PELAJARAN DARI LONGSOR BANJARNEGARA

PELAJARAN LONGSOR BANJAR NEGARA

Hari ini 14-12-2014 kita menyaksikan berita satu peristiwa menyedihkan sekaligus sebagai peringatan kepada penghuni bumi khususnya kepada manusia sebagai halifah atas planet ini. Peristiwa longsor yang terjadi di provinsi jawa tengah di kecamatan Banjarnegara adalah sebuah peristiwa yang menelan korban nyawa, harta dan kesedihan. Bila sekilas kita saksikan di media berita tempat lokasi terjadinya longsor ini, adalah di sebuah daerah perbukitan yang gundul. Penyebab terjadinya longsor tersebut karena terguyur hujan kurang lebih 24 jam atau sehari semalam. Dari fakta ini ada hal yang dapat kita pelajari:

1. Karena tanahnya miring/tumpukan/unggukan yang tidak ditumbuhi oleh pepohonan yang memili akar yang kuat, sehingga kurangnya yang menguatkan tanah. Jadi ketika diguyur hujan dengan volume air yang besar akan menggeser lapisan tanah tersebut.

2. Perkampungan yang di diami oleh penduduk tepat di bawah gundukan bebukitan yang gundul tersebut, sehingga dapat di katagorikan daerah rawan bencana.

3. Struktur tanah yang mengandung unsur campuran tanah liat dan pasir ini sangat aktif menerima terobosan air sehingga mengakibatkan longsor, lebih-lebih tidak ada akar-akar pepohonan yang mengikatnya.

4. Kegundulan hutan yang ada di deretan perbukitan atasnya juga membawa pengaruh, karena tidak ada yang membantu menyerap air hujan yang terus mengalir dari ketinggian ke yang lebih rendah, menyebabkan air mengalir dengan volume besar.

5. Kepedulian setiap manusia di bumi atau masyarkan tentang perlunya menanam pohon pelindung, sedikitnya dapat berfungsi menyerap air sehingga dapat mengurangi aliran air di permukaan tanah.

6. Peringatan tuhan kepada kita sebagai halifah bumi untuk senantiasa memelihara alam ini, karena alam ini pula tempat kita mencari kehidupan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas dan fungsi hidup ini. Jadi memelihara alam bukanlah hanya tugas manusia tertentu, tetapi tugas semua manusia.

7. Program pemerintah tentang setiap manusi harus memiliki satu pohon di lingkungan rumah masing-masing, program penyadaran masyarakat tidak menebang kayu tanpa izin lebih penebangan kayu di kawasan hutan, dan penanaman pohon penghijaun harus tetap kita galakkan. Program ini bukan saja tugas pemerintah akan tetapi seluruh lembaga, baik pendidikan, ekonomi, pertambangan, pertanian, dan lembaga swasta lainnya tanpa kecuali. Sesuai dengan tugas yang tuhan berikan kepada manusi sebagai halifah bumi.

8. Mari kita memberi dukungan baik moral ataupun matrial kepada kelompok pemuda yang tergabung dalam kegiatan pencinta alam khususnya pemuda pecinta lingkungan hutan dan penghijaun karena pepohonan yang padat dan rindang dalam hal ini hutan adalah penguat struktur tanah dan sekaligus sebagai paru-paru bumi

9. Penulis mengusulkan agar pelajaran tentang pemeliharaan bumi dalam hal ini cinta pepohonan dan penghijauan serta cinta lingkungan hutan dan alam sekitarnya (Pencinta Alm) menjadi ekstra wajib di jenjang pendidikan seperti pramuka mulai dari Pendidikan dasar sampai pendidikan menengah, bahkan di perguruan tinggi mahasiswa yang aktif di pencinta alam harus dapat perhatian khusus.

Akhirnya penulis megajak mengikrarkan dan menyemangtkan kita dengan suatu kalimat "Hijau alam kami, lestari air kami damai bumi kami". Semoga tulisan ini dapat membawa kita untuk senantiasa sadar akan pentingnya penanaman pohon dan pemeliharaannya demi terhindar dari bencana yang terjadi di Banjarnegara atau di tempat lainya, khususnya di daerah kita Nusa Tenggara Barat senantiasa mari dukung program gubernur untuk pelestarian hutan dan penghijaun, bila memungkinkan program penanaman dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali atau 4 kali setahun. Disamping ini juga penulis mengharap agar adanya larangan pemasangan pamplet dengan cara memaku pohon. [] - 05

 

Hasan A, Jurit, 14-12-2014

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru