Ada Makam Purba di Lendang Nangka

KM. Sukamulia – Baru-baru ini para pengkaji sejarah dan masyarakat Lombok Timur digemparkan oleh penemuan Situs Kepurbakalaan di Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik. Situs Kepurbakalaan yang berupa kompleks pemakaman itu ditemukan pada awal bulan Januari 2015 lalu. Informasi tentang penemuan makam purba itu tersebar dengan cepat, terutama melalui media telekomunikasi dan jejearing social (facebook) sehingga lokasi ini ramai dikunjungi warga Lombok Timur. Makam ini diduga merupakan Komplesk Pemakaman Putra Mahkota Selaparang (Raden Panji Tilar Negara) yang hidup sekitar tahun 1600 masehi.

Kompleks makam purba yang sempat menghebohkan warga Lendang Nangka dan sekitarnya ditemukan di sekitar Lokasi Pemakaman Umum Timuk Desa Lendang Nangka. Menurut keterangan Bapak Amenah (penunggu makam) sebanrnya kedelapan makam ini sudah lama diketahui olel warga setempat, namun warga menduga bahwa makam tersebut hanyaalah gundukan tanah perbukitan sehingga mereka tidak pernah menghiraukan keberadaan makam tersebut.

Beliau juga menyatakan, sebenarnya sudahlama menemukan batu nisan kedelapan makam itu, tetapi kami tidak menyangka kalau batu yang tertancap dengan kuat itu adalah batu nisan makam purba yang setelah diadakan penggalian diperkirakan bahwa makam terbesar adalah makamnya putra mahkota Selaparang yang bernama Raden Mas Panji Tilar Negara dan yang lainnya adalah makam keluarga dan patih serta kerabat dekat kerjaan pada waktu itu, jelas laki-laki tua yang mengaku sudah bekerja menjadi penunggu pemakaman itu sejak 18 tahu yang lalu.

Beberapa orang penggali makam yang kami temui di lokasi menceritakan bahwa penemuan makam purba berawal dari kunjungan seorang sejarawan yang berasal dari Malang/Pulau Jawa yang bernama Yudi, katanya Yudi ditugaskan untuk meneliti keberadaan Kerajaan Selaparang. Dua bulan yang lalu Yudi datang ke Selaparang untuk mencari makam Selaparang yang merupakan satu-satunya peninggalan sejarah Kerajaan Selaparang yang ditemukan sebagai bukti keberadaan Kerajaan Selaparang pada masa lampau. Sesampai di kompleks Makam Selaparang Desa Selaparang Kecamatan Suela, ia kemudian melakukan meditasi dan dalam meditasinya itu Yudi mendapatkan petunjuk gaib bahwa makam keluarga Raja Selaparang berada di Desa Lendang Nangka. Petunjuk gaib itu juga mewasiatkan kepada Yudi supaya ia memberitahukan keberadaan makam itu kepada warga setempat agar dipelihara dengan baik sebab selama ini makam tersebut tidak pernah terawat dan dipelihara.

Cerita yang sama juga diungkapkan oleh Lalu Malik Hidayat, setelah Yudi mendapatkan petunjuk gaib, ia datang ke Lendang Nangka dan menceritakan hasil meditasinya kepada saya. Dari informasi itulah saya kemudian mengajak warga untuk melakukan penggalian di wilayah memontong yang ada di sebelah selatan pemakaman umum Timuk Desa Lendang Nangka. Kami menemukan sebuah makam yang cukup besar dengan konstruksi punden berundak dan ternyata makam itu adalah makam Raden Mas Panji Tilar Negara (Putra Mahkota Raja Selaparang). Hasil temuan inilah yang kemudian membuat gempar warga sekitar dan ahirnya berita tentang keberadaan makam ini menyebar luas dan sampai ke telinga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Timur yang kemudian melaporkan keberadaan makam purba ini kepada bagian kepurbakalaan dan arkeologi sehingga sejak tanggal 12 Januari lalu diadakan penggalian secara resmi oleh tim arkiologi dan kepurbakaaan bersama masyarakat sekitar.

Pada awalnya tim arkeologi dan kepurbakalaan hanya menemukan 8 makam yang berbaris sejajar, makam yang paling besar di percayai merupakan makam sang Putra Mahkota Selaparang (Raden Panji Tilar Negara) dan di sebelah baratnya adalah makam Patih Mangku Bumi, sedangkan makam lainnya diperediksi sebagai makam kerabat dekat kerajaan. Namun demikian, belum bisa dipastikan bahwa makam purba ini memang betul-betul kompleks pemakaman Raden Panji Tilar Negara dan keluarga Kerajaan Selaparang. Untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut dan professional mengenai masalah ini.

Tim arkeologi dan kepurbakalaan terus melakukan penggalian dan setelah dilakukan pemotretan satlit maka diketahui bahwa di sekitar wilayah makam purba terdapat pondasi kerajaan dan sisa-sisa peninggalan lainnya dengan luas mencapai 2 Ha. Dengan demikian tim arkeologi dan keprubakalaan akan melakukan penggalian seluas 2 Ha  supaya semua peninggalan kepurbakalaan yang ada di sekitar lokasi makam purba dapat ditemukan dan dikonstruksi melalu program pemugaran situs cagar budaya dan kepurbakalaan.

Hingga kami berkunjung ke lokasi (Kamis, 02 April 2015), tim arkeologi dan kepurbakalaan baru menemukan 70 makam dari penggalian yang dilakukan selama 2 bulan terahir ini. 70 makam itu berderet dengan rapi dengan konstruksi punden berundak. Barisan utama terdiri dari 13 makam. Ke-13 makam ini diperkirakan adalah makam Patih Mangku Bumi, Makam Raden Mas Panji Tilar Negara, dan 11 lainnya adlah kerabat dekat kerajaan pada masa itu. Sedangkan 53 makam lainnya diperkirakan merupakan makam ponggawa dan perajurin terbaik kerajaan. Penggalian akan tetap dilanjutkan sebab diperkirakan masih ada puluhan makam lainnya yang berada di sekitar makam purba yang telah ditemukan itu.

Ini merupakan penemuan yang mencengangkan dan sungguh luar biasa sebab sudah lama masyarakat Lombok bertanya-tanya tentang keberadaan makam Raja Selaparang yang sebenarnya dan setelah berabad-abad lamanya baru ditemukan jawaban atas hal itu. Makam purba ini diperkirakan dibangun pada tahun 1600-an. Temuan situs sejarah ini juga akan menjadi catatan baru sejarah Lombok, khususnya mengenai keberadaan Kerajaan Islam. Bukan hanya itu, penemuan ini juga akan menambah khazanah pariwisata sejarah religi di tanah Lombok.

Terkait dengan masalah asal muasal mengapa makam Putra Moahkota Selaparang berada di Lendang Nangka, beluam ada jawaban yang pasti hanya saja kami akan terus mencari refrensi dan sumber-sumber relevan untuk mengungkap asal muasal keberadaan makam ini sebab secara rasional, Pusat Kerajaan Selaparang berada di Selaparang Kecamatan Suela namun makam Putra Mahkotanya di Lendang Nangka, sungguh tempat yang jauh dari pusat kerajaan.

Namun demikian tidak ada hal yang tidak mungkin sebab perjalanan sejarah hidup manusia dipenuhi dengan misteri dan untuk itu kami akan mecari informasi mengenai asal muasal makam ini dan insyallah informasi itu akan kami publikasikan di halaman Kampung Media sebagai tambahan pengetahuan kita semua. Dan semoga penggalian situs kepurbakalaan ini dapat terselesaikan dengan segera sehingga bisa kita jadikan sebagai salah satu tempat belajar sejarah tanah moyang kita ini “Lombok Gumi Sasak Adi”.[] - 01

_By. Asri The Gila_

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru