Lelakak Papuk Balok Ku

KM. Sukamulia-Sukamulia adalah dusun yang penuh dengan cerita, saking banyaknya saya tidak bisa menulis semuanya. Hal yang paling berkesan dalam pemikiran saya adalah lelakak, dimana lelakak adalah, apa aneh ? saya berkeliling untuk menanyakan apa itu lelakak tapi samapai saat ini saya belum menemukan jawabannya. Semua yang saya tanya menjawab “Lelakak be lelakak owah, te taokbe ongkate nyebut ye”. Dari jawaban-jawaban itu maka saya mengambil kesimpulan bahwa lelakak adalah lelakak atau kata-kata yang berupa pribahasa dan atau bisa jga disebut dengan nama pantun.

Singkat cerita, setidaknya ada ratusan lelakak yang sering saya dengar dari mulut tetua yang ada di Dusun Sukamulia namun dari sekian banyak lelakak itu, hanya ada 10 lelakak yang saya anggap paling berkesan sebab 10 lelakak yang saya maksud itu memiliki makna yang luar biasa bagi hidup saya dan warga lainnya. 10 lelakak yang saya maksud itu adalah sebagai berikut:

  1. Kebon Bangket, Semeton Jori Tangket. Lelakak ini memberikan pelajaran bahwa bagaimanapun kita bermusuhan dengan saudara kita namun tetap saja saudaara/semeton adalah kawan/tangket kita menjalani hidup ini. Oleh sebab itu janganlah kita saling memutuskan silaturrahi dengan sadara kita dan jagalah tali persaudaraan itu hingga kita masuk di liang lahat.
  2. Kebon Reu, Semeton Jori Teu. Lelakak/pribahasa ini menggambarkan tentang seseorang yang memutuskan tali silaturrahmi dengan saudaranya. Mereka mengganggap saudaranya seperti orang lain dan mereka saling bercerai berai dan tentunya ini adalah hal yang tidak baik untuk kita tauladani.
  3. Kambut Goro Pelingkak Basak, Kancut Seroro Jemak Mek Rasak. Lelakak ini memberikan pelajaran kepada kita supaya tidak berlaku seroro/durhaka sebab yang namanya orang durhaka akan selalu mendapatkan balasan yang tidak baik di dunia dan di ahirat kelak.
  4. Lombok Ampenan, Sabol Todok Sik Kakenan. Lelakak ini memberikan gambaran tentang orang yang rakus dan selalu mementingkan makan saja sedangkan ia malas untuk melakukan pekerjaan dan tentunya hal seperti itu tidak boleh kta tiru dan lakukan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, bernusa dan bangsa.
  5. Kerumut, Benteng, Dasan Lendang “Bekerukut, Bekerengkeng, Saling Tendang”. Lelakak ini member gambaran bahwa jika kita mengembangkan rasa salah paham/berfikiran negative terhadap orang lain maka kita akan bekerengkekeng (adu mulut) dan itu akan mengakibatkan kita saling tending. Kata saling tending ini berarti bertengkar, oleh sebab itu janganlah kita suka berperasangka buruk terhadap orang lain supaya kita tidak mudah bertengkar.
  6. Endak Gitak Pager Dengan, Gitak Juluk Pager Mesak. Lelakak ini memiliki arti sebelum kita menilai orang maka nilailah diri kita sendiri, artinya jangan sekali-kali kita menilai keburukan orang sebelum kita meniali keburukan yang ada pada diri kita sendiri.
  7. Bubut Nine Bubut Mama Pada Doang Terdekne, Papuk Nina Papuk Mama Pada Doang Pengenjekne. Lelakak ini memberikan gambaran bahwa laki-laki dan perempuan itu memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam keluarga.
  8. Sebok Kukuk Marak Meong. Lelakak ini menggambarkan tentang orang-orang yang suka melakukan kesalahan namun ia berpura-pura untuk berlaku baik ketika dilihat oleh orang lain. Sifat ini adalah sifatnya orang munafik dan tentunya ini tidak boleh kita kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat
  9. Wang Wet, Jerak Mangan Sopu Bewet. Lelakak ini memberikan pelajaran supaya kita hidup pembersih.
  10. Sompi Betoli Isik Bambang, Menusia Betoli Isik Raos. Lelakak ini berarti bahwa hiwan itu diikat oleh tali sedangkan manusia diikat oleh pembicaraannya. Dengan demikian, lelakak ini memberikan kita pelajaran supaya kita betul-betul menjaga perkataan supaya kita tidak seperti hewan yang berbicara tanpa makna.

Demikianlah beberapa lelakak/pribahasa yang sering saya dengar dari orang tua kami yang ada di Dusun Sukamulia dan mungkin anada juga sering mendengarkan kalimat-kalimat pribahasa yang sama di dari tetua yang ada di kampung anda. Oleh sebab itu marilah kita resapi dan hayati arti yang terkandung dalam setiap kalimat lelakak itu dan mudah-mudahan itu bisa menjadi panduan hidup kita. Tampiasih deit mohon maaf atas kekurangan,,,,

_By. Sukandi ASA/Tingkat Umum_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru