Mengenal dan Menilai Diri

KM. Sukamulia – Semua orang pasti bisa menilai sesuatu dan atau menilai orang lain namun tidak semua orang yang bisa menilai dirinya sendiri. Memberikan penilaian terhadap orang lain sangatlah gampang namun menilai diri sendiri sangatlah sulit, demikianlah kodrat yang berlaku di jagat semesta ini. Maka beruntunglah orang-orang yang bisa menilai dirinya dan sangatlah merugi orang-orang yang hanya bisa menilai orang lain. Menilai diri sangatlah penting bagi setiap orang sebab jika ia hanya bisa menilai orang lain maka ia akan selalu merasa dirinya adalah orang yang paling baik dan orang lain selalu buruk, sifat seperti itulah yang disebut sombong.

Untuk mengenal diri maka kita harus mengenal berbagai urgensi nilai sebab tanpa mengenal urgensi nilai maka kita akan kesulitan untuk mengenal diri kita sendiri. Untuk itu, penulis akan mengajak kita semua untuk mengingat konsep nilai dan hal-hal yang berhubungan dengan nilai. Kata nilai mungkin sudah tidak asing lagi dari pendengaran kita, lebih-lebih dalam dunia pendidikan, di mana nilai merupakan suatu tujuan yang sangat penting artinya. Namun tidak jarang pula kita yang tidak mengerti apa sebenarnya nilai itu. Sesungguhnya nilai adalah kepercayaan-kepercayaan atau pertimbangan yang mencakup berbagai hal seperti minat, kesukaan, pilihan, tugas, kewajiban agama, kebutuhan, keamanan, hasrat, keengganan, daya tarik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kepercayaan dan perasaan dari orientasi seleksinya yang dapat digunakan sebagai suatu pembimbing untuk mencapai suatu tujuan.

Tanpa adanya nilai kita tidak akan mengetahui berhasil atau tidaknya seseorang, baik atau buruknya sesuatu dan sebagainya. Untuk itu, nilai sangatlah penting bagi kehidupan manusia supaya manusia itu mengetahui bagaimana dirinya yang sebenarnya. Pada dasarnya nilai tidak dibatasi dengan pertanyaan-pertanyaan keagamaan, politik ataupun moral. Nilai memiliki peranan yang sangat penting dalam dinamika kehidupan manusia. Nilai merupakan faktor yang sangat menentukan dari tujuan manusia dan prilaku manusia. Seseorang dalam melakukan sesuatu terlebih dahulu mempertimbangkan nilai untuk mengadakan pilihan tentang baik dan buruknya apa yang hendak dilakukan.

Nilai dapat dibagi dalam berdasarkan sifat, prinsifnya, dan objeknya. Berdasarkan sifatnya nilai dibagi menjadi dua yaitu nilai subjektif dan objektif. Nilai subjektif adalah penilaian terhadap sesuatu dengan cara memandang sebelah mata dan tanpa mempertimbangkan berbagai aspek lain yang termasuk dalam lingkup objek yang dinilai. Memberikan nilai dengan sifat sujektif inilah yang kemudian menghancurkan manusia sebab secara umum penilaian dengan sifat yang subjektif hanya akan memberikan keuntungan sepihak sehingga meniali sesuatu dengan sifat yang subjektif sering menimbulkan perpecahan dan atau konflik.

Selanjutnya memberikan penilaian dengan sifat yang objektif merupakan cara pemberian nilai dengan memperhatikan segala aspek yang terkandung pada objek yang dinilai dengan sejujur-jujurnya tanpa ada tendensi apapun, artinya benar tetaplah benar dan salah tetaplah salah. Memberikan nilai dengan sifat yang objektif akan membuat sang penialai dan objek yang diniali selamat dan mencapai tujuan dengan selamat pula.

Berdasarkan prinsipnya nilai dibedakan menjadi nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai intrinsik adalah nilai yang ada dalam diri sesuatu itu sendiri dan bukan karena menghasilkan sesuatu yang lain. Sedang nilai ektrinsik adalah sesuatu yang bernilai baik karena sesuatu hal dari luar. Dengan memahami nilai intrinsic dan ekstrinsik ini maka seseorang akan berlaku sebijaksana mungkin dalam menilai dirinya ataupun orang lain. Memahami nilai intrinsic dan ektrinsik akan membuat seseorang tidak meremehkan sesuatu karena hanya melihat sisi luarnya saja, artinya bisa jadi seorang yang bertampang seperti pereman namun hatinya lebih baik dari Tuan Guru dan atau sebaliknya bisa jadi seorang yang bertampang seperti Tuan Guru namun hatinya dan pikirannya seperti bajingan. Sebab itulah jika kita menilai seseorang atau sesuatu maka hendaklah kita menilai keadaan luar dan dalam-nya supay kita tidak terjebak dalam penilaian yang salah dan terjebak dalam tipu muslihat.

Jika dikaji berdasarkan jenis objek yang dinilai/dikaji maka nilai dapat dibagi menjadi nilai agama, nilai sosial, nilai budaya dan nilai pendidikan: 1) nilai agama merupakan konsep mengani penghargaan tinggi yang diberikan oleh warga masyarakat kepada beberapa masalah pokok dalam kehidupan keagaamaan yang bersifat suci, sehingga menjadi pedoman bagi tingkahlaku keagamaan warga masyarakat yang bersangkutan, 2) nilai budaya, yaitu konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang terkait dengan berbagai aspek kehidupan seperti system bahasa, system perekonomian/mata pencaharian, system peralatan hidup, system kesenian, system politik, system pemerintahan, system pendidikan, dan system kekerabatan, 3) nilai sosial adalah tolak ukur atau pedoman hidup yang berlaku dalam kehidupan sekumpulan masyarakat terkait dengan kehidupannya sebagai makhluk sosial dan 4) nilai pendidikan adalah pertimbangan subjek moral dan non moral yang meliputi estetika, yaitu menilai subjek dalam sudut keindahan dan selera pribadi, dan etika, yakni menilai benar atau salahnya dalam hubungan pribadi serta pengetahuan.

Terkait dengan masalah niali, terdapat juga sitilah sistem nilai yaitu pedoman hidup yang dianut oleh sebagian besar warga masyarakat, di mana pandangan hidup itu merupakan suatu sistem pedoman yang dianut oleh golongan-golongan atau lebih sempit lagi individu-individu khusu dalam masyarakat. Dengan demikian dalam kehidupan manusia terdapat suatu sistem nilai yang menjadi pedoman hidup bagi manusia baik secara individu ataupun kelompok, di mana sistem nilai ini akan melahirkan sebuah pemahaman, kepercayaan, pandangan hidup, atau ideologi yang akan menjadi sebuah rambu-rambu dalam kehidupan mereka, baik dalam masalah ketuhanan ataupun dalam masalah-masalah sosial kemasyarakatan yang selanjutnya akan mebentuk sebuah kesatuan adat-istiadat.

Nilai memainkan peran penting dalam dinamika segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Sistem nilai tidak dibatasi dengan pertanyaan-pertanyaan keagamaan, politik, ataupun moral. Sistem nilai sangat bersifat pribadi dan selalu berhubungan dengan perasaan maupun pengaruh. Setiap yang kita katakana bagus belum tentu dikatakan bagus oleh orang lain, demikian juga sebaliknya. Apa yang kita katakana buruk belum tentu buruk dalam penilaian orang lain. Oleh karena itu sistem nilai tergantung dari pribadi seseorang atau masyarakat yang menganut nilai tersebut, sehingga nilai itu tidak bisa kita paksakan untuk dituruti dan diikuti oleh orang atau masyrakat lain.

Dengan demikian maka jelaslah bahwa di dalam kehidupan ini kita sangat membutuhkan penilaian dan juga memberikan nilai. Jika kita ingin hidup bahagia dunia dan akhirat maka hendaklah kita siap untuk dinilai dan jangan hanya memberikan nilai tanpa mau menerima penilaian dari orang lain. Banyak sekali saudara-saudara kita yang hanya bisa menilai dan tidak sudi untuk dinilai. Banyak pula diantara kita yang senang menilai orang lain namun tidak pernah mau menilai dirinya sendiri. Banyak pula orang yang bisa memberikan nilai dengan sebelah mata, artinya ia kerap menilai keburukan saja dan tanpa mau melihat sisi baik dari sesuatu yang dinilainya. Hal inilah yang kemudian menghancurkan kita dan tanah pertiwi yang kita cintai ini, banyak diantara kita yang senang mencari kesalahan orang lain tanpa mau melihat sisi baiknya. Misalnya saja ketika kita memberikan penilaian kepada pemimpin-pemimpin kita, sebagian besar kita hanya bisa menyalahkan pemimpin dengan segala programnya dan padahal belum tentu kita bisa melakukan apa yang ia lakukan.

Untuk itu, pada ahir tulisan ini saya mengajak diri saya dan kita semua untuk memahami apa sebanarnya nilai itu dan bagaimana sesungguhnya cara untuk memberikan nilai kepada sesuatu supaya kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sombong dan beromong besar. Marilah kita mulai mulai untuk mengintropeksi diri kita sendiri, nilaialah diri kita sebelum kita menilai orang lain sebab kita belum tentu lebih baik dari orang-orang yang kita nilai buruk dan sebaliknya belum tentu pula orang yang kita nilai baik itu lebih baik dari orang selalu kita jelek-jelekkan. Menilai diri adalah kunci untuk mendapatkan hidup yang aman dan damai.

Ingatlah perkataan orang-orang suci yang memberikan petuah kepada kita semua dengan konsep, baca dirik, kaji dirik, dan sembah dirik (baca diri, kaji diri, dan sembahlah diri). Artinya bacalah apa yang ada pada diri kita kemudian kaji semua itu dengan seksama dan kemudian berlaku baiklah untuk diri dengan menyerahkan diri kepada pemilik diri itu (Allah SWT) dengan demikian maka insyallah kita akan menjadi orang-orang yang diridhoi oleh Allah, baik di dunia yang ini dan lebih-lebih di akhirat nanti.[] - 05

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru