Mesin Politik Masih Ditingkat Lobby

Hmm...! Untuk saat ini, belum satupun para kandidat calon Bupati Bima periode 2015-2020 yang resmi memiliki Mesin’ politik sebagai Parpol pengusung para kandidat calon itu sendiri. Seperti Partai Amanat Nasional (PAN)—meskipun Parpol tersebut adalah partai pemenang pemilu legislatif di Kabupaten Bima tahun 2014 lalu, namun dengan jumlah tujuh kursi yang diperoleh di tingkat Parlemen (DPRD) Kabupaten Bima, belum juga memenuhi kuota. Begitupun partai Golkar, salah satu partai tertua di negara ini.

            Berbicara lobby partai politik sebagai mesin pengusung, tentu banyak menyita waktu bahkan menghabiskan “amunisi” lainnya. Sehingga sampai saat ini, belum satupun bakal calon Bupati Bima, baik itu Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd (Incumbent), Hj Dinda Damayanti Putri (Ka.DPD Golkar), Ady Mahyudi (Ka. DPD PAN), Ali Ahmad SH (Sekjen DPW PAN), Mori Hanafi (Gerindra), H Ahmad Abbas, Drs Mustamin maupun beberapa bacabu lain yang sudah muncul, resmi memiliki partai pengusung.

            Kendati terkesan masih dalam tarik ulur, namun sinyal mendapatkan mesin politik tersebut, mulai mencuat. Bahkan rencana koalisi dari beberapa partai pun tinggal menghitung hari. Seperti yang akan digencarkan oleh PAN. Rencananya, pertai berlambang matahari terbit tersebut akan berkoalisi dengan PKB dan PDI Perjuangan—bahkan disinyalir pula—Partai Hanura akan merapat dalam koalisi tersebut. Hanya saja, rencana koalisi dimaksud belum menyebut siapa figur kuat yang akan dijadikan orang pertama.

Meski sebelumnya Ady Mahyudi akan diposisikan sebagai orang pertama, namun dalam “skema” politik pun bisa saja berubah untuk menjadi orang kedua seiring lajunya aspirasi masyarakat. Salah satu bukti, beberapa kader PAN di Kecamatan Bolo telah mengenakan dan mempromosikan paket “ZULADI” Center di tengah-tengah masyarakat. Pertanyaannya, siapakah figur yang dimaksud dalam paket “ZULADI” tersebut. Namun anggapan dari beberapa mantan tim “Zaman Bersatu” sudah menduga figur dalam paket dimaksud.    

Sementara, setingkat lobby politik pun, juga gencar dilakukan Hj Dinda Damayanti Putri. Ketua DPD Golkar Kabupaten Bima ini, dipastikan akan membangun kekuatan dengan PKS. Sebab, menurut survey internal kader PKS sendiri, dari 10 pelamar  yang sudah menyampaikan visi dan misi, nama Dinda berada pada tingkat teratas—selanjutnya posisi kedua ditempati Mori Hanafi dan H Syafrudin berada diposisi ketiga. Sehingga optimis PKS untuk mengusung kadernya sebagai orang kedua, diyakinkan akan langgeng bersama Dinda.   

Begitupun dilakukan bacabu lainnya, yaitu H Ahmad H Abbas. Kabarnya, putra kelahiran Desa Talabiu Kecamatan Woha ini, sudah memegang mandat dari Partai Demokrat dan PBB Pusat. Meski bacabu ini terkesan kurang diperhitungan, namun tim pemenangannya sudah clear dibentuk dari 18 kecamatan yang ada.

Lantas, bagaimana dengan kendaraan politk Drs H Syafrudin (Bupati Bima,red)? Sebelumnya, partai Nasdem adalah salah satu kendaraan politik yang akan ditungganginya. Namun baru-baru ini, partai Nasdem sendiri justeru telah membuka penjaringan bakal calon. Partai yang memiliki tiga keterwakilan anggotanya di Parlemen Kabupaten Bima tersebut, tentu harus melakukan koalisi minimal dua partai politik untuk memenuhi kuota pengusungan calon.

Sementara Gerindra dan PPP, juga menjadi bagian dari partai yang sudah dilamar oleh H Syafrudin. Begitu pula PKS dan PBB. Hanya saja, para pimpinan partai politik baik ditingkat daerah maupun provinsi saat ini, tak satupun yang secara resmi mendeklarasikan siapa ‘jagoan’ mereka. Begitupun bentuk koalisi yang dibagun ditingkat bawah, terkesan masih samar.(adi)   - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru