Evaluasi Sumberdaya Lahan

Evaluasi sumberdaya lahan pada hakikatnya merupakan suatu proses untuk menduga potensi suatu sumberdaya lahan untuk berbagai penggunaannya. Adapun kerangka dasar dari evaluasi lahan adalah membandingkan persyaratan setiap penggunaan lahan tertentu dengan sifat sumberdaya lahan. Berbagai penggunaan lahan membutuhkan persyaratan yang berbeda-beda, oleh karena itu diperlukan informasi mengenai potensi sumberdaya lahan.

Informasi potensi sumberdaya lahan berisi informasi mengenai berbagai aspek sumberdaya yang berguna sebagai bahan untuk mengkaji kecocokan peruntukan lahan. Informasi tersebut umumnya tersaji dalam bentuk peta satuan lahan. Peta satuan lahan tersusun dari kombinasi peta bentuklahan, peta kemiringan lereng, dan peta penggunaan lahan. Peta bentuklahan dan peta penggunaan lahan diperoleh dari interpretasi foto udara, sedangkan peta kemiringan lereng diperoleh dari penghitungan kontur pada peta topografi.

Penghitungan kemiringan lereng dapat dilakukan dengan dua macam cara yaitu metode template dan metode grid. Metode template dilakukan dengan menempatkan template lingkaran dengan diameter tertentu pada daerah pada peta yang sekiranya garis-garis kontur dapat masuk pada lingkarannya. Diameter menunjukkan jarak mendatar (setelah dikalikan dengan skala petanya), sedangkan selisih kontur menunjukkan beda ketinggian.

Formula untuk menghitung kemiringan lereng:

Keterangan :

L      = kemiringan lereng (%)

Y      = beda tinggi

X      = jarak mendatar

klasifikasi kemiringan lereng

1. 0-3 %             Datar                Datar

2. 3-8 %             Landai              Berombak

3. 8-15 %           Miring              Bergelombang

4. 15-30 %         Curam              Berbukit

5. >30 %             Terjal               Bergunung

 

Klasifikasi Bentuklahan

1. Bentuk lahan asal Denudasial (D)

D1    Perbukitan terkikis

D2    Pegunungan terkikis

D3    Bukit sisa

D4    Bukit terisolasi

D5    Dataran nyaris

D6    Dataran nyaris yang terangkat

D7    Lereng kaki

D8    Pedimen (Permukaan transportasi)

D9    Piedmony (Disected D7)

D10  Gawir (Lereng terjal)

D11  Kipas rombakan lereng

D12  Daerah dengan gmb lebih kuat

D13  Lahan rusak

2. Bentukan struktural (S)

S1    Blok sesar

S2    Gawir sesar

S3    Gawir garis sesar

S4    Pegunungan antiklinal

S5    Perbukitan antiklinal

S6    Pegunungan sinklinal

S7    Perbukitan sinklinal

S8    Pegunungan monoklinal

S9    Perbukitan monoklinal

S10  Pegunungan dome

S11  Perbukitan dome

S12  Dataran tinggi

S13  Cuesta

S14  Hogback

S15  Flat iron

S16  Lembah antiklinal

S17  Lembah sinklinal

S18  Lembah subsekwen

S19  Sembul (Horst)

S20  Graben

S21  Perbukitan lipatan kompleks

3. Bentukan asal Volkanik (V)

V1    Kepundan

V2    Kerucut vulkan

V3    Lereng atas vulkan

V4    Lereng tengah vulkan

V5    Lereng bawah vulkan

V6    Kaki vulkan

V7    Dataran kaki vulkan

V8    Dataran fluvial vulkan

V9    Padang lava

V10  Padang lahar

V11  Lelehan lava

V12  Aliran lava

V13  Dataran antar vulkan

V14  Dataran tinggi vulkan

V15  Planezes

V16  Padang abu, tuff atau lapili

V17  Solfatar

V18  Fumarol

V19  Bukit vulkan terdenidasi

V20  Leher vulkan

V21  Sumbat vulkan

V22  Kerucut parasiter

V23  Boka

V24  Dike

V25  Baranko

4. Bentukan asal Fluvial (F)

F1    Dataran aluvium

F2    Dasar sungai    

F3    Danau

F4    Rawa

F5    Rawa belakang

F6    Sungai mati

F7    Dataran banjir

F8    Tanggul alam

F9    Ledok fluvial

F10  Bekas dasar danau

F11  Hamparan celah

F12  Gosong lekung dalam

F13  Gosong sungai

F14  Teras fluvial

F15  Kipas alluvium aktif

F16  Kipas aluvium tidak aktif

F17  Delta

F18  Igir delta

F19  Ledok delta

F20  Pantai delta

F21  Batuan delta

5. Bentukan asal Karst (K)

K1    Dataran tinggi karst

K2    Lereng dan perbukitan karst terkikis

K3    Kubah karst

K4    Bukit sisa batu gamping terisolasi

K5    Dataran aluvial karst

K6    Uvala, dolin

K7    Polje

K8    Lembah kering

K9    Ngarai karst

Klasifikasi Penggunaan Lahan

P             Permukiman

Pk           Permukiman kota

S             Sawah

T             Tegalan

K            Kebun

Kc          Kebun campur

Pb           Perkebunan

Sm          Semak

B            Belukar

H            Hutan

_By. Moh. Radinal Atmaja & Asri The Gila_ [] - 01

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru