Sisi Lain Nyamuk dan Manusia


Tiga hari yang lalu, seperti biasa selse sahAlat subuh, aku duduk sambil nonton TV. Aku ditemani bolpoin yang lengket erat dalam lipatan jariku berpikir mengumpulkan hal-hal baru yang menarik dan dapat kurangkai dalam kata-kata. Ya, itulah kebiasaanku, menulis di pagi hari yang segar seperti menikmati perawan. Sebuah kebiasaan yang telah dipahami dengan sendirinya oleh istri dan anakku. Beberapa saat kemudian, belum ada satu masalah pun yang tergambar dalam otakku. Tiba-tiba sebuah sengatan tajam menusuk kulit pipiku, lalu pindah kekakiku. Pikiranku buyar.. tapi ternyata kebuyaran itu membentuk sebuah hal baru yang muncul dalam pikiranku.

Suara seperti mobil Cary di sekeliling telingaku. Aku berusaha menepuknya, tapi sayapnya lebih cepat membawa lari mungil tubuhnya. Aku mencoba buka jendela, dan dengan cara itu ada gerombolan nyamuk lain yang langsung menerjang masuk. Kuhantam mereka dengan satu cemesan raket pembasmi nyamuk. Luar biasa ternyata mereka mampu menghindar dengan berpencar. Sungguh baru kali ini aku melihat ada sebuah umat yang dengan jalan berpencar dan berbeda arah malah mampu menyelamatkan kehidupannya. Mereka adalah nyamuk yang luar biasa. Kalau begitu alangkah lemahnya manusia, yang selalu merasa paling pandai dan merasa paling kuat, bahkan merasa selalu ingin menguasai dunia ini dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki. Padahal mereka kadang malah tertipu dengan keangkuhan sendiri, merasa kuat, merasa jadi raja, tapi untuk membunuh nyamuk kecil itu dengan satu cemesan saja kadang kita tak berhasil.

Jika manusia-manusia ini ingin berfikir, bahwa antara manusia yang berakal, hewan yang berinsting, tumbuhan yang berkembang, ataupun benda mati yang diam semuanya tak akan ada kekuatan apapun kecuali berkat karunia Allah SWT.. Tapi itulah yang kerap dilupakan. Sehingga aku menemukan beberapa kesamaan antara nyamuk dan manusia.

Beberapa kesamaan itu antara lain meliputi:

  1. Nyamuk mencari jalan hidupnya dengan mengisap darah, namun terkadang ia berlebihan dalam isapannya sehingga kecil badannya tak mampu menampung semua hasilnya tadi. Begitupun ia terus mengisap tak mau berhenti, hingga akhirnya perutnya kembung dan hampir pecah dengan sendirinya. Sungguh ia mencari hidup melalui jalan kematian, dan mencari jalan keselamatan namun disarang bahaya. Tak jauh beda dengan orang serakah dan pecandu narkoba, pada isapan dan hirupan pertamanya ia merasa melihat surga dan kebahagiaan, sehingga ia tercandu untuk kedua, dan ketiga kalinya bahkan seterusnya, hingga menjadi sebuah kedahagaan tersendiri jika ia tak mengulanginya, sementara ia tidak menyadari bahwa keterancaman telah mengintai dirinya dengan taring-taring tajamnya.
  2. Nyamuk adalah mahluk yang tak berfikir mencari hidup yang baik. Hal itu dapat kita lihat saat ia hinggap pada tubuh manusia, ia tak hinggap kecuali dengan membawa dengungan suara yang yang menandakan akan kedatangannya. Akhirnya secara otomatis tubuh yang ia hinggapi tadi akan segera membunuhnya. Jika boleh kita contohkan pada manusia maka ia tak lebih bagaikan seorang politikus yang bodoh, yang banyak ngoceh sana-sini, dan mengumbar wacana tanpa karuan yang akhirnya wacana-wacana itu malah menghancurkanya, dan membuat musuh dapat berbuat sekehendak hati padanya, bahkan menyerangnya dengan serangan balik yang tidak ia sadari...
  3. Nyamuk yang dengan keringanan tubuhnya mampu hinggap di tubuh manusia dengan hampir tak terasa sedikitpun. Tapi sengatan dan gigitan yang ditimbulkan olehnya betul-betul perih dan menyakitkan. Ini bisa dikiaskan seperti seorang yang dengan segala senyum manisnya berusaha untuk memikiat hati orang lain, hingga saking indah dan mesranya senyum itu, kita tak mempunyai sedikit prasaan buruk kepadanya. Tapi ternyata dibalik senyum yang indah dan bersahaja itu tersimpan sejuta tujuan nan jahat bahkan sanggup mengahancurkan dan "menyengat" kita jika maksud dan tujuannnya telah tercapai.[] - 05

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru