Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial

Semakin hari, pergerakan Mahasiswa semakin Redup. Memang kini terlihat agak jarang bahkan tidak ada sama sekali, Teriakan-teriakan perjuangan menuntut keadilan ataupun mengkritisa suatu kebijakan. Suasana Saat ini Sangat berbeda, dibandingkan dikala saya masih dicap sebagai Mahasiswa Baru Dulu.

Saat Itu, masih teringat dengan jelas. Barisan Rapi puluhan mahasiswa, diiringai dengan orasi-orasi dibalik megaphone, bahkan yel-yel penyemangat tak henti-henti didendangkan sepanjang jalan. Sebagai Pendatang baru didalam Dunia kampus, tentunya dalam hati bertanya-tanya, Sedang apa gerangan..? Apa yang Terjadi..??

Dengan mengamati apa yang terjadi, Timbul Hasrat dari hati nurani ingin ikut serta dalam barisan itu. Namun, ketika itu, masih hanya sebatas angan. Entah kenapa memang, saya ingin sekali berada didalam barisan senior-senior itu.

Mulai saat itu, Saya kemudian Aktif mengobati Rasa penasaran saya. Dengan penuh Rasa Ingin Tau sayapun mulai menggeluti Aktivitas Organisasi didalam Kampus. Berawal dari Masuk Menjadi Pengurus di BEM UNRAM 2011, Kemudian BEM FT UNRAM, HMS FT UNRAM dan Terakhir menjadi Ketua di Dewan Perwakilan Mahasiswa FT-UNRAM.

Oke Kita lupakan sejenak Hal itu, Lain lagu lain pengarang, Lain Dahulu Lain Sekarang. Cerita Sungguh berbeda. Saat ini Hampir Nyaris tak ada aksi mahasiswa turun ke jalan, Jangankan memperjuangkan suara rakyat. Menuntut Rektor yang seakan mengekang kebebasan organisasi mereka, masih Tidak Berani. Yah, Saya menyindir Kawan-kawan di Universitas Mataram.

Kemana kepedulian mahasiswa..? Mahasiswa yang Katanya Agent Of Change, Agent Of Control atau apalah namanya itu. Bandingkan Dengan angkatan 66, 74, 77, hingga 98 dulu. Mahasiswa saat ini sangatlah jauh berbeda. Maka sangat betul apa yang diberitakan oleh Merdeka.com Tertanggal Senin, 16 Maret 2015. Sebuah Judul yang sangat menarik sekaligus mencubit rasa kemanusian dan kepedulian dikalangan Mahasiswa. Harga terus naik, masyarakat tercekik, ke mana mahasiswa?

Saya tidak akan menyinggung Persoalan Harga yang Terus Naik, Namun lebih kepada Apa sesungguhnya Yang Terjadi Kepada Mahasiswa, Khususnya Mahasiswa Universitas Mataram. Rasanya Kampus seribu cemara ini, adem ayem aja. Sepertinya tak ada lagi sesuatu yang dipermasalahkan. Atau bisa jadi masalah-masalah ditutupi dengan sesuatu. Entahlah….

Sejak berlakunya Jam malam dan Sistem Satu pintu sebuah kebijakan yang sebenarnya sangat mengusik bukan hanya bagi kaum organisatoris bahkan bagi warga sekitarpun kebijakan tersebut sangat merugikan. Bayangkan saja, Tidak boleh ada yang lewat Unram kecuali Civitas Akademikanya. Warga disekitar terguncang kala itu. Tapi, sepertinya Tak ada yang mampu mengalahkan Kekuatan Penguasa. Warga sekitar hanya bisa menghisap jempol, karena mulai saat itu, tak lagi bebas keluar masuk Istana Alias Wilayah Kampus Universitas Mataram.

Meredupnya Kegiatan atau pergerakan dikalangan Mahasiswa Universitas Mataram. Seakan Dinikmati Betul oleh birokrasi alias Rektorat. Ir. Sunarpi beserta jajajarannya. Apa hendak dikata, Organisasi kemahasiswaan Terpecah Belah. Organisasi Intra Fakultas, tak lagi saling urus. Semua hanya mementingkan Idiologi Masing-masing. Akhirnya, Kesepakatan untuk “Bersatu”, jauh dari harapan. Penguasa Tertawa, Mahasiswa Terlena, Dan Selamat Tinggal Agent Perubahan. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.

Semakin Canggih Teknologi, Sepertinya semakin Pudar Pula Rasa Tanggung Jawab Sosial Seorang Mahasiswa. Media social hanya digunakan untuk pamer diri, saling ejek, bahkan main-main semata. Terlena dalam baying-bayang Dunia Maya, Akibatnya Dunia nyata Terlupakan. Lebih banyak bergaul dengan orang yang tak jelas entah dimana, dibandingkan dengan orang disekitarnya.
Kembali kepertanyaan Intinya, Kemana Mahasiswa..?

Mahasiswa Sudah Hilang, Tenggelam dalam peradaban. Mungkin ia tak lagi dapat dilihat dalam dunia nyata. Akan lebih sering menampakkan dirinya dalam Dunia Maya. Kemana Mahasiswa,? Ia masih duduk manis, diruangan yang begitu sempit, menduduki kursi mati, mendengar ceramah dari Dosen-dosennya.

Lalu bagaimana Tentang Tanggung Jawab Sosial Mereka..??

Mereka Tak kan lagi terlihat dijalanan, tak kan lagi Terdengar Teriakan Perjuangan. Tanggung jawab mereka hanya terlihat dari Status di Beranda Facebook. Tweet di Akun Twitter, Atau tercantum di puluhan media social Lainnya,. Apakah Itu hanya sekedar Kata tanpa diiringi dengan adanya Tindakan Nyata. Entahlah. [] - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru