Produk Pemimpin dalam Era Reformasi

Dunia politik Indonesia akhir-akhir ini sedang buming-bumingnya, lantaran pada tanggal 9 Juli mendatang akan ada pesta demokrasi memilih calon presiden dan wakil presiden 2014-2019. Belakangan di ketahui bahwa pasangan yang maju ada 2 kandidiat, yakni pasangan Prabowo-Hatta di nomor urut 1 dan pasangan Jokowi-Jk di nomor urut 2. kedua pasangan calon sudah memiliki gaya kepemimpinan yang mereka tonjolkan untuk mengambil simpati dari rakyat Indonesia.

Melihat dari kedua visi dan misis dari masing-masing kandidat, saya rasa ini tidak jauh berbeda, lantaran kedua kandidat sama-sama ingin memajukan bangsa dengan memakai pendekatan Ekonomi, Pertahanan, kemudian sektor-sektor yang akan menjadi sumber dari negara Indonesia. Prabowo misalkan mencanangkan ekonomi guna menjadikan rakyat Indonesia kembali menjadi Macan Asia, kemudian Jokowi dengan ciri khas belusukannya dan dengan bekal pengalaman Jusuf kala ingin membangun Ekonomi Indonesia lebih baik kembali.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah mampu tidak presiden dan wakil presiden ini menjadi produk pemimpin yang di impikan oleh bangsa Indonesia. Pemimpin yang mampu mengemban cita-cita Revormasi yang selalu di idam-idamkan oleh bangsa ini. Jikalau menengok sejarah masa lampau, tahun 98 misalkan menjadi sejarah pahit entang pelanggaran HAM di Indonesia. di tahun inilah kemudian menjadi acuan semua pihak untuk menyerang kubu Prabowo bahwa dialah yang bertanggung jawab atas kejadian besar tersebut. kemudian di sisi lain, masih jelas ingatan kita sampai sekarang bahwa aktivis penegakkan HAM Indonesia Munir terjadi ketika Megawati menjabat sebagai presiden. Lalu kemudian ini menjadi serangan kepada kubu Jokowi bahwa bagaimana mau menegakkan HAM kalau pemimpinmu saja tidak mampu melaksankan hal semua itu.

Bersambung.... [05]

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru