Menulis itu Gampang

KM. Sukamulia – Menulis merupakan satu mekanisme perputaran dunia yang derajat kepentingannya sangat tinggi sehingga dengan menulis maka sama artinya dengan kita memberi makan orang sedunia, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Jika dikaji dari aspek religious, menulis dan kemudian mempublikasikan tulisan melalui berbagai media adalah ibadah sebab gara-gara tulisan, ilmu pengetahuan menjadi berkembang dan sebab itu pula alat-alat tekhnologi diciptakan. Saat ini segalanya penuh dengan kemudahan yang ditawarkan oleh media telekomunikasi dan komunikasi, jika kita mempunyai sebuah informasi berupa cerita ataupun berita, dengan mudah cerita-cerita atau berita yang kita punya dapat kita publikasikan, lebih-lebih setelah jika kita sudah tergabung dalam suatu portal yang menyediakan kita aplikasi kanal-kanal berita/cerita sebagaimana yang tersedia pada halaman Kampung Media.

Sekali lagi, tulisan memiliki nilai dan manfaat yang sangat penting bagi kegidupan manusia. Seseorang tidak akan bisa mengetahui sesuatu ilmu apabila ia hanya mendengarkan tanpa ada sebuah tulisan yang menceritakan atau memaparkan mengenai ilmu tersebut. Hampir semua profesi di duni modern membutuhkan kemampuan menulis, bahkan seorang buruh atau seorang petani harus bisa membaca tulisan untuk mengetahui cara-cara yang baik untuk bertani. Jika tidak ada tulisan, tentu saja dunia ini sepi. Tidak ada koran, tidak ada majalah, tidak ada buku pelajaran, tidak ada buku dongeng, tidak ada catatan suatu peristiwa penting dan sebagainya. Untuk itu marilah kita mulai giat untuk menulis segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita supaya dunia informasi semakin ramai dan orang lain juga mengetahui apa yang terjadi di sekitar kita.

Menulis itu tidak perlu bakat dan tidak perlu banyak teori, yang diperlukan untuk menulis adalah motivasi dan hobby. Arswendo mengatakan bahwa menulis itu gampang!, benar-benar gampang. Seorang wartawan terbesa di Indonesia yang bernama Ebo juga mengatakan bahwa menulis itu tidak perlu bakat.  Ada juga ahli yang mengatakan bahwa menulis itu ibarat ngomong. Kalimat-kalimat tersebut kiranya dapat kita jadikan sebagai motivasi bagi diri kita supaya kita tidak untuk mengembangkan kemampuan kita dalam bercerita melalui menulis. Jangan sekali-kali kita berkata “ah, menulis bukanlah bakat saya” dan atau berkata “tidak ada leluhur saya yang berprofesi sebagai penulis”. Kata-kata itu akan menjerumuskan kita sehingga kemampuan menulis yang kita miliki tidak akan pernah berkembang padahal dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dari menulis. Contoh kecilnya adalah menulis sms atau mengirmkan status di halaman facebook. Kadang kala kita menulis sms dengan bahasa-bahasa puisi yang luar biasa, lebih-lebih jika kita sedang patah hati atau sedang mabuk dalam pelukan asmara maka tidak terasa kita menulis 2 hingga 3 halaman sms sebagai ungkapan perasaan kita. Sama halnya dengan membuat status di halaman facebook, hampir semua pengguna facebook menulis kisah-kisah yang mereka alami dengan bahasa yang sederhana dan simple, banyak pula pengguna facebook yang menuangkan ide dan opininya pada beberapa halaman grup yang ia kelola. Nah, apakah kita tetap mengatakan bahwa kita tidak bisa menulis padahal setiap hari kita melakukan kegiatan menulis. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa menulis itu gampang dan tidak memerlukan bakat, apapun profesi yang kita geluti tetapi tetap saja kita akan  bergaul dengan tulisan dan tidak kita sadari bahwa sesungguhnya kita sudah menjadi seorang penulis. Untuk itu, dari pada kita menulis keluh kesah di facebook atau lewat sms yang hanya manfaatnya hany dinikmati oleh beberapa orang saja maka lebih baik kita menulis, bercerita dan berkeluh kesah lewat halaman Kampung Media sebab dengan demikian kita sudah terlibat sebagai agen pembangunan daerah kita sendiri.

Sebagai motivasi untuk kita semua, ada sebuah filosofi lama yang mengatakan bahwa pisau yang tumpul akan menjadi tajam jika diasah setiap hari. Filosofi ini mengajak kita supaya terus belajar sebab belajar yang terus menerus akan membuat sesorang menjadi orang yang cerdas pada bidang yang ia pelajari itu. Demikian pula halnya dengan menulis, membuat tulisan setiap hari dan terus menerus akan menjadikan kita ahli dan amhir dalam menulis, ea… siapa tahu kemampuan menulis itu bisa membuat kita menjadi orang terkenal dan kemudian menjadi orang yang kaya raya. Mimpi/berhayal itu tidak salah ko’ kawan sebab segala sesuatu berawal dari mimpi dan angan-angan, namun janganlah kita jadikan itu sebagai tujuan utama dalam menulis. Sesungguhnya menulis bukanlah untuk mencari uang atau menjadi terkena, mendapatkan teman kencan, dianggap ahli dan sebagainya. Dengan demikian jadikanlah menulis itu hobi dan kebutuhan, sebagaimana kita butuh akan makan dan minum. Menulis itu untuk memperkaya hidup orang-orang yang membaca tulisan kita dan itupun akan memperkaya jiwa penulis. Salah seorang ahli sufi mengatakan “Menulis itu adalah mukjizat, seperti air kehidupan dank arena itulah air diberikan geratis oleh Tuhan, jadi munumlah…” Demikianlah “tauhid kepenulisan” yang disampaikan oleh seorang bijak yang mengajak kita uantuk berbuat yang lurus dengan dijiwai semangat Illahi dan dituntun oleh syariat agama.

Paparan di atas kiranya cukup tajam untuk membangkitkan semangat menulis yang selama ini hanya berselimut di atas ranjang hayalan dan kemalasan. Lihat saja Fairuz Abadi yang lebih akar dipanggil Abu Macel dengan berbagai kanal tulisan yang beliau sediakan pada halaman Kampung Media, beliau menjadi orang terkenal dan gara-gara hal itu pula beliau bisa jalan-jalan ke luar negeri untuk sekedar diwawancari dan digurui atas keberhasilannnya mengelola portal kecil yang berisi tulisan-tulisan sederhana warga Kampung Media, atau lihatlah Habibur Rahman (pengelola KM. Kaula) yang mendapatkan penghargaan Duta Informasi Tahun 2014 hanya karena tulisan-tulisan sederhananya yang memuat berita wisata dan cerita-cerita warga kampungnya dan atas dasar tulisan-tulisannya itulah sehingga Emas-Emas dikenal dan didatangi oleh ribuan orang dari luar negeri dan kemudian Habibur Rahman disebut-sebut oleh Tuan Guru Bajang/Gubernur NTB saat beliau diwawancarai pada sebuah acara televisi. Atau coba kita melenceng sedikit, lihatlah sosok SBY (mantan presiden Indonesia), belia menjadi terkenal dan kaya hingga ahirnya duduk di kursi kepresidenenan negeri ini karena beliau adalah seorang penulis. Nah, sekarang anda pilih yang mana mau terkenal atau kaya, atau dua-dunaya? kalau mau dua-duanya maka rajin-rajinlah menulis, siapa tau anda bisa menjadi seperti mereka. Namun sekali lagi janganlah jadikan tujuan itu sebagai tujuan utama dalam menulis di Kampung Media sebab jika itu kita jadikan tujuan utama maka patahlah semangat menulis kita sebab Kampung Media tidak memiliki uang yang banyak untuk membayar tulisan kita, heheeheee. Tuujua utama kita menulis di Kampung Media adalah ibadah dan memeprkaya para pembaca supaya jiwa kita yang menulis kaya raya akan pahala.

Teruslah berkarya sahabat-sahabat Kampung Media yang kami cinta dan Salam dari Kampung.[] - 05

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru