Tahun baru adalah Pendekatan kepada Kematian

Sudah satu bulan lebih, saya lirak lirik kesana kemari untuk mencari sesuatu yang bisa ditulis di kampung media, baik itu berupa pristiwa, opini atau apa saja. Tapi ternyata hingga tulisan ini hadir dihadapan teman-teman ternyata itu belum saya temukan. Ini bukan berarti pristiwa atau opini atau lainnya tidak ada, malah justru sangat banyak, Cuma sayang mungkin karena kebodohan saya sendiri hingga saat ini belum bisa menjadi sebuah tulisan.
Sampai pada satu ketika, saya tengah duduk dihadapan sebuah meja kerja di kantor BKAD. karena di situ semua personil sudah pada keluar (kelapangan) mencari dana pinjaman yang ditonggak, saya sendirian kemudian berfikir, bahwa ternyata hari terus berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Dan baru ini, tahun 2014 telah berganti menjadi tahun 2015, orang semakin porsir waktu kesana kemari untuk mencari uang padahal pada hakekatnya ketika usia sudah bertambah,  maka sesungguhnya kematian semakin dekat.
Berbicara soal kematian, semua orang menjadi ngeri dan takut, tapi kenapa kita tidak pernah berusaha memperisapkan diri untuk menghadapi kematian itu segencar kita mempersiapkan diri menghadapi masa depan?, apakah karena kita memang kurang menyadari bahwa kita akan mati?,ataukah kita kurang meyakini bahwa segala yang kita lakukan didunia ini akan dihisab nanti, dan semuanya akan kita terima konsekwensinya. Atau kenapa………….?
Mungkinkah karena segala konsekwensi itu akan kita terima nanti setelah mati?, sehingga sesungguhnya yang jauh lebih penting adalah apa yang konsekwensinya akan kita terima di dunia ini secara langsung yakni soal masa depan.
Kalau itu jawabannya, maka berarti ada yang masih kurang kita sadari, bahwa segala perintah Tuhan yang kelihatan secara zahir mengarah kepada alam akherat sesungguhnya berimbas langsung dampaknya di dunia. Satu contoh kita ambil, misalnya SOLAT. Solat yang kalau dilihat sepintas maka jelas kepentingannya adalah soal akherat atau dengan kata lain soal sorga dan neraka. Tapi sebetulnya jika dikaji dengan teliti, ianya adalah pekerjaan yang secara langsung berdampak dalam kehidupan kita sehari-hari di dunia ini. Tuhan berfirman “sesungguhnya solat dapat mencegah dari kejelekan dan kemungkaran”, bukankah orang yang terhindar dari kejelekan dan kemungkaran akan disenangi oleh lingkungannya dan bukankah orang yang disenangi oleh lingkungannya akan gampang berinteraksi dengan sekitarnya, dan bukankah orang yang gampang interaksinya dengan sekitarnya gampang melakukan traksaksi bisnis dan lain sebagainya dan jika sudah sampai pada tataran ini bukahkah itu artinya orang ini akan gampang menyongsong masa depannya?.
Sory sobat kok kita jadi bicara ngalor ngidul ya, terserahlah yang pasti saya tengah berusaha mencoba mempraktikkan apa yang bang Fairuz sering fatwakan, “Tulis saja apa yang ada dalam fikiranmu bahkan juga apa yang tidak mau kamu tulis, toh juga tidak ada konsekwensi dosa dan pahala di sini”.
Jadi kalau ditanya apa esensi dari tulisan ini?, saya tidak bisa jawab, karena itu tidak usah Tanya, Baca saja, kalau ada pelajaran yang bisa diambil, syukur. Kalau tidak ada ya tidak apa karena memang tidak ada niat mengajarkan.[] - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru