Nasib Indonesia, Tergantung Anak NTB

Proses sengketa hasil pemilu presiden (pilpres) yang kini bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) hanya menunggu proses pembacaan putusan saja setelah persidangan terakhir dengan agenda pemeriksaan saki-saksi berakhir pada Jumat (15/8) lalu. Jika tak ada aral melintang, maka MK akan membacakan putusan atas sengketa hasil pilpres yang diajukan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Kamis (21/8) yang akan datang.

Ketua MK Hamdan Zoelva menjamin putusannya atas sengketa hasil pilpres nanti benar-benar independen dan tanpa tekanan meskipun riuh rendah para pendukung sepertinya tiada henti memberikan signal tentang kesolidan dengan calon yang diusung.

Kita dibuat was-was mana yang akan dimenangkan oleh MK. Namun terlepas dari siapa yang akan memenangkan Pilpres tahun ini, tentunya ketika kita berpikir cerdas, siapapun yang akan menjadi pemimpin semuanya adalah saudara kita se-bangsa dan se-tanah air. Asal, semuanya bisa berjalan sesuai dengan prosedur dan dijalankan dengan baik oleh pihak yang berwenang. Kita semua berharap para hakim konstitusi tidak terganggu dengan riuh massa pendukung capres-cawapres yang berselisih di luar MK.

Kita semua berharap  tidak ada teror dan intimidasi pada MK dari pihak-pihak tertentu untuk memberikan putusan yang menyimpang.Yang jelas nasib Negara Indonesia pada Pilpres saat ini tergantung dari orang NTB, jika Hamdan Zoelva yang notabene orang NTB (Bima) memutuskan dengan baik dan bijaksana, itulah yang terbaik untuk Indonesia. Bagaimana tidak, setidaknya ada tiga tahapan yang akan dilakukan oleh MK, rapat semua dewan hakim, lalu apabila menemui jalan buntu, akan dilanjutkan dengan voting. Apabila dalam voting tidakmendapatkan keputusan, maka ditentukan dengan keputusan ketua MK, Hamdan Zoelva sendiri.(SaifZuhri) - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru