Nikmatnya Penantian

Pekerjaan apa yang paling membosankan? Menunggu.. Ya sepasang pertanyaan dan jawaban yang seolah klise namun sulit menemukan faktanya dalam dunia nyata. Siapa pun  akan resah dan gelisah jika di minta untuk menunggu. Apalagi jika menanti sesuatu yang tak pasti. Menanti yang pasti saja kadang menjenuhkan.

Menanti, menanti dan menanti entah berapa kali sudah kita sering menyelam dalam sebuah penantian. Dan sebanyak itu pula hati kita dongkol dan tak sabar untuk mengakhiri semua penantian. Jika boleh, semua asa yang terbesit dalam hati segara mewujud dalam fakta nyata. Namun kenyataan tak selamanya seindah harapan. Kadang penantian panjang untuk terwujudnya segenggam asa justru bermuara pada fakta yang jauh dari angan-angan.

Penantian panjang akan menjadi episode wajib dalam hidup kita, bahkan mungkin saat anda membaca tulisan  ini anda telah hanyut dalam sebuah penantian panjang. Namun hebatnya seorang pejuang sejati justru akan merasa nikmat dalam lantunan merdu nada penantian. Jika kebanyakan orang resah hatinya ketika harus melalui suatu penantian, namun akibat suatu kekuatan dahsyat yang dimiliki seorang pejuang, penantian itu justru menjadi indah.

Sayangnya banyak diantara kita yang jenuh menanti dan memutuskan diri bergabung dalam komunitas pejuang yang patah ditengah jalan. Padahal Allah sendiri yang berjanji tidak akan menyia-yiakan penantian seseorang. Namun begitu menjenuhkan memang suatu penantian, sampai-sampai janji Allah pun tak mampu membuatnya kokoh berdiri diatas perjuangan.

Sebenarnya Allah telah menurunkan para penanti-penanti sejati abad terdahulu untuk dijadikan referensi bagi penanti abad modern saat ini. Rasulullah sendiri pun adalah penanti yang tak kenal putus asa. Semenjak turunnya wahyu pertama disebuah tempat sempit yang bernama gua hira, Rasulullah pun dengan sabar menanti tiap tetes pertolongan Allah. Kadang tetesan pertolongan Allah itu langsung datang saat Rasulullah membutuhkannya. Kadang pula Allah menundanya, untuk menguji kekuatan penantian Rasul dan para sahabatnya.

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan (segala urusanku) kepada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau“.

Semoga kita bisa senantiasa istiqomah dalam sebuah penantian apalagi penantian itu untuk menuju ridho Yang Maha Meridhoi..... amin. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru