Wujud dan Unsur-Unsur Kebudayaan

Basrowi (2003: 4) mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan komplek yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan lain, serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat. Berbeda dengan apa yang dijelaskan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dimana dijelaskan bahwa katab budaya diartikan sebagai pikiran, akal, budi, hasil karya, karsa, dan cipta manusia (Depdikbud, 1990 : 130). Koentjaraningrat (1990 : 181) mendefinisikan bahwa kata kebudayaan berasal dari Bahasa Sansekerta “Buddaya” yang merupakan bentuk jamak dari “Buddi” yang berarti budi atau akal dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal- hal yang bersangkutan dengan akal. Berdasarkan pendapat para akhli di atas dapat diambil suatu pengertian bahwa budaya adalah kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dalam suatu masyarakat yang merupakan hasil karya, cipta, rasa dan karsa mereka yang berisi sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar dan dipelihara serta dilaksanakan secara turun temurun.

1. Wujud Kebudayaan

Koentjaraningrat mengatakan ada tiga wujud kebudayaan, yaitu (1) wujud kebudayaan sebagai totalitas dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya; (2) wujud kebudayaan sebagai totalitas dari aktivitas serta tindakan berpola manusia dalam masyarakat; dan (3) wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia (dalam Bungin, 2006 : 54-55).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Hoetomo (2008 : 41) ia mengatakan bahwa wujud kebudayaan itu ada tiga, yaitu wujud ide atau gagasan, wujud kelakuan berpola, dan wujud benda-benda yang dihasilkan manusia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa wujud ide tidak dapat diraba, lokasinya ada di dalam kepala kita masing-masing. Wujud ide ini baru nampak bila dibuat dalam karangan atau buku-buku hasil karya. Sekarang, kebudayaan ide banyak tersimpan dalam disk, tipe, arsip, koleksi mikro film, kartu komputer, dan lain-lain.

Wujud budaya yang kedua adalah kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat, misalnya manusia melakukan kegiatan berinteraksi, berhubungan, bergaul satu sama lain. Kegiatan-kegiatan tersebut senantiasa berpola menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat istiadat. Selanjutnya wujud benda-benda adalah hasil karya manusia, wujud ini sifatnya paling kongkrit, nyata, dapat diraba, dilihat, dan difoto (Hartomo, 2008 : 42).

2. Unsur-Unsur Kebudayaan

Kebudayaan memiliki beberapa unsur yang membentuknya. Ada tujuh unsur kebudayaan yang universal, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, prganisasi sosial, sistem teknologi, sistem ekonomi, sistem religi, dan kesenian (Setyobudi, 2007: 1). Dari keterangan ini kita ketahui mengenai unsur-unsur budaya secara umum, jadi setiap budaya di dunia entah di manapun budaya itu berada tetap saja unsur yang membentuknya adalah tujuh permasalahan tersebut. Darai sini juga kita dapat melihat bahwa tiap-tiap unsur kebudayaan tersebut menjelma menjadi dengan wujud ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, adat istiadat, dan sebagainya.

Mengenai unsur budaya banyak akhli yang menawarkan konsep, namun konsep itu tidak jauh berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Miasalkan saja Bungin (2006: 54) mengatakan bahwa berdasarkan perkembangan konsep-konsep lain tentang kebudayaan kontenporer, maka kebudayaan universal memiliki unsur-unsur penting lain yang lebih luas, sebagai berikut :

  1. Sistem teknologi,
  2. Sistem mata pencaharian hidup (sistem ekonomi-produksi),
  3. Sistem sosial,
  4. Sistem bahasa,
  5. Sistem kesenian,
  6. Sistem ilmu pengetahuan
  7. Sistem religi,
  8. Sistem pertahanan dan kekuasaan,
  9. Sistem norma dan aturan,
  10. Sistem pendidikan,
  11. Sistem kesehatan, dan
  12. Sistem pertahanan.

Dari beberapa pendapat ahli di atas, kiranya kita sudah paham tentang unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan di seluruh dunia, di mana setiap kebudayaan memiliki unsur yang membentuk dan melengkapi kebudayaan tersebut. Bukan hanya tujuh unsur yang membentuk kebudayaan namun sebenarnya masih banya unsur lainnya. Secara sederhan penulis mengatakan bahwa secara berurutan unsur kebudayaan itu terdiri dari sistem pengetahuan, sistem nilai, sistem norma (aturan), sistem gagasan, sistem bahasa, sistem perekonomian (mata pencaharian hidup), sistem religi, sistem kekerabatan, sistem politik dan pemerintahan, sistem kesenian, sistem pertahanan dan keamanan, sistem perkawinan, sistem pralatan hidup, dan sistem teknologi. Selanjutnya secara gamblang Hartomo (2008 : 42) mengemukakan bahwa di Indonesia terdapat 10 unsur pokok kebudayaan asli, yakni :

  1. Sistem religi dan upacara keagamaan
  2. Sistem kekerabatan
  3. Sistem politik
  4. Sistem peralatan hidup
  5. Sistem ekonomi (sistem mata pencaharian)
  6. Sistem bahasa
  7. Sistem pengetahuan
  8. Sistem kesenian
  9. Sistem kesatuan hidup
  10. Sistem teknologi. 02

 (Asri The Gila)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru