Merokok Membunuh Mu

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Warga Kampung Media yang kami banggakan, sebelumnya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya sebab artikel kali ini mungkin menyebabkan asumsi bahwa penulis mengkampanyekan budaya merokok. Namun sesungguhnya artikel ini penulis buat dengan tujuan supaya kita sama-sama mengetahui tentang bagaimana kuatnya budaya merokok dalam kehidupan masyarakat kita.

Sebagaimana kita ketahui bahwa budaya merokok merupakan budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada khusunya dan masyarakat dunia pada umumnya. Budaya merokok sepertinya sangat sulit untuk dihapuskan dari kehidupan masyarakat, meskipun pemerintah terus meningkatkan ancaman dan peringatannya terhadap para pecandu rokok.

Mulai dari “Merokok Dapat Menyebabkan Kangker, Impotensi, Mengganggu Kehamilan dan Janin”. Peringatan ini sepertinya kurang mengerikan sehingga pecnadu rokok tidak sedikitpun menjadi berkurang dan bahkan menjadi semakin bertambah saja. Melihat kenyataan itu, maka perintah meningkatkan kualitas peringatannya terhadap pecandu rokok dengan membubuhkan kalimat “Merokok Membunuh Mu” yang dilengkapi dengan gambar-gambar mengerikan pada setiap bungkus rokok.

Kalimat “Merokok Membunuh Mu”, tidak begitu diperhatikan oleh pecandu rokok sebab pecandu rokok sendiri memiliki selogan yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita “Merokok Mari, Tidak Merokok Mati, Lebih Bah Baik Merokok Sampai Mati”.

Berbeda dengan gambar-gambar mengerikan yang dibubuhkan pada setiap bungkus rokok yang lumayan menyita perhatian dan bahkan membuat nyali para pecandu rokok sempat ciut. Namun itu terjadi pada awal-awal saja, setelah beberapa bulan dari dibubuhkannya gambar-gambar mengerikan itu, ternyata pecandu rokok juga tidak lagi menghiraukan gambar itu.

Kenyataan ini kemudian menyebabkan penulis tertarik untuk melakukan penelitian kecil-kecialan dengan tujuan untuk mengetahui opini masyarakat di sekitar penulis tentang peringatan “Merokok Membunuh Mu”. Penelitian kecil-kecilan yang penulis laksanakan di sekitar Dusun Sukamulia kemudian penulis lanjutkan di beberapa tempat, seperti di Pancor, Kokok Putik, dan Dusun Lenggorong Desa Sambik Elen.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah peringatan pemerintah yang berbunyi “Merokok Membunuh Mu” beserta gambar-gambar mengerikan yang dibubuhkan pada setiap bungkus rokok tidak dapat mengurangi atau menyebabkan pecandu rokok untuk berhenti mengkonsumsi asap rokok.

Secara umum terdapat beberapa alasan kenapa para pecandu rokok dan masyarakat tidak bisa berhenti mengkonsumsi rokok, yaitu:

1) merokok bukanlah hal yang haram untuk dilakukan dan hingga saat ini belum ada nas Qur’an ataupun hadits yang mengharamkan rokok,

2) pemerintah selalu memberikan izin kepada perusahaan rokok untuk tetap memperoduksi rokok,

3) pemerintah tidak pernah membuat undang-undang tentang pembatasan peredaran rokok,

4) pemerintah memberikan izin publikasi rokok, baik lewat media TV, Radio, Koran, Pamplet, dan sebagainya,

5) belum ada bukti rill tentang merokok dapat membunuh seseorang,

6) pemerintah tidak pernah membuat undang-undang untuk menyetop produksi bahan baku rokok/tembakau,

7) laki-laki yang tidak merokok akan disebut bencong, dan

8) merokok dapat membangkitkan inspirasi, memberi motivasi, dan bahkan bisa menjadi obat bagi para konsumennya.

Mengacu dari beberapa alasan di atas, maka jelaslah bahwa budaya merokok cukup sulit untuk dikendalikan, kecuali jika pemerintah berani berlaku tegas dengan mencabut segala izin produksi rokok yang sudah diberikannya kepada perusahaan-perusahaan rokok, membuat undang-undang dan perturan tentang pemberhentian peredaran rokok, tidak memberikan izin publikasi rokok, menutup semua perusahaan rokok dan tidak memperbolehkan masyarakat untuk menanam tembakau.

Jika pemerintah berani melakukan hal tesebut maka budaya merokok di Indonesia akan mati dengan sendirinya dan sebaliknya apabila pemerintah tidak bisa melakukan hal tersebut maka budaya merokok akan tetap berkembang pesat di mana-mana.

Merokok merupakan suatu kebutuhan bagi para konsumennya. Oleh sebab itu, budaya merokok sangatlah sulit untuk dihentikan. Selain itu, rokok juga memberikan sumbangan yang cukup besar bagi devisa/pendapatan negara. Bayangkan saja jika semua perusahaan rokok ditutup dan atau masyarakat Indonesia tidak lagi diperbolehkan untuk menanam tembakau maka negara akan mengalami kerugian yang besar.

Sebagai ahir dari tulisan ini, penulis berharap kepada kita semua dan warga Kampung Media pada khusunya supaya kedepannya kita memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar kita mengenai bahaya mengkonsumsi rokok agar tradisi merokok dapat berkurang.

Kita hanya bisa berharap semoga budaya merokok dapat berkurng secara berangsur-angsur sehingga dikemudian hari Indonesia bisa terbebas dari asap rokok yang anemonya dapat membahayakan kesehatan para pecandunya. [] - 05

"by. Asri The Gila"

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru