Mengidolakan Nabi Muhammad

KM. Sukamulia-Setiap orang pasti memiliki idola atau orang yang dipuji dan puja serta dikagumi. Orang yang kita idolakan tentunya adalah orang yang hebat dan memiliki suatu kemampuan yang lebih dari kita yang mengidolakannya. Ada diantara kita yang mengidolakan seseorang karena ketampanan atau kecantikannya, ada yang mengidolakan seseorang sebab kepintarannya, ada yang mengidolakan seseroang karena kebaikannya dan sebagainya.

Lalu jika kita mengidolakan mereka apakah kita akan mendapatkan suatu manfaat dari mereka ? jawabannya adalah belum tentu. Orang yang paling patut kita idolakan adalah Nabi Muhammad SAW  sebab beliaulah manusi yang paling sempurna di dunia ini dan jika kita mengidolakan beliau kemudia kita mengikuti sunnahnya maka kelah di akhirat beliau akan memberikan kita syfaat.

Mengidolakan seseorang atau suatu kelompok adalah hal yang lumrah. Ketika melewati masa perkembangan, seseorang selalu mengalami proses pengidentifikasi-an diri. Dan ketika masa kanak-kanak, identifikasi diri lebih mengacu pada sosok yang paling dekat dengannya seperti orang tuanya. Kemudian melwati masa remaja, idola mulai beralih ke sosok di luar rumah. Biasanya mereka itu mengambil tokoh yang terkenal di bidangnya. Baru setelah dewasa, idola beralih dengan mengacu pada orang-orang yang terlihat mapan secara lahiriyah dalam mengarungi hidupnya.

Karena merupakan proses identifikasi maka seseorang cenderung untuk meniru pola yang dilakukan oleh idola yang dipilihnya. Baik dari gaya rambut, tingkahnya, sampai pada prinsip hidupnya. Disinilah sangat dibutuhkan contoh yang baik bagi mereka yang akan memilih idola. Walaupun secara pengertian harfiahnya idola adalah sesuatu yang kadang-kadang disembah-sembah, dipuja, diagung-agungkan, namun disini kita alihkan sebagai panutan dan teladan.

Anak-anak sangat membutuhkan keteladanan orang tuanya, sementara remaja yang katanya sedang dalam proses mencari jati diri, butuh panduan yang mengarahkannya dalam memilih sosok panutan mereka. Apalagi lintas informasi yang begitu cepat, akan bisa menjerumuskan mereka, sehingga ia salah dalam memilih sosok panutan yang tidak baik bagi diri dan perkembangannya. Misalnya, mereka memilih tokoh tenar, namun termasyhur karena kejahatannya, seperti Alcapeno, atau artis kondang sejagat namun buruk reputasinya, Madona. Apa yang akan terjadi? Bukan kemajuan, tetapi kebejatan moral yang terjadi.  Dan hal ini telah kerap kali terjadi pada pemuda dan pemudi yang ada di sekitar kita. Na'udzubillah.

Melihat keterbatasan manusia maka tidak setiap pribadi yang mempunyai satu kelebihan pantas untuk diidolakan. Mestinya harus ada satu figur yang sempurna di setiap hal sehingga pantas dijadikan panutan bagi semua manusia. Lalu, selaku ummat islam maka siapakah yang paling pantas untuk kita jadikan idona ?

Beruntunglah kita yang memeluk agama Islam sebab dalam Al-Qur'an telah ditetapkan seorang yang memenuhi kriteria sebagai panutan setiap langkah kehidupan manusia. Allah berfirman "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak mengingat Allah". (QS.Al-Ahzab 33:21)

Sungguh tiada keraguan bagi kita, hanya Rasulullah Muhammad SAW yang bisa memenuhi kriteria sebagai teladan. Beliau cerdas, kepribadiannya sempurna dan menurut banyak riwayat, beliu gagah dan tampan. Kurangnya apa lagi? Barangkali yang kurang adalah beliau teramat jauh rentang waktunya dengan kita. Meskipun demikian banyak cara untuk mendekatkan diri dengannya agar tercipta jembatan penghubung dari rentanng waktu yanng ada. Salah satu carannya dalah dengan mengidolakan beliau dalam segala sepek kehidupan kita. Jika kita telah mengidolakannya maka otomatis kita akan mengkaji ajarannya, berusaha mengenal karakternya, serta mempelajari Al-Qur'an dan hadist yang menjadi peninggalannya (wasiatnya) dengan demikian maka selamatlah kita dalam menjalankan kehidupan di dunia ini dan isyallah akan mendapat syfaatnya di hari ahir.

Untuk dapat melakukan hal tersebut bukanlah sesuatu yang gampang. Mengalihkan figur idola dari yang ada dan biasa pada masa kini kepada figur panutan yang punya jarak ribuan tahun berselang dari waktu sekarang, sungguh dibutuhkan kemantapan dan kebulatan tekad. Untuk itulah, melalui momen peringatan mauled Nabi Muhammad SAW tahun ini, kita mulai berusaha untuk mengenal figure Nabi Muhammad dan segala apa yang diajarkannya dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. () -01

 _By. Ibrahim ASA/Tingkat Umum_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru