Sejarah Kebun Raya Lombok

KM. Sukamulia – Kebun Raya Lombok adalah salah satu lokasi konservasi tumbuhan secara eksitu yang memiliki koleksi tumbuhan tedokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi , penelitian, pendidikan wisata dan jasa lingkungan bagi siapa saja yang membutuhkannya, terutama bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan umumnya bagi masyrakat nusantara dan manca negara. Kebun Raya Lombok ini terletak di Desa Suela Kecamatan Suela yang lokasinya tidak jauh dari taman wisata Mata Air Lemor.

Setelah tiga kali berkunjung ke lokasi ini, saya merasa penasaran akan latar belakang dibuatnya kawasan konservasi tanaman ini. Untuk menjawab rasa penasaran itu, saya bertanya kepada Bapak Zaenal dan Bapak Indrum (petugas yang setiap harinya stanbay di sekertarian Kebun Raya Lombok).

Setelah mengorek keterangan dari dua orang petugas itu, saya mengetahui bahwa rencana pembuatan Kebun Raya Lombok mulai digagas sejak tahun 2007. Pada tahun 2007, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor mengirmkan tim untuk melakukan survey lokasi berdasarkan usulan yang telah diberikan. Tim survey itu kemudian mendatangi beberapa lokai di kawasan Nusa Tenggara. Mereka memilih kawasan Nusa Tenggara sebab kawasan ini merupakan kawasan Sunda Kecil (Leseer Sunda). Pertamatama mereka melakukan survey di kawasan Nusa Tenggara Timur. Setelah itu survey dilanjutkan ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Di NTB, tim tersebut memulai survey-nya dari pulau Sumbawa dan selesai itu mereka melanjutkan survey di sekitar pulau Lombok.

Setelah tim survey dilaksanakan survey, tim tersebut mengambil keputusan. Melalui berbagai arahan dan pertimbangan, tim memilih pulau Lombok sebagai lokasi mendirikan Kebun Raya Daerah. Pulau Lombok memiliki tiga kabupaten dan setelah melalui pertimbangan yang matang maka Lombok Timur terpilih sebagai lokasi untuk mendirikan Kebun Raya Daerah tersebut.

Di Lombok timur terdapat beberapa tempat yang diusulkan sebagai lokasi pembuatan KRL. Lokasi yang diusulkan adalah kawasan Hutan Lindung Gili, yaitu Gili Lawang dan Gili Sulat dan kawasan alternative adalah kawasan Hutan Petandakan Suela dan setelah diadakan penelitian dan pengkajian secara seksama maka kawasan Hutan Petandakan Suela yang berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terpilih sebagai lokasi pendirian Kebun Raya Lombok.

Kegiatan tindak lanjut terus dilakukan sehingga pada tahun 2008, master plan Kebun Raya Lombok mulai dibuat. Setelah menempuh proses yang cukup panjang dan rumit maka pada tahun 2010 master plan itu dapat terselesaikan dan ditandatangani oleh Bupati Lombok Timur.

Dengan demikian, pada tahun 2010 Kebun Raya Lombok mulai dirintis. Selanjutnya, sebagai bagian dari pembangunan Kebun Raya Lombok maka kawasan Hutan Lindung Petandakan yang berfungsi lindung ditetapkan sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK: 22/MENHUT-II/2012. Melalui SK itu maka tahun 2012 mulai dibentuk namun belum memiliki kelembagaan sehingga lembaga ini bernaung di bawah Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lombok Timur

Pada tahun 2013, pembuatan Kebun Raya Lombok dipacu melalui Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2013 tentang Kebun Raya yang ditandatangani oleh Bupati Lombok Timur pada tanggal 28 Mei 2013. Pada saat itu kelembagaan Kebun Raya berbentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dengan nama Kebun Raya Lombok. Sejak itulah nama Kebun Raya Lombok ditetapkan dan disyahkan sehingga nama itu syah digunakan hingga kapanpun.

Sejak pertengahan tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai melakukan pembebasan lahan yang nantinya akan dibuat sebagai lokasi pembuatan sekertariat/perkantoran dan perumahan dinas serta stand-stand koleksi tanaman Leser Sunda. Pembangunan Kebun Raya Lombok ini membutuhkan 130 Ha dan yang dibebaskan pada saat itu hanya sekitar 50 Ha dan sisanya masih diusahan hingga saat ini.

Di atas lahan seluas 50 Ha itu ditanam berbagai jenis tanaman, diantaranya adalah berbagai jenis kako/coklat, berbagai jenis mangga, berbagai jenis kelapa, berbagai jenis kopi dan tanaman-tanaman berbatang keras lainnya.

Pada awal tahun 2014, dibuat Taman Anggerek sebagai tempat menaruh koleksi berbagai jenis tanaman anggerek. Hingga saat ini Kebun Raya Lombok sudah memiliki 1000-an koleksi tanaman yang terdiri dari 49 famili dan tanaman unggulannya adalah tanaman Anggerek yang dihimpun di sekitar Taman Anggerek. Saat ini Pengelola Kebun Raya Lombok sudah mengoleksi sebanyak 32 marga Taman Anggerek.

Sejak awal 2014, Kebun Raya Lombok sering dikunjungi oleh masyarakat, mahasiswa, peneliti dari berbagai wilayah. Bahkan, Kebun Raya Lombok sering digunakan sebagai lokasi pelepasan Mahasiswa KKN dari berbagai Universitas yang mengelola jurusan terkait. Tim dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Bali juga sudah kerap kali berkunjung untuk melakukan studitoor dan penelitian di lokasi ini.

Semoga keberadaan Kebun Raya Lombok ini dapat menjadi salah satu tempat yang memperkaya khazanah keilmuan masyarakat dan dunia akademik. Semoga pula Keberadaan Kebun Raya Lombok ini bisa menjadi salah satu tambahan destinasi wisata Nusata Tenggara Barat pada umumnya dan Lombok pada khususnya. [] - 05

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru