisatawan asing yang menuju Danau Sagaranak. Organisasi ini memang sudah lama ada, namun muali sebagai organisasi yang resmi pada tahun 2004, dengan anggota sebanyak 18 orang yang diketuai oleh Kario. Sekarang Treacking Guide sudah memiliki anggota sejumlah 30-an orang.
  4. Water Fall Guide, yaitu pemandu wisata yang tugasnya hanya memandu dan mengantarkan wisatawan asing ke Air Terjun Singang Gila. Organisasi ini didirikan pada tahun 2006 dengan anggota 12 orang yang diketuai oleh Padli. Saat ini Water Fall Guide sudah memiliki anggota sekitar 20-an orang.
  5. Kelompok Porter, yaitu orang-orang yang ditugaskan untuk membantu tamu membawa barang-barang dan makanan, serta segala kebutuhannya selama berada dalam perjalanan wisatanya.
  6. Women Guide, yaitu kelompok pemandu wisata yang beranggotakan wanita-wanita asli Senaru yang memiliki keahlian berbahasa inggri, tugasnya adalah  untuk memandu wisatawan asing di sekitar Objek Wisata Senaru. Organisasi ini didirikan tahun 2009 dengan anggota 9 orang yang diketuai oleh Katni. Saat ini anggota Women Guide berjumlah belasan orang.

Keberadaan Objek Wisata Senaru tentunya memiliki danpak bagi kehidupan social budaya masyarakat setempat. Danpak positif dari keberadaan Objek Wisata Senaru terhadap kehidupan sosial masyarakat Desa Senaru, hanya terlihat dalam aspek ekonomi saja, dimana dengan keberadaan objek wisata ini, masyarakat Desa Senari dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, terutama mereka yang bekerja sebagai guide, porter, pemilik warung, pemilik café, dan pemilik pengiinapan. Sedangkan dapak negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan objek Wisata Senaru bagi kehidupan sosial budaya masyarakat adalah terjadinya degradasi budaya yakni unsur-unsur budaya asli mulai ditinggalkan, generasi muda Senaru mengarah kepada gaya hidup kebarat-baratan, dan maraknya penjualan dan penggunaan miras. [] - 05

_By. Asri The Gila_

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru